
"Iya ayo kita lakukan",ucap Amera pelan tapi masih bisa didengar oleh Adam yang langsung menegakkan tubuhnya dan menatap kearah Amera yang seolah tersadar kalau dia barusan sudah menyetujui ajakan menikah dari Adam yang sejak kemarin selalu berusaha ditolaknya dengan keras.
Amera bermaksud meralat jawabannya barusan tapi langsung terdiam saat melihat ekspresi Adam yang seolah mengatakan 'Kau tidak bisa mundur lagi sekarang '.
"Baiklah kita akan menikah besok jadi hari ini kau harus istirahat total supaya....".
"Tunggu Dam!".
Amera meminta Adam segera menghentikan perkataan nya karena kembali merasa syok waktu mendengar pria muda itu mengajaknya menikah besok.
"Ada apa?",tanya Adam dengan kembali mencondongkan wajahnya mendekat kearah Amera yang reflek langsung mendorong tubuh pria itu karena kedekatan mereka beberapa jam ini sudah membuat jantungnya tidak karuan dia seperti baru saja melakukan lari maraton.
"Apa harus besok?",tanyanya dengan ekspresi bingung memikirkan akan menikah lagi dijarak waktu sedekat ini dengan dua orang pria yang berbeda dan dengan alasan berbeda.
"Apa terlalu lama?Kalau begitu hari ini bagaimana?",balas Adam dengan mengambil ponsel disakunya lalu terlihat menghubungi seseorang tapi sebelum orang yang dihubunginya menjawab Amera segera bangkit dan menahan tangan Adam yang sedang memegang ponsel.
"Wait,mari kita bicara dulu sebelum semuanya deal",pinta Amera yang dijawab gelengan oleh Adam.
"Jangan berpikir untuk mundur lagi setelah kau mengatakan iya barusan Mer",tekan Adam yang dibalas gelengan oleh Amera.
"Bukan,tapi sebelum kita benar benar menikah setidaknya kita perlu bicara banyak hal dulu bukan, supaya semuanya jelas".
"Baiklah.Ayo kita bicara",jawab Adam dengan kembali memasukkan ponselnya kedalam saku lalu menghempaskan tubuhnya disamping Amera dengan memberi sedikit jarak.
Amera menghela nafas lalu mulai bicara.
"Pertama tama mari kita buat surat perjanjian pernikahan dulu".
"Untuk apa?".
"E...supaya dengan pernikahan ini tidak ada dari kita berdua yang merasa dirugikan bagaimana?".
__ADS_1
"Aku tidak setuju",jawab Adam dingin.
"Kenapa?Apa kau berniat kita menikah begitu saja lalu saat ada masalah kita bisa langsung bercerai begitu?!",balas Amera kesal.
"Sudah kukatakan minimal 1tahun kau boleh bercerai dariku kalau dalam kurun waktu itu kita berdua tidak menemukan titik kecocokkan dan hubungan pernikahan ini hanya akan membuat anak kita nanti menderita tapi sebenarnya aku tetap tidak berniat bercerai denganmu karena dalam sejarah panjang keluargaku tidak pernah ada perceraian".
Amera langsung seperti menerima skakmat mendengar jawaban Adam.
"Baik minimal satu tahun dan kurasa itu waktu yang cukup untuk semuanya kembali normal dalam hidupku".
"Jadi kau benar benar punya niat bercerai denganku setelah anak kita lahir nanti?",tanya Adam merasa kesal dengan keras kepalaan Amera.
"Kenapa tidak bukankah hubungan kita dimulai dari sebuah kesalahan jadi....".
"Lalu apa kau penganut kuat sebuah hubungan yang dimulai dari pendekatan pacaran lalu dilamar dengan dibumbui penghianatan dan akhirnya ditinggalkan didetik detik terakhir".
"Bukan seperti itu!".
"Apa yang bukan seperti itu, buka matamu dan lihatlah kenyataan yang terjadi padamu ini Mer".
"Itu karena aku telah membuat kesalahan dengan hamil anak mu hingga membuat pernikahan ku dan Elvan menjadi kacau".
Kali ini Adam yang menghela nafas keras karena kesal.
"Meskipun sudah melihat bukti perselingkuhan yang dilakukan oleh Elvan sibrengsek itu kau tetap saja masih berusaha membelanya membuatku benar benar ingin menghajar pria brengsek itu sampai tidak bisa lagi bangun selamanya",gerutu Adam yang membuat wajah Amera memucat mendengar nya.
"Jangan berani kau lakukan!",hardik Amera refleks tanpa sadar larangannya membuat ekspresi Adam berubah jadi dingin.
"Kenapa?!".
"Ka...karena....",Amera bingung bagaimana mengatakannya karena sekarang Adam sudah terlihat sangat marah padanya.
__ADS_1
"Akan kulakukan kalau perlu sekarang juga dengan menyuruh orang orang kenalanku menangkapnya lalu membawanya ketempat sepi dan menghabisinya disana setelah itu...".
"Tolong jangan lakukan tindakan gila itu Dam karena aku tidak suka kalau calon ayah anakku bersikap seperti seorang preman yang kasar".
"Kalau begitu ayo kita menikah sekarang dan berhenti selalu terus mengingat pria itu dari sekarang dan seterusnya".
"Ba...baik tapi kau harus berjanji tidak akan melakukan apapun pada Elvan nanti".
"Untuk sekarang baiklah karena dia juga tidak melakukan apa apa padamu tapi aku tidak akan diam saja kalau dia berani menyentuh milikku".
"Aku akan mencoba menghindarinya aku janji",balas Amera merasa takut kalau Adam akan melaksanakan ancamannya pada Elvan yang membuat Amera khawatir kalau Adam yang akan terluka nantinya kalau membuat masalah dengan mantan calon suaminya itu yang merupakan orang cukup berpengaruh dikota ini dan pasti dia tidak akan memberi ampun pada Adam kalau tau ternyata Adamlah pria yang sudah tidur dengan Amera sampai hamil sekarang.
Bahkan Amera yakin banyaknya wartawan gosip yang mencari berita dengan datang ketempatnya itu juga merupakan perbuatan Elvan yang ingin mempermalukannya secara langsung karena marah dan kesal padanya karena sudah dihianati Amera.
"Baguslah tapi yang penting sekarang ayo kita legalkan dulu pernikahan kita ini secepatnya agar sibrengsek itu tidak punya celah untuk merayumu lagi".
"Baiklah lakukan apa yang kau inginkan karena aku lelah terus kau tekan seperti ini dari dalam sekarang lalu dari luar pihak Elvan juga berusaha melakukannya".
"Semuanya akan segera baik baik saja dan kehidupanmu pasti akan segera normal seperti dulu lagi percayalah padaku",ucap Adam dengan menyentuh lembut wajah Amera yang terlihat pucat dan lelah.
"Kuharap itu betul karena kalau ini terus berlangsung aku berpikir untuk berhenti sementara dari dunia hiburan".
"Lakukanlah kalau kau merasa itu membuatmu bisa merasa tenang Mer".
"Semuanya tidak semudah kelihatannya Dam apalagi dengan kondisiku sekarang,waktuku bekerja sebelum istirahat karena kehamilanku tidak lama lagi jadi....sepertinya aku tetap harus bekerja dulu meski berat".
"Baiklah lakukan apa yang kau inginkan selama kau baik baik saja dengan itu",balas Adam dengan mendekatkan wajahnya kearah Amera lalu mencium dahi mata dan kedua pipi Amera secara bergantian lalu terakhir mengecup bibir dengan sedikit melu*at nya membuat Amera hanya bisa mengerjab kerjabkan bola matanya setelah Adam mengakhiri ciumannya.
"Aku akan keluar untuk mengurus berkas pernikahan kita lalu setelah selesai aku akan kembali kemari jadi kau bisa menandatanganinya disini saja nanti".
Amera hanya bisa menjawab semua yang dikatakan Adam padanya itu dengan anggukan karena sebagian isi kepala nya masih melayang akibat ciuman lembut yang Adam lakukan barusan.
__ADS_1
"Kalau begitu aku pergi dulu,sementara aku pergi istirahatlah karena kalau menurut dokter kondisimu sudah pulih ayo kita pulang setelah selesai menandatangani berkas pernikahan kita".
Lagi lagi Amera hanya mengangguk sebagai jawaban pada Adam yang setelah mengatakan itu lalu berdiri dari duduknya dan keluar ruang perawatan Amera.