Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
110. Akhir Bahagia(End)


__ADS_3

Disebuah hotel berbintang paling terkenal dinegara itu, tampak banyak orang datang kesana dengan pakaian rapi.


Mereka kesana untuk menghadiri pesta pernikahan paling megah.Antara Adam Maxwell dan Amera Jasmin, yang memang sengaja diadakan secara besar besaran seperti keinginan sang Ayah, Brian Maxwell.


Pria tua itu, ingin pesta pernikahan mereka berdua diadakan dengan sangat meriah. Meski kedua mempelai sempat menolak melakukannya, tapi setelah mempertimbangkan lagi tentang keinginan sang Daddy, akhirnya mereka mengalah dan setuju untuk melakukannya.


Meski itu cukup berat bagi Amera karena harus menghadapi banyak tamu, dengan berdiri lama dalam kondisi sedang hamil besar.


Tapi kelelahan yang dirasakannya itu terbayar lunas, begitu melihat rona bahagia diwajah tua Brian Maxwell waktu menjemputnya diruang istirahat, untuk mengantarnya ke altar.


Guna melakukan janji suci pernikahan bersama Adam Maxwell, dihadapan Tuhan. Dengan disaksikan semua tamu yang hadir hari itu, diBalroom Hotel berbintang itu.


Dengan duduk dikursi roda dan didorong oleh pengawalnya, pria tua itu mengulurkan tangannya kearah Amera. Meminta perempuan itu untuk menggandengnya dan berjalan bersama keluar menuju Altar, tempat upacara pernikahannya dan Adam, akan dilaksanakan.


Dengan wajah cerah, sama seperti yang ditunjukan oleh Brian Maxwell,Amera menuruti keinginan pria tua itu, untuk berjalan bersama. Menuju ketempat acara berlangsung.


"Hari ini kau terlihat sangat cantik Amera," puji pria tua itu dengan tatapan tulus, penuh cinta. Pada perempuan cantik yang menjadi menantunya itu.


Terimakasih untuk pujian anda tuan Brian Maxwell," balasnya dengan tersenyum lembut kearah pria tua itu, sambil menggenggam tangan pria itu, yang berjalan dengan kursi rodanya disamping Amera, saat itu.


"Kenapa masih memanggilku tuan.Harusnya kau sudah memanggil ku Daddy. Sama seperti Adam dan Geo,bukan begitu Mer," protesnya, yang membuat perempuan cantik dengan gaun pengantin itu langsung menoleh, kearah pria tua itu.


"Itu..."


Amera masih terdengar ragu untuk mengikuti keinginan Brian Maxwell yang memintanya memanggilnya Daddy, karena belum terbiasa.


"Aku juga ingin mendengar kamu memanggil ku itu, jadi tolong kabulkan keinginan pria tua yang tidak akan berumur panjang ini, Mer," pinta Brian Maxwell dengan nada memohon. Sambil terus melangkah menuju Balroom hotel, yang mulai terlihat didepan mereka saat itu.

__ADS_1


"Baiklah Daddy."


Akhirnya Amera melakukan apa yang diminta oleh Brian Maxwell, karena dia tau dengan memanggil pria tua itu seperti keinginannya, akan membuat hubungan mereka menjadi lebih baik lagi kedepannya.


Brian Maxwell tersenyum senang dan puas, waktu mendengar menantu perempuannya bersedia memanggilnya Daddy, seperti keinginannya barusan.


Obrolan mereka terhenti karena mereka bertiga, dengan pengawal yang bertugas mendorong kursi roda pria tua itu ,sudah sampai di Balroom. Tempat acara itu akan dilaksanakan.


Pintu Balroom itu dibuka oleh petugas penjaga pintu,seketika musik dari orkestra yang sedang memainkan lagu pernikahan,bisa terdengar jelas ditelinga Amera.


Menyaksikan apa yang diperuntukkan untuk dirinya oleh Adam dan Brian Maxwell, membuat tenggorokan Amera terasa tercekat. Karena bahagia juga terharu.


Brian Maxwell mengantar Amera sampai didepan Altar, dimana, disana Adam sudah menunggunya, dengan wajah penuh kagum, juga cinta. Begitu melihat dirinya berjalan mendekat bersama Daddynya, barusan.


"Sayang, kau sangat cantik sekarang," puji pria dengan jas putih senada gaun yang dipakai Amera itu, secara terus terang, dihadapan semua yang hadir. Tanpa perduli kalau apa yang dikatakannya itu, bisa didengar oleh para tamu undangan disana.


"Makasih pujianmu Dam," bisik Amera lirih didekat pria itu, yang berniat mengatakan sesuatu lagi padanya, tapi batal. Karena pendeta yang akan memimpin acara mengatakan, kalau upacara pernikahan itu akan segera dilakukan saat itu juga, sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.


Upacara pembacaan sumpah pernikahan dan acara pernikahan itu berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan sedikitpun, karena memang semua yang berniat mengganggu kelancaran acara besar itu sudah disingkirkan lebih dulu. Oleh orang orang kepercayaan Brian Maxwell, tanpa terkecuali satu pun. Hingga semuanya sesuai seperti yang mereka harapkan.


Kecuali satu hal, yaitu gagalnya Adam dan Amera melakukan malam pengantin, juga bulan madu yang sudah mereka rencanakan. Karena dimalam setelah acara resepsi selesai.


Waktu pasangan pengantin itu berniat melakukan malam pengantin mereka semuanya gagal, akibat Amera yang tiba tiba merasakan sakit diperutnya.Hingga harus dilarikan kerumah sakit, saat itu juga.


Dan begitu sampai dirumah sakit, ternyata dokter mengatakan kalau sakit perut yang dialami perempuan itu akibat kontraksi, dari kehamilannya.


Adam dan yang lain, tentu saja terkejut mendengar keterangan dari dokter kandungan, yang menangani Amera saat itu.

__ADS_1


Karena menurut keterangan dokter, sebelum mereka melangsungkan acara resepsi pernikahan waktu itu,usia kehamilan Amera baru memasuki bulan ketujuh, yang artinya masih sekitar dua bulan lagi bayi dalam perut Perempuan itu akan lahir.


Tapi kenyataannya, dokter bilang malam itu Amera sudah mengalami kontraksi hebat dan kemungkinan akan melahirkan tidak lama lagi.


Semua orang yang ada ditempat itu menjadi cemas. Terutama Adam, yang terpaksa harus setuju, waktu dokter kandungan menyarankan melakukan operasi Caesar pada Amera malam itu juga, agar tidak ada masalah pada calon bayi dan sang ibu, karena kelelahan untuk melahirkan secara normal.


Akibat baru saja melakukan resepsi pernikahan siang tadi.


Mendengar keterangan dari dokter Adam sempat merasa bersalah, pada Amera dan calon anaknya, karena harus lahir sebelum waktunya.


Tapi itu tidak berlangsung lama, karena begitu dokter membawa bayinya dan Amera keluar dari ruang operasi. Wajah sedih pria itu, berubah menjadi sangat bahagia, melihat dua orang yang sangat dicintainya itu sekarang baik baik saja.


"Sayang,aku sangat mencintaimu," ucap Adam, dengan mengecup kening sang istri penuh cinta. Begitu Amera sudah berada diruang perawatan untuk pemulihan, pasca operasi yang baru saja dilakukannya.


"Aku juga mencintaimu Dam," balas perempuan itu dengan senyum bahagia, meski wajahnya masih terlihat pucat saat itu.


"Ini adalah kado terindah yang kau berikan untukku, dihari bahagia ini sayang.Terimakasih banyak karena kau dan putri kecil kita baik baik saja," ucapnya dengan tersenyum kearah sang istri yang dibalas Amera saat itu juga dengan senyum penuh cinta, pada pria muda yang sudah membuat hidupnya bahagia selama ini. Dengan banyaknya hal yang sudah mereka lalui bersama selama kebersamaan mereka. Yang akan terus berlanjut sampai mereka tiba nantinya.


Itu lah yang ada dipikiran Amera saat itu, waktu melihat bagaimana tatapan pria tampan dihadapannya, pada dirinya saat itu.


"Kami yang harusnya mengatakan itu padamu Dam, karena selama ini kami sudah menerima banyak hal darimu.Mungkin alasan putri kita ingin cepat lahir itu, agar dia bisa segera bertemu dengan Daddynya, juga keluarganya yang sangat mencintainya, ini," balas Amera, dengan wajah bahagia menatap kearah sang suami saat itu, yang masih terus saja menatapnya dengan wajah penuh cinta, padanya.


END


Halo reader tercinta terimakasih banyak sudah mendukung dan membaca karya autor yang ini.


Untuk selanjutnya autor tetap mohon dukungan dari kalian dikarya karya Autor yang lain,salam penuh cinta dari autor buat kalian semua dan maaf belum bisa membalas komen kalian satu persatu🙏🥰.

__ADS_1


__ADS_2