
"Apa!Anda ingin menjadikan saya sebagai pengacara pribadi anda tuan Brian?!",tanya Harven terkejut dengan keinginan tiba tiba pria tua itu yang begitu datang langsung bilang dia ingin menjadikan Harven sebagai pengacaranya.
"Iya..kenapa?Apa kau tidak mau?",ucap Brian dengan menatap Harven tajam yang menandakan dia tidak ingin ditolak sekarang.
"Bukan itu masalahnya sekarang.Tapi bagaimana dengan pengacara anda yang sebelumnya? Apa anda berniat membuat kami bertengkar hebat?",tanyanya penasaran.
"Aku akan memecatnya tidak lama lagi karena kurasa pengacara itu juga salah satu orang Stella, jadi kalau aku terus memakai nya itu sama saja aku bunuh diri dengan minum racun secara perlahan".
"Bukanya anda sudah melakukan itu sejak beberapa tahun ini hanya saja anda tidak sadar",gumam Harven yang masih bisa didengar oleh Brian tapi tidak ditanggapi oleh pria tua itu.
"Jadi segera siapkan semua berkas yang aku butuhkan untuk mengganti nama nama pewarisku secepatnya dan kali ini aku tidak menerima penolakan mu",perintah Brian yang membuat Harven hanya bisa menghembuskan nafas keras mendengar itu.
"Katakan kisi kisinya pada saya lalu akan saya buatkan nanti, setelah selesai anda bisa memeriksanya",pinta Harven yang diangguki oleh Brian.
"pertama aku ingin memberikan 15 persen saham milikku untuk ibu calon cucuku".
"Anda akan punya cucu, siapa?",tanya Harven lupa kalau Amera adalah istri Adam dan sekarang sedang hamil anak pria itu yang berarti bayi dalam perutnya nanti adalah cucu Brian Maxwell.
"Kau menyebalkan,"gerutu Brian kesal.
"Maaf saya lupa kalau nona Amera adalah menantu anda karena kalian tidak mengumumkannya secara resmi".
"Aku akan mengumumkan setelah semua masalah ini selesai kalau aku masih hidup",ucap Brian yang membuat Harven langsung terdiam mendengar nya entah mengapa tenggorokannya langsung tercekat begitu mendengar itu seolah pria tua dihadapannya itu sekarang sedang mengucapkan salam perpisahan padanya.
"Sebaiknya anda lanjutkan lagi orang orang yang akan menerima saham milik anda tuan",celetuk Harven yang diangguki oleh Brian.
__ADS_1
"Yang kedua calon cucuku dia akan mendapat 10 persen saat dia terlahir kedunia nanti sebagai hadiah atas kelahirannya dariku".
"Lalu siapa lagi tuan",ucap Harven dengan suara yang sedikit bergetar saat bicara.
" Untuk Geo aku memberikan 20 persen saham milikku dengan syarat dia akan berpisah dari Ariana selamanya dan kalau dia tidak mau maka aku akan membatalkan pemberianku itu tanpa toleransi".
"Anda yakin akan memberikan saham anda sebanyak itu pada tuan Geo?",tanya Harven yang diangguki oleh Brian.
"Meski bagaimana pun dia juga putraku.Dia adalah anak pertamaku dan Eleora yang menerima seluruh limpahan kasih sayang kami seutuhnya saat itu bahkan meski dia bilang kami tidak adil padanya sejak kelahiran Adam karena dia bukan putra kandung kami tapi dihatiku dan Eleora dia akan tetap menjadi putraku Harven",ucap Brian dengan tatapan kosong saat mengatakannya.
"Apa artinya ini sudah selesai?",tanya Harven yang digelengi oleh Brian.
"5 persen sahamku kuberikan untuk Ariana gadis yang pernah kuanggap sebagai putriku terserah dia akan menggunakan saham yang kuberikan itu untuk apa karena aku memberikannya sebagai bentuk rasa perduliku kalau nanti aku harus membunuh kedua orang tuanya saat kami tidak bisa lagi menahan diri".
"Kenapa anda bicara seolah olah anda sedang mempersiapkan kematian anda tuan Brian?",tanya Harven dengan perasaan tidak suka.
"Bukan seperti itu Harven.Aku hanya berusaha memikirkan kemungkinan terburuk yang akan aku alami nanti.Lebih baik aku yang mati ditangan perempuan ular itu dibandingkan mereka yang masih muda bukan",celetuk Brian dengan tersenyum tipis kearah Harven.
"Jangan bicara begitu tuan Brian anda punya banyak anak buah yang anda bayar kenapa anda berpikir kalau anda akan terluka hanya karena nyonya Stella".
"Aku juga dulu berpikir begitu Harven tapi lihatlah apa yang bisa dia perbuat dengan keluargaku selama ini.Jadi kali ini aku tidak ingin meremehkannya lagi seperti dulu".
Harven menarik nafas keras mendengar semua itu.
"Jadi...Apa yang akan anda lakukan pada nyonya Stella?",tanyanya penasaran dan berharap dia bisa melakukan sesuatu untuk membantu pria tua itu karena sebelum Eleora yang juga merupakan teman dekatnya menjadikannya sebagai pengacaranya dia juga meminta padanya untuk ikut mengawasi Adam dan Brian agar mereka bisa hidup dengan baik kalau dia sudah tidak ada.
__ADS_1
"Ada yang akan aku lakukan, tapi kurasa kau tidak perlu tau karena kalau aku mengatakan apa yang akan aku lakukan padanya aku takut kau akan membuat rencanaku nanti gagal".
"Ternyata anda tidak percaya padaku seperti nyonya Eleora tuan Brian",celetuk Harven pura pura kesal pada pria tua itu.
"Itu benar karena aku tidak sebaik Eleora.Aku belum bisa menganggapmu temanku karena sebenarnya bagiku tidak ada satu orang didunia ini yang bisa kupercaya selain Eleora selama hidupku. Meski aku tau apa yang kulakukan padanya sudah mengecewakan nya. Jadi sebagai penebus rasa bersalahku aku tidak berniat percaya pada siapapun lagi".
"Huh!Rumitnya menghadapi anda.Apalagi sekarang setelah usia anda semakin tua semakin membuat kesal karena banyak permintaan".
Brian tertawa mendengar ucapan Harven.
"Kau juga akan mengalaminya nanti kalau kau sudah setua aku Harven, jadi saranku mumpung kau belum tua carilah teman hidup jangan hanya berteman dengan pekerjaan".
"Saya lebih baik berteman dengan pekerjaan dibanding harus punya teman hidup seperti milik anda",balas Harven yang lagi lagi dibalas Brian dengan tertawa keras lalu bangkit dari duduknya.
"Sudahlah kurasa aku tidak ingin pergi kalau kau terus saja mengajakku mengobrol jadi sebaiknya aku pergi sekarang karena meski tua tapi aku adalah orang tua yang sangat sibuk".
"Segeralah pensiun tuan Brian jangan sampai anda melewatkan masa masa keemasan ada sebagai seorang kakek bagi cucu anda nanti!".
"Saran yang bagus.Kalau begitu aku harus bekerja keras dalam beberapa bulan ini sebelum cucuku lahir".
Lalu Brian berjalan keluar dari kantor Harven meninggalkan Harven sendiri dalam diam dengan menatap catatan yang baru saja dibahasnya dengan Brian tadi.
"Semua sudah dibagi tapi kenapa dia menyisakan 5 persen saham miliknya tanpa mengatakan untuk siapa? Aneh sekali",gumam Harven begitu membaca pembagian saham yang dikatakan Brian tadi.
"Atau dia lupa?Tapi kurasa itu tidak mungkin.Aku rasa dia memang sengaja menyisakan 5 persen ini tanpa mengatakan padaku untuk siapa saham itu, meski aku bisa menduganya tanpa perlu dia beritau", celetuk Harven lalu mulai melakukan permintaan Brian dengan berniat mulai menyiapkan semua berkas yang berkaitan dengan ke Absahan ucapan Brian tadi yang akan menjadi surat wasiat pria itu nantinya.
__ADS_1