
"Bagaimana Khabar Ariana sayang?",tanya seorang pria paruh baya pada Stella yang saat itu sedang duduk diBalkon hotel dengan sebatang rokok ditangannya.
"Bagaimana?Tentu baik baik saja.Apa kau pikir aku akan membunuh putrimu hanya karena kau membuat hidupku seperti diNeraka dulu",balas Stella ketus dengan menghembuskan asap rokok yang ada ditangannya keudara.
"Maafkan aku untuk apa yang pernah kulakukan padamu dulu sayang.Tapi semua itu juga karena sibrengsek Brian yang sudah menipuku hingga Bisnisku bangkrut dan aku terlilit hutang direntenir".
"Lalu kau menjual istrimu ini pada sirentenir yang untung saja ada Brian saat itu yang menyelamatkan aku kalau tidak kau tau apa yang terjadi sekarang pada ku dan juga putrimu itu? Kami akan jadi pengemis dipingir jalan!",bentak Stella marah.
Melihat perempuan paruh baya yang masih cantik itu marah pria yang merupakan mantan suami Stella atau lebih tepatnya adalah ayah Ariana itu lalu mendekat dan memeluk perempuan itu dari belakang untuk menenangkan emosi perempuan itu.
"Jangan marah Stella.Aku tau aku salah tapi aku sudah menebusnya dengan berada dipengasingan selama ini dan terpaksa harus mengganti identitasku agar tidak ada lagi yang bisa mengenaliku karena aku sudah dianggap meninggal oleh semua orang.Dan itu sangat sulit untukku sayang karena aku tidak bisa muncul dihadapan kalian sebagai ayah Ariana dan harus melihat sibrengsek itu menggantikan posisi ku disamping kalian",bisiknya tepat ditelinga Stella yang berusaha didorong Stella tapi gagal jadi akhirnya dia membiarkan saja saat pria itu mulai mencumbui bagian lehernya.
"Jangan beralasan lagi Anderson!",hardik Stella tapi tidak lagi terlalu ketus seperti sebelumnya karena pria bernama Anderson itu sudah berhasil menghilangkan kemarahannya dengan ciumannya barusan.
"Tidak.."balasnya dengan melepaskan tubuh Stella lalu menyandarkan tubuh besarnya kebalkon hotel dengan menatap kearah Stella.
"Aku sebenarnya enggan bertemu lagi denganmu tapi aku butuh bantuanmu sekarang karena itu aku bersedia menemuimu saat kau menelpon waktu itu",ucap Stella dengan duduk dikursi yang ada dibalkon itu.
"Bantuan?Apa yang kau mau dariku?Apa harus melenyapkan si Brian brengsek itu?".
Stella menggeleng"Jangan berani melakukan itu kalau kau masih ingin menerima uang dariku sekarang!",hardik Stella yang dibalas dengan Kedikan bahu oleh Anderson.
"Lalu''.
"Putra Eleora Kembali",ucap Stella dengan kembali menghembuskan rokok ditangannya.
__ADS_1
"Putra Eleora maksudmu si Geo?Bukankah katamu dia sudah berada dalam kendalimu selama ini?".
Stella menggeleng"Bukan dia tapi putra kandung Eleora dan Brian yaitu Adam ".
"Dia masih hidup? Bukankah kau dulu bilang akan menghabisinya saat dia terbaring koma .Apa kau gagal melakukannya?",tanya Anderson yang lagi lagi dijawab gelengan oleh Stella.
"Bukan gagal lebih tepatnya aku batal melakukannya karena putri tercintaku itu yang memohon mohon padaku untuk tidak membunuh bocah sialan itu dan sekarang ternyata karena ulah putrimu itu dia malah menjadi duri dalam daging bagiku untuk bisa menguasai harta Brian seutuhnya yang ternyata tanpa sepengetahuanku dulu telah dilimpahkannya separo pada Eleora sebelum si Eleora meninggal",dengus Stella kesal mengingat hal itu.
"Maksudmu sebenarnya Brian sudah membagi harta warisannya sebelum kau menjadi istrinya dulu?".
"Lebih tepatnya saat Eleora memergoki kami selingkuh.Brian mengatakan padaku dia melakukan itu karena merasa bersalah pada Eleora karena menghianati Eleora disaat perempuan penyakitan itu sedang butuh perhatiannya".
"Kenapa kau tidak memintanya menarik lagi harta itu dengan bujuk rayumu bukankah kau ahli dalam hal itu".
Mendengar itu Anderson mendekat kearah Stella lalu membungkuk dihadapan perempuan itu dengan menyentuh wajah cantik Stella.
"Jadi..Apa yang bisa kubantu untuk membuatmu tidak merasa marah lagi Sayang?",tanyanya dengan tersenyum kearah Stella.
"Bunuh Adam",pinta Stella yang dijawab anggukan oleh Anderson dengan tersenyum smrik.
"Membunuh anak kecil seperti itu bagiku tidak masalah.Dia hanya anak burung bagiku jadi aku hanya perlu membunuhnya menggunakan batu kecil saja".
"Sekarang dia bukan lagi anak kecil seperti saat terakhir kali kau melihatnya dulu waktu dia datang kerumah sebagai teman dekat Ariana",terang Stella dengan menepis tangan Anderson dari wajahnya.
"Apa dia sudah tumbuh menjadi kuat?Kurasa tidak karena kau bilang saat itu dia hanya anak manja dan aku rasa dia tetap seperti itu sampai sekarang".
__ADS_1
"Dia sudah banyak berubah Anderson tapi sekuat apapun dia pasti punya kelemahan yang bisa membuatnya tidak berkutik sama seperti Brian yang menjadikan Adam sebagai kelemahannya meski dia tidak pernah mengatakannya padaku"..
"Kelemahan bocah manja itu?Apa kau ingin memintaku untuk mencari kelemahan bocah itu sekarang".
Lagi lagi Stella menggeleng"Aku sudah tau apa kelemahan bocah itu Anderson tugasmu adalah untuk melenyapkan kelemahan bocah itu".
"Kau memang perempuan yang luar biasa Stella karena itu aku selalu merasa kagum padamu dari dulu sampai sekarang.Jadi..
apa kelemahan bocah itu? Jangan bilang seorang perempuan karena kalau iya itu bukan hal sulit untukku melenyapkannya".
"Kau benar kelemahannya adalah perempuan dan aku ingin kau melenyapkan perempuan itu untukku secepatnya.Baru setelah itu kau bisa melenyapkan Adam",perintah Stella yang diangguki oleh Anderson.
"Tapi...aku butuh biaya operasional Stella karena aku sekarang tidak punya pekerjaan".
"Untuk masalah itu kau tenang saja aku akan mencukupi semua kebutuhanmu asal kau berhasil melaksanakan perintahku".
"Tenang saja sayang kau pikir menghilangku selama hampir 5 tahun itu sia sia begitu.Tidak Stella aku bukanlah Anderson yang kau kenal dulu.Aku sudah berubah dan dunia hitam adalah tempatku hidup sekarang.Jadi siapkan apa yang kubutuhkan dan aku akan membantu untuk membuatmu menjadi ratu yang sesungguhnya sekarang".
"Jangan hanya bicara Anderson tapi buktikan kemampuanmu karena aku tidak berniat membuang sia sia uang milikku untukmu",balas Stella sinis.
"Jangan khawatir.Jadi apa kau punya foto atau nama perempuan calon targetku itu?",tanya Anderson.
Stella lalu mengeluarkan foto Amera bersama Adam yang didapatnya dari orang yang disewanya untuk menyelidiki pria itu tapi tentu saja hanya sebatas menyelidiki karena untuk urusan lebih penting seperti melenyapkan mereka dia butuh orang yang dikenalnya dan juga dipercaya agar posisinya nanti kalau semua itu terbongkar tetap bersih sebagai nyonya Maxwell yang terluka karena kehilangan anggota keluarga nya.
Karena itu Stella setuju saat Anderson menghubunginya beberapa hari yang lalu untuk mengajaknya bertemu meski dia tidak ingin karena dia tau apa tujuan pria brengsek itu tidak lain adalah uang dan dia tidak berniat memberikannya secara gratis karena dia juga mendapatkannya secara susah payah dengan terpaksa harus melenyapkan Eleora agar bisa menjadi nyonya Brian Maxwell seperti sekarang.
__ADS_1