
"Ini foto dan video Mantan calon suami nona Amera bersama para perempuan selingkuhannya kak Vero",ucap Adam dengan menyerahkan sebuah map coklat kepada Veronica.
"Terimakasih Dam meski aku tidak tau ini akan banyak membantu atau tidak karena apa yang dituduhkan pada Amera semua benar dan kedudukan Amera lemah dalam hal ini".
"Tapi itu akan bisa tetap jadi pertimbangan nanti dan kalau ada para reporter atau Netizen serta paparazi yang sengaja dikirim pihak Elvan untuk menyakiti Amera kita bisa menempuh jalur hukum kak Vero".
"Kurasa itu juga akan kami perlukan karena sepertinya setelah konfrensi pers ini masalah sebenarnya akan datang".
"Aku akan membantu kalau kalian berdua perlu bantuan".
"Terimakasih Dam,kurasa apa yang kau lakukan selama ini pada Amera sudah merupakan bantuan yang sangat berarti untuknya".
"Itu sudah sepantasnya kulakukan.Sekarang aku akan berdiri dibelakang layar kalau terjadi sesuatu pada nona Amera segera beritau aku kak",pinta Adam lalu pergi dari hadapan Veronica yang menjawab ucapan pria muda itu hanya dengan anggukan lalu pergi dari tempat itu untuk menemui Amera.
"Bagaimana?Apa aku harus keluar sekarang?", tanya Amera dengan perasaan gugup.
"Sebentar lagi kita menunggu Kepala Agenci yang akan ikut hadir dalam konfrensi pers kali ini".
"Kepala Agenci?Bukannya diawal hanya aku dan wakil dari Agenci ini yang akan memberi keterangan lalu kenapa sekarang kepala Agenci yang katanya sedang tidak berada ditempat yang akan ikut memberikan keterangan juga?".
"Rencana berubah didetik detik terakhir Mer".
Mendengar itu Amera merasa semakin gugup saja.
"Ver,apa kau melihat Adam?",tanyanya tiba tiba yang membuat Veronica sedikit mengerutkan keningnya mendengar Amera mencari pria muda yang menjadi supirnya selama ini itu.
"Aku baru saja bertemu dengannya ditangga.Ada apa kau mencarinya?".
"Bisa kau panggilan dia, aku ingin bicara dengannya sebentar",pinta Amera yang diangguki oleh Veronica karena melihat wajah Amera yang terlihat pucat.
"Tunggulah aku akan meninggalkannya".
Setelah itu Veronica keluar dari ruang tunggu meninggalkan Amera sendiri.
Dan tidak lama dia kembali bersama Adam yang terlihat cemas melihat Amera yang terlihat pucat tapi tidak bisa langsung bertanya karena ada Veronica disana.
__ADS_1
"Bicaralah aku akan mengambilkan air minum untukmu Mer",ucap Veronica dengan keluar dari ruangan itu meninggalkan mereka berdua.
Setelah Veronica keluar Adam segera menutup rapat pintu ruangan karena khawatir ada yang akan mendengar pembicaraan mereka sekarang.
"Apa kau baik baik saja Mer?",tanya Adam dengan mendekat dan membungkuk didekat Amera yang duduk disofa singgle diruangan itu.
"Sejujurnya aku sangat gugup Dam tapi aku tau aku harus melakukan ini sekarang agar masalahnya bisa segera selesai",terang Amera dengan menatap wajah Adam yang juga sedang menatap kearahnya.
Sebenarnya Adam ingin merengkuh Amera dalam pelukannya tapi tempat itu terlalu rawan untuk dilihat oleh orang yang bermaksud tidak baik pada Amera jadi Adam hanya berdiri disamping istrinya tanpa melakukan apa apa.
"Semua pasti akan baik baik saja percayalah sayang",ucap Adam dengan suara rendah.
"Ya aku tau Dam dan terimakasih selalu ada disamping ku".
"Bukankah itu salah satu kewajibanku sebagai suami untuk memberi rasa aman pada kalian berdua".
"Iya karena itu aku merasa sangat berterimakasih padamu".
"Mau kubuat supaya kau tidak merasa gugup lagi saat tampil didepan wartawan nanti?".
"Hah!".
Melihat ekspresi Amera yang tersipu dengan sengaja Adam mendekatkan wajahnya kearah Amera yang refleks membuat Amera memejamkan matanya karena berpikir Adam akan meraih tengkuknya dan mencium bibirnya tapi setelah dia memejamkan mata ternyata tidak terjadi apa apa membuat Amera perlahan membuka sedikit matanya untuk mengintip apa yang sedang dilakukan Adam sekarang dan dia tersentak karena ternyata Adam hanya memandang dirinya dengan jarak yang sangat dekat tanpa melakukan apapun.
"A..apa yang sedang kamu lakukan Dam?!",tanya Amera dengan mendorong wajah Adam menjauh dari hadapannya.
Adam menggeleng.
"Sebenarnya aku berniat menciummu tapi sepertinya nanti saja karena aku khawatir mendadak ada yang membuka pintu itu",jawab Adam menoleh kearah Pintu ruang istirahat Amera.
"Memangnya kau tidak mengunci pintu ruang istirahatku tadi saat Vero keluar?",tanya Amera dengan ekspresi polosnya.
"Haruskah?",tanya Adam dengan Kembali mendekatkan wajahnya kearah Amera.
"Harus apa?".
__ADS_1
"Haruskah kukunci pintunya lalu ayo kita berciuman kurasa waktunya masih sempat kalau hanya sekedar kissing Mer".
Seketika Amera mendorong keras tubuh Adam lalu segera bangkit dari duduknya.
"Berhenti berpikir me*um sekarang karena sebentar lagi aku harus berperang dengan para wartawan menyebalkan itu".
"Kurasa dengan Kissing bisa memberimu energi ekstra untuk melawan mereka".
"Adam!",hardik Amera cukup keras sampai Veronica yang berada didepan pintu langsung bergegas masuk kedalam.
"Apa yang terjadi Mer?!",tanyanya sedikit panik tapi langsung bernafas lega saat melihat Amera baik baik saja bahkan sangat baik dibanding tadi waktu ditinggalkannya.
"Oh kak Vero sudah kembali",tegur Adam dengan ekspresi polosnya membuat Amera memasang wajah cemberut dihadapan mereka berdua.
"Iya,ini air minumnya Mer",ucap Veronica dengan mengangsurkan botol air mineral kearah Amera yang langsung ditolak Amera.
"Tidak perlu.Aku tidak haus lagi",tolaknya masih dengan ekspresi kesalnya.
Melihat Amera menolak untuk minum Adam segera mengambil botol itu dari tangan Vero lau mengangsurkannya pada Amera.
"Minumlah nona Amera meski nona tidak haus",bujuk Adam dengan mendekat kearah Amera yang langsung menggelengkan kepalanya.
"Sudah kukatakan aku tidak ingin minum apa kau tidak mendengarnya Dam",Ucap Amera dengan nada penuh penekanan.
Mendengar itu Adam lalu membuka botol air mineral ditangannya dan mendekat kearah Amera.
"Kalau mommy tidak mau minum sendiri nanti Daddy bantu minum mau",bisik Adam yang membuat Amera langsung merebut air mineral ditangan Adam lalu segera meminumnya.
"Ini,Ayo kita keluar sekarang Vero",ajak Amera lalu bangkit dari duduknya setelah menyerahkan botol air mineral yang masih bersisa separo isinya kepada Adam.
"Baiklah ayo kita keruang konfrensi pers",jawab Veronica dengan mengikuti langkah Amera disampingnya.
Sementara Adam juga mengikuti mereka tapi dari jarak cukup aman agar tidak ada yang curiga.
Sepertinya semuanya sudah berkumpul Mer",bisik Veronica ditelinga Amera saat mereka sudah dekat keruang konfrensi.
__ADS_1
"Itu bagus jadi aku bisa menyelesaikan ini secepatnya Ver",balas Amera dengan langkah penuh keyakinan menuju ruangan tempat konfrensi pers diadakan.
"Nona Amera mari saya antar anda kedalam",ajak petugas keamanan yang berjaga didepan pintu ruang konfrensi pada Amera dan Veronica yang dijawab Amera dengan anggukan anggunnya.