Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
68.Ayo Ikut Aku Kekantor.


__ADS_3

"Kau yakin akan pulang sekarang Sayang?",tanya Adam yang dibalas anggukan oleh Amera.


"Dua hari berada dirumah sakit sudah cukup membuatku sangat bosan Dam",balas Amera dengan tersenyum kearah Adam.


"Baiklah kalau memang kau merasa sudah tidak papa tapi itu berarti aku harus meninggalkanmu untuk bekerja lagi dikantor . Apa kau tidak masalah Sayang?'',tanya Adam sedikit cemas tapi tanggungan pekerjaannya yang m numpuk dikantor tidak bisa ditinggalkannya terlalu lama.


Cepat cepat Amera menggeleng untuk membuat Adam merasa tenang kalau nanti akan meninggalkannya pergi meski dia tidak terlalu suka.


"Aku bisa bersama Veronica kau jangan terlalu khawatir".


"Tapi kau harus tetap ingat saran dokter jangan bandel.Oke Mommy",pinta Adam yang dijawab Amera dengan mengangkat tangannya kedahi berpose pura pura hormat pada Adam.


"Siap Daddy".


"Baiklah kalau begitu ayo kita pulang sekarang".


Lalu Adam mengajaknya keluar dari ruang perawatan menuju mobil mereka.


" Aku sudah menghubungi kak Vero supaya dia menemanimu hari ini dan dia bilang akan datang setelah membereskan masalah pembatalan kontrak Mu dengan Star Agensi baru setelah itu aku akan meninggalkanmu untuk kembali kekantor. Kau tidak masalah kan Sayang?",tanya Adam dengan menoleh kearah Amera yang langsung menggeleng


"Pergilah aku tidak papa".


Adam menghela nafas dengan keras mendengar jawaban Amera membuat Amera mengerutkan keningnya karena heran.


"Kenapa?",tanyanya yang dibalas gelengan oleh Adam.


"Tapi kau baru saja menghela nafas Dam".


"Aku hanya merasa berat untuk meninggalkanmu itu saja",jawab Adam dengan meraih tangan Amera dan menggenggamnya erat yang dibalas Amera dengan menyandarkan kepalanya kebahu Adam.


"Aku akan merasa kesunyian nanti tapi....".

__ADS_1


"Mau ikut aku pergi kekantor?",tanya Adam tiba tiba yang membuat Amera langsung menoleh kearah Adam sedikit terkejut dengan ajakan tiba tiba pria itu.


"Ayolah sayang ikut aku kesana hari ini agar aku tidak cemas padamu",mohon Adam yang tidak dijawab Amera karena dia merasa ragu untuk menerima ajakan Adam.


"Sayang....",bujuk Adam lagi dengan ekspresi memohon agar Amera setuju dengan keinginannya itu.


"Dam kurasa itu..".


"Tidak ada salahnya sekali kali kau ikut aku kesana ,toh sebagian orang sekarang juga mulai tau hubungan kita Sayang".


"Benarkah?".


Adam mengangguk"Ya tentu saja".


"Lalu bagaimana dengan Vero.Bukankah kau tadi sudah menghubunginya untuk memintanya menemaniku hari ini".


"Aku akan mengatakan padanya kalau kau berubah pikiran dan berniat ikut aku pergi kekantor hari ini",terang Adam yang dijawab Amera dengan Kedikan bahu.


"Apa itu artinya kau setuju?",tanya Adam yang tidak dijawab Amera tapi memilih mengeratkan pelukannya kelengan pria itu yang dibalas Adam dengan mengecup puncak kepala Amera.


"Ayo turun",ajak Adam dengan mengulurkan tangannya pada Amera yang langsung disambut Amera.


"Aku merasa gugup",celetuk Amera didekat tubuh Adam membuat Adam langsung membawa jemari Amera kebibirnya.


"Jangan gugup ada aku disampingmu",balas Adam dengan tidak melepaskan tautan jari mereka saat berjalan masuk kedalam kantor perusahaan Maxwell.


Amera pura pura tidak memperhatikan orang orang yang menatap kearahnya dengan berbagai macam ekspresi saat melihatnya masuk kedalam kantor perusahaan Maxwell bergandengan tangan dengan Adam meski sejujurnya dia merasa tertekan dengan tatapan mereka padanya.


"Berhenti menahan nafasmu",perintah Adam dengan menyeka keringat yang menetes didahi Amera setelah mereka berada didalam lift yang membawa mereka kelantai tempat kantor Adam berada.


"Kau benar aku seolah hampir tidak bernafas saat semua orang menatapku tadi",celetuk Amera dengan menyandarkan kepalanya kedada Adam dengan niat menenangkan diri. Tapi reflek dia mengangkat kepalanya dari dada Adam begitu mendengar suara pintu lift terbuka dan terdengar beberapa orang tampak masuk kedalam Lift.

__ADS_1


Adam reflek menarik Amera mendekat kearahnya seolah ingin menunjukan keposesifannya ke Amera pada tiga orang pria dengan satu orang pria berusia setengah baya yang baru masuk kedalam lift itu.


Amera langsung merasakan udara didalam lift berukuran tidak lebih dari 2 meter persegi itu terasa menjadi sangat pengap karena sikap yang ditunjukan Adam pada para pria itu.


"Apa dia sudah boleh keluar dari Rumah Sakit?",tanya si pria paruh baya yang terlihat sangat berwibawa itu.


"Ya",jawab Adam dengan singkat pada pertanyaan pria itu yang membuat Amera berusaha menduga duga siapa pria paruh baya itu sebenarnya atau lebih tepatnya apa sebenarnya hubungan pria itu dengan Adam.


"Bagaimana kondisimu nona?Apa sudah membaik?",tanya pria itu tanpa disangka oleh Amera membuat Amera sedikit terkejut mendengarnya.


"E...I..iya dokter bilang saya hanya syok saat itu",terang Amera dengan berusaha mengintip ekspresi pria paruh baya itu dan Adam yang ternyata sama sama berekspresi dingin.


"Syukurlah kalau begitu",ucapnya lagi lalu keluar dari lift lebih dulu begitu pintu lift terbuka seolah dia sengaja melakukan itu mungkin karena merasa Amera seolah tidak nyaman dengan interaksi dari dia dan Adam yang terlihat jelas sangat tidak mengharapkan pertemuan tadi.


"Menjengkelkan",gerutu Adam dengan menarik nafas keras setelah pintu lift tertutup dibelakang ketiga pria itu.


"Dia..tuan Brian Maxwell..Ayahmu bukan Dam?",tanya Amera dengan suara pelan Karena khawatir Adam tidak suka dengan pertanyaannya itu.


"Iya.Dan aku tidak suka dengan sikapnya yang pura pura perduli seperti tadi",jawab Adam dengan menyandarkan tubuhnya didinding lift dengan tatapan kosong.


Meski banyak pertanyaan dibenak Amera tapi berusaha ditahannya karena melihat ekspresi Adam saat itu dan memutuskan untuk diam sampai mereka tiba diruangan pria itu.


"Aku saja yang akan menghubungi Veronica", pintanya begitu mereka tiba diruangan Adam yang diangguki Adam dengan ikut duduk disamping Amera disofa ruang kerjanya membuat Amera mengerutkan keningnya heran.


"Kau tidak bekerja?",tanya Amera yang dijawab Adam dengan menyandarkan kepalanya kepundak perempuan itu dengan diam.


"Dam..",panggil Amera dengan menyentuh puncak kepala Adam.


"Sebentar saja Sayang.Aku butuh kekuatanmu sekarang",ucapnya dengan tidak beranjak.


"Kalau begitu sini kupeluk kau untuk menyalurkan kekuatanku padamu",balas Amera dengan menarik tubuh Adam kedalam pelukannya dan memeluknya seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk.

__ADS_1


"Tidak papa Daddy semua pasti akan baik baik saja ayo semangat lagi",bujuk Amera yang dibalas Adam dengan mengeratkan pelukannya ketubuh Amera karena dia bisa merasakan kalau pertemuan mereka dilift dengan Brian Maxwell tadi sangat mempengaruhi Adam dan sejujurnya dia juga mengalaminya tadi.


"Well....kupikir calon pewaris perusahaan Maxwell sedang bekerja keras sekarang tapi...Apa yang kulihat ini?Tenyata dia hanya anak manja yang dengan tidak tau malunya bermesraan dikantor",celetuk Geo sinis pada Adam dan Amera yang reflek terkejut karena tiba tiba saja pria itu sudah ada didalam kantornya.


__ADS_2