Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
23.Jadi Apa yang Kau Rasakan padaku?


__ADS_3

Meski Adam sudah mengatakan hal itu Amera tetap tidak merasa tenang dan dia tetap berpikir untuk cepat mendapatkan pekerjaan mengingat tabungan yang dimilikinya nanti dari sisa penjualan Apartemen setelah digunakan sebagai pembayaran penalti tidak banyak lagi.


"Adam....ada yang ingin kukatakan padamu menyangkut pekerjaanmu sebagai supir pribadiku".


"Apa kau masih berpikir aku ini supirmu sampai detik ini?",tanya Adam.


Amera menggeleng.


"Tentu saja bukan tapi itu pekerjaan terakhirmu dan sekarang ku rasa kau harus mencari pekerjaan lain".


"Masalah itu jangan cemas Mer. Aku sudah mendapatkan pekerjaan lain yang kurasa itu bisa untuk menghidupi kalian".


"Pekerjaan?Pekerjaan apa, kenapa secepat itu kau mendapatkannya?".


"Jangan curiga seperti itu .Aku mendapatkan sebuah pekerjaan dikafe ".


"Kafe?Maksudmu pelayan disana?",tanya Amera merasa terkejut mendengarnya meski sebenarnya itu bukan sesuatu yang aneh tapi tetap saja baginya itu terasa tidak biasa.

__ADS_1


"Ya bisa dibilang begitu .Yang pasti aku tetap akan bisa menghidupimu sekarang dengan pekerjaanku itu".


"Ya....baiklah Dam tapi sepertinya kalau kita tinggal bersama nanti aku harus menjelaskan pada Veronica apa status kita yang sebenarnya agar dia tidak merasa aneh dengan kebersamaan kita bagaimana menurutmu?".


"Kalau kau merasa nyaman aku tidak masalah karena bagiku yang penting kau nyaman dengan hubungan kita dan untuk urusan dengan orang lain aku tidak perduli".


"Huffft dasar menyebalkan kenapa mulutmu itu selalu penuh kata kata rayuan manis palsu",gerutu Amera dengan menyandarkan kepalanya didada Adam membuat Adam sedikit terkejut karena tidak menyangka mendapatkan reaksi seperti itu dari Amera yang beberapa saat lalu masih sulit dekat dengannya.


Sebagai balasan dari apa yang dilakukan Amera Adam lalu mengeratkan pelukannya ketubuh perempuan itu dan meletakkan kepalanya dipuncak kepala Amera untuk menghirup aroma harum dari rambutnya.


"Itu bukan rayuan.Aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan padamu".


Adam tidak langsung menjawab pertanyaan yang barusaja ditanyakan Amera dan memilih untuk menatap dalam kemanik mata perempuan itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Dam....",panggil Amera lagi masih tidak merubah posisinya karena Adam tidak juga menjawab pertanyaannya.


"Hemmm", balas Adam.

__ADS_1


"jadi apa?", tanyanya lagi.


"Tentu saja aku menyukaimu lalu apa lagi Mer".


"Hanya itu?",balas Amera terlihat tidak puas dengan jawaban yang barusaja diberikan Adam padanya.


"Lalu apa yang ingin kau dengar selain itu?",tanya balik Adam yang dijawab gelengan oleh Amera.


"Kurasa itu cukup untuk sekarang karena kalau kau bilang kau sangat mencintaiku sampai tergila gila itu bisa membuat aku menjadi takut padamu",jawab Amera dengan tidak merubah ekspresinya.


"Ya ...syukurlah kalau begitu",balas Adam dengan membenamkan wajahnya dipundak Amera.


"Sepertinya kau kecewa dengan jawabanku?",balas Amera yang membuat Adam semakin mendalam kan benaman wajahnya.


"Jangan khawatir aku tidak papa", balas Adam.


"Maaf Dam meski kau kecewa aku hanya bisa mengatakan itu padamu untuk saat ini mengingat hubungan kita yang masih sangat baru untuk sekarang",terang Amera yang membuat Adam langsung mendongakkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan Amera.

__ADS_1


"Jangan merasa bersalah dari pada itu sebaiknya kita nikmati saja waktu kebersamaan kita setiap harinya bagaimana?".


"Ya....kurasa kau benar",balas Amera tanpa sadar merasa lega karena Adam bisa menerima begitu saja apa yang dikatakannya.


__ADS_2