
"What! siapa maksudmu Dam?".
"Tentu saja Elvan",jawab Adam dengan menunjukan ekspresi kesalnya.
"Elvan?Tapi dia tidak pernah menyentuhku, maksudku kami belum pernah tidur bersama kami hanya pernah berciuman dan kurasa itu tidak termasuk bukan?".
"Itu juga termasuk dan aku tetap tidak suka!",balas Adam dengan wajah semakin kesal.
"Itu tidak adil bukankah kau juga pernah berciuman dengan si Ariana itu dan seharusnya aku juga tidak suka karenanya!",balas Amera tak mau kalah karena Adam mengungkit apa yang dilakukannya bersama Elvan dulu sementara dia bukan tidak pernah menyentuh perempuan sebelum dengannya jadi Amera merasa Adam egois.
"Tapi itu waktu aku masih muda jadi kurasa....".
"Buk!Kau egois!".
Tiba tiba saja Amera memukul dada Adam dengan cukup keras lalu menjauh karena kesal dengan naik keatas ranjang dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut sampai tidak ada yang tampak lagi.
Adam sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Amera tapi kemudian dia menjadi tertawa melihat tingkah Amera yang seperti anak kecil sedang merajuk.
Adam ikut naik keatas ranjang lalu berusaha membuka selimut yang dipakai Amera untuk menutupi tubuhnya tapi ditahan oleh Amera hingga mereka berdua sempat melakukan aksi saling tarik selimut sampai akhirnya Amera membuka selimutnya lalu bicara keras pada Adam.
"Apa lagi maumu?!",bentaknya dengan menatap tajam ke Adam yang tepat berada diatasnya.
"Kurasa kau benar".
"Bagian yang mana?!",tanya Amera masih dengan nada ketus.
__ADS_1
"Bagian yang sama sama pernah dicium atau mencium orang lain".
"Lalu?".
"Lalu aku ingin menghilangkannya",ucap Adam.
"Maksudmu bagaimana?".
"Maksudku aku akan membersihkan bagian tubuhmu yang pernah disentuh Elvan dan kau juga harus melakukannya padaku bagaimana?".
"Memang kau tau Elvan pernah menyentuhku dibagian mana?",tanya Amera penasaran.
"Kau harus mengatakannya kalau aku bertanya jadi aku tau".
"Lalu bagaimana denganmu?Memangnya kau masih ingat bagian mana saja yang pernah disentuh perempuan sebelum aku?",tanya Amera penasaran.
"Kalau begitu ayo kita lakukan",ajak Amera dengan membuka selimutnya dan berniat bangkit karena dia berpikir maksud Adam membersihkan itu adalah dengan menyekanya menggunakan air sementara yang dimaksud Adam tentu bukan itu.
"Baiklah kita lakukan sekarang dan jangan mundur lagi kali ini karena aku tidak berniat berhenti Mer".
"Apa kau pikir aku pengecut sampai harus mundur hanya karena harus melakukan itu".
"Aku suka keberanianmu Sayang.Sama seperti malam itu waktu kau juga mengatakan hal ini saat aku masih ragu untuk melanjutkan apa yang sudah kau tantangkan padaku.Jadi jangan mundur lagi sekarang karena aku sudah lama menahannya untuk bisa mengulang kebersamaan kita malam itu Amera sayang",ucap Adam tepat ditelinga Amera lalu sengaja memberikan jilatan menggodanya pada ujung telinga Amera membuat Amera langsung sadar kalau makna perkataan Adam sebenarnya adalah membersihkan dengan mengulang langsung apa yang sudah pernah dilakukan oleh Elvan padanya.
"Dam....".
__ADS_1
"Sttt....tolong jangan mundur sekarang Mer karena aku benar benar menginginkanmu",ucap Adam dengan menyentuhkan jemarinya kebibir Amera dengan gerakan menggoda sebelum dia menyatukan bibir mereka dengan ciuman yang sangat lembut membuat Amera benar-benar tidak bisa menolaknya dan reflek membalas balik apa yang dilakukan pria itu padanya.
"ummmmhhh....".
Amera menggeliat antara geli dan ni*mat saat lidah dan bibir Adam mulai menyusuri setiap jengkal kulit tubuhnya dengan sesekali menggigit dan menyesapnya dibagian bagian sensitif tubuhnya yang entah sejak kapan diketahui oleh pria itu, karena malam saat pertama kali mereka melakukannya dia dalam kondisi setengah sadar akibat pengaruh alkohol yang diminumnya meski bukan berarti dia melupakan apa yang sudah mereka lakukan malam itu hanya saja tentu berbeda dengan yang sekarang karena Adam menyentuhnya dalam keadaan dia benar benar sadar hingga dia bisa merasakan gelenyar gelenyar ditubuhnya setiap kali bibir dan lidah pria itu menyentuh kulitnya secara langsung tanpa kain yang melapisinya karena entah sejak kapan Adam sudah menarik lepas sweater longgar yang dipakainya beserta bra yang membungkus dua benda bulat yang ada didadanya dan sekarang dia juga sedang berusaha menarik rok pendek yang dipakainya dengan tetap diikuti oleh gerakan lidah dan bibirnya dikulit bagian perutnya yang polos hingga membuat Amera tanpa sadar sedikit mengejang karena pusaran gairah yang dirasakannya semakin naik.
"Dam....",desisnya dengan mencengkram puncak kepala pria itu dengan nafas tercekat saat Adam berhasil meloloskan rok yang dipakainya beserta penutup terakhir tubuhnya dan langsung membenamkan wajahnya dibagian inti tubuhnya tanpa ragu sedikit pun.
Amera bermaksud menarik kepala Adam dari sana karena dia merasa tidak nyaman Adam melakukan hal itu.
"Dam hentikan.....jangan menyentuhkan bibirmu disana.....",tolaknya karena jujur saja dia merasakan tubuhnya bergelenyar tidak karuan karena apa yang Adam lakukan sekarang.
"Kenapa... sayang....?",tanya Adam dengan sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Amera yang sudah merah padam dikuasai gairah dan juga malu.
"Itu.....Elvan tidak pernah menyentuhku disitu....",ucapnya berniat untuk menutupi rasa resahnya karena saat Adam menyentuh bagian itu dengan bibirnya Amera merasa dirinya akan meledak.
Mendengar itu Adam tiba tiba kembali membenamkan wajahnya disana tapi kali ini bukan hanya menji*at tapi sengaja menyesap dan menggigit bagian paling inti ditubuh Amera hingga membuat Amera memekik antara ni*mat dan sakit tapi Adam tidak perduli dia semakin liar mengaduk aduk bagian itu karena kesal disaat seperti sekarang perempuan itu masih bisa ingat nama mantan calon suaminya,hingga bayangan saat Elvan mencium Amera dengan penuh na*su kembali diingatnya dan malam ini Adam berjanji dia akan membuat Amera hanya mengingatnya selamanya.
"Adam...akh!!!!....",pekik Amera keras saat merasakan dirinya benar benar akan meledak hanya karena permainan mulut dan jari Adam dibagian bawah tubuhnya.
"Keluarkan sayang ....",ucap Adam dengan tersenyum smrik karena akhirnya dia berhasil membuat Amera mencapai puncaknya yang pertama dan hanya namanya yang keluar dari bibir perempuan itu bukan nama pria brengsek yang sangat dibencinya itu.
Adam menghentikan apa yang dilakukan agar Amera bisa sedikit menarik nafasnya yang terlihat tersengal karena pelepasannya barusan sementara Adam masih belum merasakan apa apa .
Dan saat Amera berpikir permainan Adam sudah selesai tiba tiba Adam melepaskan seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya hingga Amera benar benar bisa melihat sosok Adam secara keseluruhan saat itu beserta bagian yang menjulang tegak setelah celana jeans dan boxer yang dikenakannya sudah dilepaskan.
__ADS_1
"Adam!",pekik Amera reflek karena melihat bagian senjata pusaka Adam ternyata diluar ekspetasinya.Hingga Amera merasa ngeri membayangkan benda itu bisa membuatnya pingsan kalau memasukinya.