
"Dasar Brengsek!",maki Geo pada Adam begitu mereka berdua sudah keluar dari ruang kerja Brian.
"Kau memakiku Brengsek.Bagaimana dengan dirimu sendiri Geo.Apa kau merasa benar dengan yang sudah kau lakukan selama ini?!",balas Adam dengan menatap Geo sinis.
"Bukan urusanmu.Kau melakukan ini hanya untuk membuat dirimu dinilai baik oleh Daddy bukan?",balasnya dengan kesal.
"Sudah kukatakan aku tidak memerlukan itu.Aku melakukannya karena perusahaan ini juga milikku.Perlu kau ingat lagi pemilik saham terbesar nomor dua diperusahaan ini adalah aku jadi..".
"Kau!".
"Ehem!".
Seketika Geo melepaskan cengkraman tangannya yang ada dikerah kemeja Adam saat mendengar deheman keras yang berasal dari belakang tubuh mereka.
"Apa kalian akan ribut seperti ini terus dan tidak berniat menyelesaikan masalah yang sedang terjadi sekarang!",hardik Brian dengan menatap marah kepada mereka berdua yang otomatis terdiam mendengar itu.
"Berhenti bertengkar dan berusahalah menyelesaikan kasus penggelapan dana ini secepatnya jangan sampai para wartawan menyebalkan itu nanti mendengarnya yang akan membuat perusahaan kita terkena scandal karena mulut brengsek mereka.Terutama kau Geo kalau memang kau merasa tidak melakukan semua itu maka buktikan jangan hanya bicara karena kalau kau tidak bisa membuktikan dirimu tidak bersalah kau tau bukan meski kau seorang Maxwell kau tetap tidak akan kebal terhadap hukum dan aku memang tidak berniat melindungi mu kalau kau terbukti bersalah nanti".
Geo tertunduk mendengar semua yang dikatakan Brian padanya dan tau semua itu benar.
"Baik Dad",jawabnya lalu berlalu pergi dari tempat itu.
Brian berniat mengatakan sesuatu pada Adam tapi sebelum dia bisa melakukannya Adam sudah berjalan menjauh darinya seolah tidak berniat bicara dengannya sama sekali membuat Brian terpaksa hanya bisa menghela nafas melihat itu.
"Kenapa sangat sulit membuatnya melihat aku sebagai Daddynya",gumamnya dengan wajah muram.
"Semua butuh waktu tuan Brian tapi seharusnya anda bersyukur karena dia tidak lagi menjauhi anda seperti dulu sekarang",ucap pengawal pribadinya yang dibalas Brian dengan anggukan kepala.
"Kau benar,meski hanya untuk masalah pekerjaan paling tidak dia sudah mau bicara denganku sekarang".
__ADS_1
"Jadi....Apa yang harus kami lakukan dengan nona Ariana dan pria tua itu tuan?",tanya pengawal pribadi Brian.
"Terus awasi kalau bisa semakin intens karena aku merasa semakin curiga dengan pria tua itu.Apa kalian belum ada yang mendapat informasi tentang siapa sebenarnya pria tua itu?",tanya Brian dengan dahi berkerut mencoba membuka memorinya yang seolah pernah melihat pria itu tapi lupa siapa dia.
"Baik tuan".
"Aku akan pergi untuk bertemu klienku sekarang",ucap Brian dengan berjalan pergi yang diikuti oleh pengawal pribadinya itu.
***
"Nona Amera ada yang ingin bertemu dengan anda",ucap David melapor pada Amera.
"Siapa?",tanya Amera dengan menatap kearah David.
"seorang pria paruh baya yang mengatakan kalau anda yang memintanya datang kemari kalau dia sedang butuh pekerjaan".
Mendengar itu Amera mengerutkan kening mencoba mengingat ingat siapa pria yang dimaksud David itu tapi saat ingat dia bergegas berdiri dari duduknya.
"Kalau boleh tau siapa sebenarnya pria tua itu nona Amera?",tanyanya dengan suara penasaran.
"Oh dia pria tua yang aku temui di dekat tempat tinggal kami dan dia bilang sedang butuh pekerjaan lalu aku berniat memberinya pekerjaan di kafe ini sebagai pegawai pembersih Kafe karena dia bilang tidak masalah pekerjaan apapun yang diberikan yang penting dia bisa bekerja".
"Apa tuan Adam tau tentang niat anda ini nona Amera?",tanya David karena entah mengapa dia merasa tidak suka pada pria tua yang tadi menanyakan tentang Amera padanya itu.
Amera menggeleng"Apa dia harus tau kalau aku berniat memperkerjakan seseorang David ?",tanya Amera yang dijawab anggukan oleh David
"Sebaiknya begitu nona karena kita tidak tau apakah dia benar benar orang baik atau hanya berpura pura baik saja".
"Tapi dia hanya pria tua yang kurasa usianya sudah hampir 60 tahun.Apa yang bisa dilakukan pria seusia itu",balas Amera tidak suka dengan sikap David yang terlalu penuh curiga pada semua orang.
__ADS_1
"Maaf kalau anda merasa tidak suka dengan perkataan saya tapi saya mengatakan semua itu demi kebaikan nona dan sesuai dengan pesan tuan Adam yang meminta saya untuk menjaga nona dan calon anaknya selama dia tidak ada".
"Terimakasih atas sikap tanggung jawabku itu tapi kurasa kau tidak perlu sewaspada itu pada pria ini, toh aku juga hanya menemuinya didalam Kafe saja jadi kau bisa ikut mengawasinya kalau merasa curiga".
"Iya nona".
"Sudahlah katakan padanya aku akan segera turun untuk menemuinya!",perintah Amera yang diangguki oleh David dengan keluar dari ruang kerja Amera.
"Apa Amera tidak mau bertemu denganku?",tanya Anderson pada David dengan ekspresi cemas.
"Dia bersedia silahkan anda tunggu sebentar lagi",jawab David dengan mempersilahkan Anderson kembali duduk.
"Kau...Siapa?", tanyanya pada David.
"Saya orang yang membantu nona Amera mengelola Kafe ini", terang David dingin.
"Oh...kau sudah menikah?",tanya Anderson tiba tiba yang membuat David langsung mengerutkan keningnya heran dengan pertanyaan pria itu yang sangat pribadi padanya.
"Kenapa anda bertanya soal itu pada saya tuan Anderson?",tanya David tidak suka.
Anderson menggeleng"Hanya ingat saat aku seusiamu dulu yang sedang berada dipuncak kebahagiaan dengan istri dan putriku karena itu aku menyakan hal itu padamu",terang Anderson dengan tersenyum ramah kearah David.
"Oh...Tapi masa muda setiap orang tidak sama dan itu tidak masalah untuk saya, karena saya bahagia dengan hidup saya sekarang itu yang lebih penting",jawab David dengan nada dingin pada pria tua itu yang entah mengapa semakin pria itu bicara dia merasa semakin tidak suka dan juga cemas kalau sampai pria tua itu nanti terlalu dekat dengan Amera yang punya sikap baik itu.
Anderson tertawa mendengar jawaban David lalu menyentuh bahu pria itu.
"Kau benar,begitu pun dengan masa tua"balasnya yang ditanggapi David dengan diam.
Obrolan mereka berhenti sampai disitu karena tidak lama setelah itu Amera datang menghampiri mereka dengan tersenyum ramah kearah Anderson yang juga tersenyum ramah pada perempuan itu.
__ADS_1
"Tuan Anderson.Aku pikir tuan tidak akan datang kemari karena ini sudah lewat beberapa hari sejak kita bertemu saat itu",celetuk Amera ramah.
"Maaf nona Amera Jasmine sebenarnya aku memang tidak ingin menemuimu untuk menerima tawaranmu saat itu tapi setelah beberapa hari berkeliling ternyata aku tidak juga mendapat pekerjaan jadi dengan mengesampingkan rasa Malu ku aku datang kesini menemuimu",ucap Anderson dengan memasang wajah sendu.