Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
30.Kau Obsesiku


__ADS_3

"Ayo turun",ajak Adam bermaksud membantu Amera turun dari mobil tapi ditolak Amera.


"Aku turun sendiri dan sebaiknya kau pulang sekarang karena aku..".


"Kau ingin kugendong sampai lobi atau hanya kubantu turun saja",ancam Adam yang membuat Amera langsung meraih tangan Adam lalu turun dari mobil.


Adam tidak melepaskan genggaman tangannya meski Amera berusaha melakukannya sampai mereka dilobi hotel berbintang yang mereka datangi itu.


"Satu kamar suit room",pinta Adam pada petugas hotel yang langsung diangguki dengan menyerahkan kartu kunci setelah Adam menyelesaikan pembayarannya yang membuat Amera sedikit heran karena Adam punya cukup uang untuk menyewakan sebuah suit room yang diketahuinya harganya tidak murah dihotel yang mereka datangi itu.


"Ayo",ajaknya dengan menarik lembut tangan Amera untuk naik kedalam lift yang akan membawa mereka kelantai tempat kamar mereka berada.


"Cukup sampai sini saja kau mengantarku. Sekarang sebaiknya kau pulang karena setelah ini aku ingin langsung beristirahat",terang Amera dengan bermaksud mengusir Adam pergi, tapi ternyata Adam tidak mendengarkan apa yang dikatakannya melainkan ikut masuk kedalam kamar yang dipesannya tersebut.


"Sekarang mari kita bicara Mer",ajak Adam dengan mengajak Amera duduk disofa.


"Sudah kubilang aku tidak ingin bicara denganmu.Aku hanya butuh waktu sendiri untuk berpikir ulang tentang hubungan kita yang sepertinya salah".


"Apa yang salah?",tanya Adam menatap Amera tajam.


"Pernikahan kita terutama.Diawal sudah kukatakan kalau kita tidak seharusnya menikah meski aku sedang mengandung anakmu sekarang karena....".


"Dia saudara tiriku yang pernah sempat kusukai 4 tahun lalu.Apa itu yang ingin kau dengar dariku tentang bagaimana sebenarnya hubunganku dengan Ariana".


Seketika Amera terdiam mendengar apa yang dikatakan Adam dan otaknya seolah buntu karenanya.


Melihat Amera terdiam Adam meneruskan bicaranya.


"Saat itu aku baru menyelesaikan sekolah menengah atas dan sedang berniat masuk universitas bersamanya yang kukira sangat mencintaiku tapi ternyata aku salah.

__ADS_1


Disaat aku sudah membayangkan menyusun masa depan yang indah dengannya tiba tiba Daddyku memberitahuku kalau dia baru saja menikahi perawat mommyku yang juga merupakan ibu Ariana.


Mommyku yang saat itu memang sedang sakit keras langsung syok dan koma karenanya, sementara aku tentu saja marah dan berniat mengajak Ariana pergi meninggalkan rumah itu karena kecewa pada apa yang sudah dilakukan Daddyku padaku dan mommy, tapi ternyata Ariana menolak keinginanku dengan alasan dia akan melanjutkan kuliah keLuar negeri menemani Geo yang merupakan anak angkat Daddy.


Kecewa dan marah yang bertumpuk membuat aku memilih menjadi pemuda pembangkang selama bertahun tahun sampai akhirnya kecelakaan naas itu terjadi bertepatan dengan meninggalnya mommyku membuat Daddyku sangat marah karena berpikir aku anak yang tidak bisa diatur.


Sejak itu hubungan kami semakin memanas dari hari kehari dan puncaknya kami bertengkar hebat lalu dia mengusirku tanpa memberikan ku apa apa.Itu terjadi sekitar dua tahun yang lalu.


Itu yang sebenarnya terjadi terserah bagaimana sekarang kau menilaiku tapi aku sudah mengatakan apa yang harus kukatakan padamu tentang hubungan ku dengan Ariana sebenarnya ",ucap Adam dengan berdiri dari duduknya lalu berjalan ke jendela dan berdiri disana sambil menatap pemandangan kota dimalam hari,berharap dengan melakukan itu rasa sakit yang dirasakannya akan berkurang.


Lama mereka berdua saling diam sibuk dengan pikiran masing masing membuat suasana suit room yang mereka sewa itu terasa sunyi,tapi tiba tiba.


"Greb!".


Adam tersentak saat merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang oleh Amera.


"Kau tidak salah wajar jika kau sulit percaya padaku setelah kegagalan hubungan yang kau alami bersama mantan calon suamimu.Tapi perlu kau tau meski pernikahan kita terjadi karena sebuah kesalahan tapi aku serius menjalaninya dan tidak berniat mempermainkanmu ataupun pernikahan kita Mer".


"Aku tau .Aku hanya merasa selalu cemas kalau kau tidak jauh beda dengan Elvan karena alasannya aku tidak terlalu mengenalmu sebelumnya".


Mendengar perkataan Amera Adam membalikkan tubuhnya menghadap kearah perempuan itu dengan tetap menggenggam tangan Amera.


"Aku tau ini bukan sesuatu yang mudah untukmu yang harus mengalami perubahan besar diwaktu singkat karena hamil tanpa direncanakan.Sejujurnya aku sedikit merasa bersalah padamu karena hal itu tapi aku tidak menyesalinya karena sebenarnya banyak hal baik yang terjadi karena kehamilan yang tidak terencana ini jadi maukah berusaha saling mengerti denganku Mer?".


"Kau tau Dam sejujurnya aku merasa malu padamu bukan sekarang tapi sejak awal karena kau bisa menyikapi segala masalah dengan kepala dingin sementara aku melakukan sebaliknya .Padahal usiaku lebih tua beberapa tahun darimu".


"Kau boleh lebih tua dariku tapi aku yakin apa yang aku alami lebih banyak dan lebih menyakitkan darimu karena itu aku lebih bisa menyikapi segala sesuatu dengan kepala dingin dan pikiran rasional selain yang berhubungan denganmu".


"Hah! Apa maksudmu selain yang berhubungan denganku?",tanya Amera tidak mengerti.

__ADS_1


Reflek Adam memalingkan wajahnya karena entah kenapa dia merasa malu kalau memikirkan isi otaknya yang berkaitan dengan Amera sejak pertama kali melihat perempuan itu di kafenya hampir setahun yang lalu


"Dam!",panggil Amera karena melihat sikap Adam kembali terlihat aneh.


"E ...sejujurnya aku selalu membayangkanmu dalam segala hal sejak bertemu denganmu jadi....".


"Membayangkan bagaimana maksudmu?".


"Ini terdengar aneh atau mungkin memalukan karena itu bisa kita tidak membicarakannya Mer",pinta Adam dengan ekspresi gelisah yang nyata.


"Kenapa harus berhenti bukankah kau bilang akan jujur padaku supaya tidak ada kesalah pahaman diantara kita".


"Itu benar tapi jujur saja aku merasa sulit mengatakannya karena ini sangat pribadi".


"Dam!".


"Baiklah aku katakan tapi setelah ini kau harus menanggung akibatnya dan juga jangan berusaha mengelak".


"Hah kenapa bicaramu... .".


"Sejak pertama kali melihatmu dikafe Healthy Life aku sudah tertarik padamu.Terutama pada tubuhmu".


Adam menghentikan ucapannya setelah mengatakan itu dan berusaha menelisik wajah Amera yang menatapnya tanpa berkedip waktu mendengar apa yang dikatakannya sebelum melanjutkan lagi.


"Kau seperti obsesiku yang tidak pantas tapi ingin kuwujudkan sampai aku punya kesempatan dekat dengan mu meski hanya sebagai supir pribadimu tapi itu bisa membuatku sedikit terpuaskan meski tidak cukup".


"Kau mengerikan",celetuk Amera tapi tidak merubah ekspresinya.


"Kurasa kau benar tapi itu yang aku rasakan padamu dan tentu saja aku berharap bukan hanya bisa memandangmu dari dekat tapi juga bisa menyentuhmu seperti yang dilakukan sibrengsek Elvan",ucap Adam dengan menggeram karena tidak suka saat ingat kalau Elvan pernah mencium bibir Amera dengan penuh na*su dimobil yang ada dirinya saat itu membuat Adam yang melihatnya ingin sekali menghajar pria itu karena berani menyentuh Amera meski saat itu hubungan mereka masih sebagai tunangan,sementara dia hanya supir pribadi Amera tapi tetap saja dia merasa tidak rela.

__ADS_1


__ADS_2