
"Lepas!Jangan berani kau menyentuhku Dam karena aku tidak akan diam saja!Aku akan melaporkanmu!",teriak Amera marah dengan
menepis tangan Adam keras.
Amera pikir Adam tidak akan melepaskannya tapi ternyata dia salah Adam langsung melepaskannya bahkan dia memundurkan tubuhnya menjauh dari Amera.
"Maaf aku terbawa emosi barusan Mer",ucapnya dengan berjalan menuju pintu bermaksud keluar dari kamar.
"Kau akan kemana?!",tanya Amera dengan keras.
"Aku butuh udara segar diluar jadi istirahatlah sekarang Mer.Aku akan menghubungi Veronica supaya dia datang kemari untuk menemanimu".
"Apa kau pikir dengan menghindar masalah diantara kita akan selesai begitu saja!".
Adam langsung menghentikan langkahnya mendengar itu.
"Kurasa sekarang kau butuh waktu untuk sendiri Mer begitu juga aku karena aku khawatir kalau aku tidak bisa mengendalikan emosiku lalu menyakitimu seperti barusan".
"Kalau begitu aku akan melaporkanmu, bukankah kau bilang ingin merasakan masuk kedalam penjara jadi aku akan mengabulkan apa yang kau ingin kan sekarang.Anggap itu saja hukumanmu yang tertunda!".
Tanpa sadar Adam menyugar rambutnya dengan keras mendengar apa yang dikatakan Amera barusan lalu membalikkan tubuhnya agar mereka bisa bertatapan.
"Apa mau Mer?",tanya Adam lirih.
"Menghajarmu!",bentak Amera tanpa takut.
Adam langsung membolakan matanya mendengar jawaban Amera.
"Menghajarku maksudmu?".
Amera melangkah turun dari ranjang lalu berjalan mendekat kearah Adam yang masih berdiri didepan pintu dan tanpa Aba aba dia langsung memukul keras dada Adam yang membuat Adam reflek terdorong sampai membentur daun pintu karena tidak menyangka Amera benar benar melakukan apa yang diucapkannya barusan.
"Bhug!".
"Apa sakit?!",bentak Amera keras dengan mendekat kearah Adam yang mengernyitkan keningnya karena merasa pukulan Amera lumayan sakit.
"Ya....lumayan",jawab Adam dengan berusaha menegakkan tubuhnya tapi sebelum dia benar benar berdiri tegak Amera kembali memukul Adam dengan keras tepat didekat ulu hatinya membuat Adam reflek tertunduk karena kali ini rasanya lebih sakit dari yang pertama.
"Bhug!".
Adam meringis dan mendongakkan kepalanya bermaksud mengatakan sesuatu pada Amera tapi sebelum dia mengatakan apa apa.Tiba tiba Amera sudah memukul rahangnya dengan keras bahkan mungkin itu pukulan terkeras yang dilakukannya dari tiga pukulan yang lain, karena setelah melakukan itu Amera ikut meringis menahan sakit dijemari tangannya yang merah, sementara Adam merasa sudut bibirnya luka karena pukulan Amera barusan.
"Sekarang aku hanya akan memukulmu tapi lain kali aku benar benar akan melaporkanmu kepihak yang berwajib agar kau di penjara!.Sekarang pergilah aku lelah ingin beristirahat!",usir Amera keras dengan berbalik bermaksud naik kembali keatas ranjang setelah merasa cukup puas melepaskan kekesalannya yang menumpuk seharian ini dengan memukul Adam sampai Adam kesakitan.
__ADS_1
"Mer... Sayang....".panggil Adam dengan suara lembut.
Amera tersentak saat merasa Adam tiba tiba memeluknya dari belakang.
"A..apa yang mau kau lakukan?Apa kau berniat membalas apa yang baru saja kulakukan padamu?",tanya Amera sedikit khawatir karena tadi dia memukul Adam dengan sungguh sungguh.
Adam menggeleng dengan meletakkan kepalanya di bahu Amera.
"Tidak,tapi maukah kau menghiburku sekarang Amera sayang",pintanya dengan semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Amera.
"Kenapa aku harus menghiburmu?".
"Pliss Amera....".
"Tidak!Sebaiknya pergi saja kau keluar seperti rencanamu semula.Aku takut kalau sekarang disini aku akan memukulmu lebih keras lagi!".
"Tidak papa.Aku tidak keberatan tapi biarkan aku disini sekarang bersamamu".
"Aku ingin istirahat Dam.Aku lelah seharian ini menghadapi dua pria brengsek!".
"Tapi aku berbeda dengan Elvan Mer".
"Iya kau berbeda karena kau lebih brengsek darinya bahkan mungkin dari semua pria yang aku kenal!".
"Kalau begitu buat aku supaya jangan menjadi pria paling brengsek lagi Mer".
"Pliss...".
"Adam!!!".
Amera menghardik Adam dengan keras dan berusaha menepis kepala Adam yang berada dibahunya tapi bukannya melepaskan seperti diawal tadi tapi Adam malah semakin membenamkan wajahnya dibahu Amera dan pelukannya ditubuh perempuan itu juga semakin erat membuat Amera akhirnya mendiamkan saja Adam melakukan itu.
Cukup lama mereka diam dalam posisi seperti itu sampai Amera merasa tubuhnya mulai kebas.
"Dam sakit",ucapnya lirih tapi masih bisa didengar Adam yang langsung mendongakkan kepalanya.
"Bagian mana yang sakit?",tanyanya dengan menatap kearah Amera.
"Kakiku. karena harus berdiri menopang tubuhmu seperti itu".
"Oh maaf aku lupa kalau kita masih berdiri sekarang.Ayo kubawa kau keranjang",ucap Adam dengan tiba tiba membopong tubuh Amera keranjang.
Amera ingin protes tapi kedua kalinya benar benar kebas saat itu karena cukup lama dipakai sebagai topangan , jadi dia memilih membiarkan saja Adam membawanya keranjang dan merebahkan tubuhnya disana.
__ADS_1
Setelah itu Adam memeriksa kedua kaki Amera.
"Apa bagian ini yang sakit tanya Adam dengan memijit lembut kaki Amera.
"Iya,kedua kakiku rasanya kebas".
"Maaf.Sekarang aku akan memijitnya supaya peredaran darahmu kembali normal".
Amera mengangguk dan membiarkan Adam memijit kedua kakinya dan perlahan matanya terpejam karena pijitan yang dilakukan Adam pada nya.
**
Amera tidak tau berapa lama dia tertidur tapi saat dia terbangun dia terkejut karena Adam sudah ada disampingnya dan juga sedang terlelap.
Amera berusaha menyingkirkan tangan Adam yang melingkari perutnya tapi sebelum dia berhasil melakukannya Adam sudah membuka matanya dan langsung menarik Amera mendekat kearahnya.
"Kau sudah bangun?",tanya Adam dengan menatap kearah Amera yang dijawab Amera dengan anggukan.
"sepertinya aku cukup lama tertidur",ucapnya dengan melirik ke jam dinding dikamar yang sudah menunjukan pukul 7 malam.
"Cukup lama",jawab Adam dengan menaikan tangannya kewajah Amera lalu membelainya lembut.
"Lalu kau?".
"Tidak lama setelah kau tidur aku ikut merebahkan tubuhku bersamamu",jawab Adam.
"Oh iya apa ini sakit?",tanya Amera dengan menyentuh sudut bibir Adam yang bengkak dan terlihat ada sisa darah kering disana.
Mendengar pertanyaan Amera Adam ikut menyentuh bagian sudut bibirnya yang terluka lalu menggeleng..
"ini tidak papa Mer besok juga sembuh",jawabnya dengan menjilatkan lidahnya kebagian itu.
"E ..maaf...",ucap Amera dengan nada bersalah.
''Lupakan saja ini bukan apa apa".
"Tapi aku tadi memukulmu dengan sekuat tenaga dan tidak mungkin tidak sakit karena tanganku saja sampai sekarang masih terasa sakit".
"Benarkah coba kuperiksa",ucap Adam dengan meraih tangan Amera yang tadi dipakai perempuan itu untuk memukulnya lalu saat melihat buku buku jari Amera merah Adam lalu mengecupnya dengan lembut dan lama membuat Amera sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Adam.
"Dam".
''Lain kali kalau mau memukulku jangan gunakan tanganmu Mer tapi gunakan sesuatu yang lain supaya tanganmu tidak terluka seperti ini".
__ADS_1
"Kenapa?".
"Karena seluruh dirimu sangat berharga dan aku tidak ingin ada luka sedikit pun padamu".