
"Apa!Belajar menangani Cafe kenapa?", tanya Amera terkejut mendengar keinginan Adam.
Adam menarik nafas keras dengan tidak mengalihkan tatapannya dari Amera yang menanti jawabannya.
"Aku...berniat untuk masuk keperusahaan Maxwell....",jawabnya dengan ekspresi gugup yang tidak bisa disembunyikannya dari Amera.
"Maksudmu kau berniat melamar kerja disana?", tanya Amera yang dijawab gelengan oleh Adam.
"Lalu?".
"Aku.....berniat kembali kekeluarga Maxwel Amera".
Deg!
Ekspresi Amera langsung berubah mendengar ucapan Adam.
"Maksudmu.....Apa Dam?",tanyanya tidak mengerti.
Adam menarik nafasnya lalu meraih tangan Amera untuk mengajaknya bangkit dari tempat mereka sekarang.
"Mari kita bicara serius Mer",ajak Adam dengan mengajak Amera pindah keruang depan karena sepertinya sekarang dia perlu menjelaskan yang sebenarnya siapa dirinya pada Amera dengan berharap Amera bisa mengerti.
"Aku berniat kembali kekeluarga Maxwell.Bukan, lebih tepatnya berniat masuk keperusahaan Maxwell dalam waktu dekat ini jadi....kau bisa mengelola Cafe menggantikan diriku karena setelah aku masuk keperusahaan,aku tidak akan punya waktu lagi untuk mengurus cafe seperti sebelumnya".
Amera diam dengan maksud mencoba mencerna apa sebenarnya yang sedang dibicarakan Adam sekarang dengannya. Hanya ingin pindah tempat kerja baru atau memutuskan kembali keluarganya yang dia bilang sudah membuangnya dulu,tapi kenapa kalau hanya ingin kembali pada keluarganya dia juga mengatakan akan masuk keperusahaan.Apa selama ini dia melewatkan sesuatu tentang pria muda didepannya ini karena sibuk dengan masalahnya sendiri dan sepertinya benar kalau dipikir lagi dia tidak pernah mencoba mencari tau siapa sebenarnya Adam sejak pertama kali dia melamar kerja dengannya sampai detik ini. Dia hanya mendengar tentang pria itu dari apa yang diceritakannya tanpa tau kebenaran nya.
"Mer...",panggil Adam membuat Amera tersadar dari lamunannya barusan.
"I...iya....",jawabnya dengan menatap Adam yang juga menatap kearahnya.
"Bagaimana?Apa kau setuju?", tanya Adam tidak sabar.
"Kalau kau memang berniat untuk kembali dan juga bekerja di perusahaan besar seperti Max..Well.....".
Amera belum sempat menyelesaikan ucapannya tapi tiba tiba dia menyadari sesuatu tentang Adam dan secara reflek dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya sementara tatapannya terbelalak menatap Adam yang diam tak bergeming dihadapannya.
Adam berusaha meraih tangan Amera yang berada diwajahnya tapi ditepis Amera dengan keras dan tiba tiba Amera menggeser tubuhnya menjauh dari Adam.
__ADS_1
"Mer ada apa?", tanya nya bingung melihat ekspresi Amera yang terlihat syok saat itu.
"Siapa kau?!",tanya Amera keras membuat Adam mengerutkan kening mendengar pertanyaan Amera yang terdengar aneh ditelinganya.
"Aku? Kenapa kau menanyakan itu?Apa ada yang salah sekarang Mer?", tanya Adam bingung.
"Kau yang salah.Kau menipuku!",hardik Amera marah.
"Aku...Menipumu?Kurasa kau sedang salah paham denganku sekarang Mer".
Amera menggeleng.
"Kau datang padaku dengan identitas sebagai orang yang butuh pekerjaan lalu.....dan...seterusnya....Hiks....Hiks.".
Amera tiba tiba menutup wajahnya yang berurai air mata dengan tangan karena mulai menyadari kalau sepertinya Adam yang dikenalnya selama ini punya identitas lain yang tidak biasa.
Melihat Amera tiba tiba menangis Adam langsung mencoba merengkuh tubuh Amera berusaha untuk menenangkan perempuan itu yang ditolak oleh Amera.
"Mer..ada apa denganmu?Apa perkataanku tadi ada yang salah?", tanyanya dengan wajah cemas.
Mendengar pertanyaan Adam Amera semakin keras terisak membuat Adam semakin bingung.
"Kau bohong padaku lagi Dam..Hiks.....Hiks ..",tangis Amera dengan memukul dada Adam yang memaksa merengkuh tubuhnya meski Amera menolaknya.
"Maaf kalau begitu tapi aku tidak merasa melakukannya jadi bisakah kau katakan aku berbohong apa padamu?".
"Siapa kau?",tanya Amera lagi tapi sudah mulai tenang dengan dipeluk Adam.
"Aku....bukankah aku sudah menceritakan padamu siapa aku yang sebenarnya dan bagaimana hubunganku dengan keluargaku",jawab Adam yang dijawab gelengan oleh Amera.
"Bukan itu!",hardik Amera yang membuat Adam Kembali merasa bingung karena Amera tiba tiba meributkan identitasnya lagi sementara dia merasa sudah mengatakan itu beberapa waktu lalu dan sebenarnya sekarang dia ingin mengajak Amera bicara tentang rencananya yang ingin mulai bekerja diperusahaan Maxwell.
"Lalu?".
"Kau....seorang Maxwell.Apa itu benar?",tanya Amera yang dijawab anggukan oleh Adam
"Ya bukankah aku sudah menceritakannya beberapa waktu lalu dan sejak pertama aku memperkenalkan diri aku juga memperkenalkan diriku sebagai Maxwell.Apa ada yang salah dengan nama itu Mer?".
__ADS_1
"Tentu saja ada dan kau tau aku baru menyadarinya beberapa menit yang lalu soal itu",ucap Amera ketus.
"Apa yang baru kau sadari?", tanya Adam tidak mengerti.
"Apa kau putra Brian Maxwell dan yang kau maksud ingin kembali itu maksudmu kembali kekeluarga Brian Maxwel yang itu lalu maksud mu yang mengatakan ingin masuk keperusahaan itu apa masuk keperusahaan keluarga Maxwel yang merupakan perusahan..".
Adam menghentikan semua ucapan Amera dengan menutupkan tangannya kemulut perempuan itu.
"Ya,tapi aku Kembali bukan untuk seperti apa yang ada dipikiranmu itu".
"Lalu?",tanya Amera bingung.
"Aku terpaksa melakukan ini karena aku ingin melindungi kalian Mer",terang Adam yang membuat Amera balik dia yang bingung.
"Kenapa demi aku maksudku kami",ralat Amera.
Adam membenamkan kepalanya keceruk leher Amera menghirup aroma tubuh perempuan itu yang membuat perasaannya merasa tenang dengan melakukan itu.
''Aku tidak ingin melakukan ini dan aku ingin terus menjadi Adam yang sekarang tapi....".
Adam menengadah menatap Amera yang juga menatapnya.
"Aku sekarang terlalu lemah untuk bisa melindungimu dan calon anak kita tanpa pengaruh nama besar Maxwell jadi karena itu aku memutuskan untuk kembali Sayang".
"Kenapa kau memaksakan diri Dam .Kalau kau tidak ingin kau tidak perlu melakukannya.Kau bisa tetap menjadi dirimu sekarang aku tidak keberatan".
Adam menegakkan tubuhnya dari posisinya memeluk Amera lalu menatap kedepan dengan kosong sebelum menjawab Amera.
"Mungkin semua terlihat sederhana, itu juga yang kurasakan sebelum kita bertemu.Tidak perduli dengan apa yang dipikirkan orang tentang ku dan tidak perduli apakah aku bisa bertahan hidup sampai besok atau tidak.Tapi setelah bertemu dengan mu dan akan ada anak diantara kita pemikiran ku tentu saja berubah".
"Tapi apa harus sampai kau melakukan hal yang tidak kau inginkan seperti itu.Aku sudah bilang tidak keberatan menerimamu yang sekarang dan jujur saja aku merasa lebih nyaman dengan dirimu yang ini".
"Aku juga sayang, tapi hubungan dalam keluarga kami terlalu rumit untuk dipahami orang biasa seperti dirimu dan aku menghawatirkan itu.
"Apa yang akan terjadi pada kita Dam?", tanya Amera cemas.
"Tidak ada kalau aku kembali kekeluarga itu untuk mengambil hakku sebagai putra tunggal Brian Maxwell",ucap Adam yang masih tidak dipahami oleh Amera.
__ADS_1
.