Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
16.Jadi....aku tampan?


__ADS_3

"Bagaimana enak bukan?",tanya Adam saat melihat Amera menghabiskan satu porsi salad sayur dan salad buah yang dipesannya tadi.


"Ya kuakui ini enak tapi beberapa kali Vero juga sempat membelikan aku makanan dari kafe ini",celetuknya dengan membersihkan mulutnya dengan tisue.


"Aku yang memesankan nya untukmu waktu itu karena melihat kau tidak selera makan sedangkan saat itu jadwalmu padat",terang Adam.


"Oh....kalau begitu nanti kau bisa memesankan aku menu lain lagi dikafe ini karena selain enak menu dari sini juga sehat sesuai dengan nama kafenya 'Healthy Life Cafe' ",baca Amera pada bungkus bekas kotak makannya.


"Mulai sekarang aku akan memesankan mu makanan dari kafe itu".


"Ya,karena sekarang sudah kenyang jadi aku ingin istirahat",ucap Amera dengan berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Adam dimeja dapur.


"Baiklah kalau kau mau istirahat.Ayo kutemani".


Seketika Amera menghentikan langkahnya yang sudah sampai diambang pintu kamar mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Adam.Tapi belum sempat dia mengeluarkan penolakannya Adam sudah meraih tangannya dan membawanya masuk kedalam kamar.


"Berhenti memasang ekspresi seolah aku akan memaksamu seperti itu",ucap Adam dengan memencet puncak hidung Amera gemas melihat ekspresi Amera yang gugup dan khawatir setiap kali dia mendekat tapi marah kalau dia menjauh membuat Adam kadang terpaksa menghela nafasnya karena harus manambah stok kesabaran miliknya untuk menghadapi Amera.


"Kenapa dengan ekspresiku",balas Amera dengan menepis tangan Adam tapi berhenti menolak saat Adam memintanya naik keatas ranjang untuk merebahkan tubuhnya.


"Karena membuat aku ingin memakanmu",jawab Adam dengan menarik tubuh Amera kedalam pelukannya.


"Aku bukan makanan jangan bicara yang aneh aneh gerutu Amera dengan membalikkan tubuhnya menjadi membelakangi Adam.


"Tapi rasamu lebih lezat dari makanan karena itu setiap kali mencium aromamu rasa lapar jiwaku timbul",balas Adam dengan menempelkan bibirnya ketengkuk terbuka Amera membuat Amera langsung terjengkit karenanya.


"Dam,apa yang kau lakukan?",tanya Amera gugup.


"Menikmati makanan ku",balas Adam dengan menelusurkan bibirnya disepanjang bagian belakang leher jenjang Amera yang tertutup rambut coklat sebatas bahu.


"Tapi....aku ingin beristirahat, hari ini aku lelah setelah melakukan konfrensi pers tadi".


"Kalau begitu kau beristirahat saja biar aku yang melakukannya sekarang",balas Adam dengan tidak melepaskan apa yang dilakukannya sekarang.


"Tapi Dam....setahuku kalau perempuan sedang hamil muda dia tidak boleh diajak untuk bercinta".


"Aku sudah konfirmasi dengan dokter kandunganmu waktu dirumah sakit kemarin dan dia bilang tidak apa apa selama aku melakukannya dengan pelan dan jangan membuang milikiku didalam agar tidak menyebabkan kontraksi dirahimmu".

__ADS_1


Seketika Amera membalikkan badannya mendengar hal itu.


"Apa kau serius sampai bertanya masalah itu kemarin dengan dokter kandungan waktu aku masih berada dirumah sakit?",tanya Amera tidak percaya yang diangguki Adam sebagai jawaban.


"Kau serius?;",tanya Amera lagi masih tidak percaya pria muda itu sampai menanyakan hal sepribadi itu dengan dokter kandungan yang menanganinya sementara saat itu dia belum bilang setuju untuk menikah dengan pria ini.


"Tentu saja aku serius sayang kalau tidak bagaimana mungkin aku berani membiarkanmu mengadakan konfrensi pers dalam suasana yang penuh tekanan kalau tidak yakin kondisimu baik-baik saja".


"Itu berbeda dengan menanyakan soal boleh atau tidaknya aku bercinta karena saat itu aku belum setuju untuk menikah denganmu",gerutu Amera kesal.


"Meski kau belum setuju,tapi seperti yang kukatakan aku akan membuatmu mau menikah denganku".


"Astaga kau benar benar menyebalkan karena punya sifat keras kepala dan egois meski kau juga sangat tampan",gerutu Amera yang langsung menutup mulutnya saat sadar sudah mengatakan pujian untuk Adam diantara gerutuannya.


Adam tersenyum smrik mendengar apa yang dikatakan Amera lalu mendekatkan wajahnya sejajar dengan wajah perempuan itu.


"Jadi...kau mengakui kalau aku tampan benar begitu Amera?".


"Tidak aku hanya salah bicara!",ucap Amera dengan nada sedikit keras karena tidak mau mengakuinya pada Adam.


"Baiklah tidak masalah karena aku sudah biasa mendengar orang mengatakan hal itu padaku bahkan sejak dulu banyak orang yang berpikir aku adalah artis karena postur tubuhku dan wajah innocent ku ini",balas Adam dengan menyunggingkan senyum bangga kearah Amera.


"Iya".


"Berarti kau seorang playboy kalau begitu?",tanya Amera lagi dengan cemberut


"Playboy?Tidak",balas Adam menggeleng.


"Aku tidak percaya kalau kau bukan seorang player dengan penampilan mu itu Dam".


"Aku serius Mer".


"Lalu kenapa kau seperti pria yang sangat berpengalaman saat kita bercinta malam itu kalau kau bukan seorang Players?!",tanya Amera ketus.


Adam menatap Amera sebelum menjawabnya.


"Mungkin karena itu dirimu jadi secara insting aku ingin memberi kesan terbaik saat kita melakuannya malam itu agar kau tidak akan pernah melupakanku meski kau tetap menikah dengan Elvan saat itu.Dan aku sempat terkejut karena ternyata aku adalah pria pertamamu meski aku merasa senang mengetahuinya".

__ADS_1


"Maksudmu?".


"Yah.... sisi egois ku saat itu merasa aku sangat beruntung karena menjadi pria pertama yang bercinta denganmu apalagi saat bisa membuatmu sampai tidak berkutik paginya aku benar benar puas".


"Dasar pria brengsek!",maki Amera dengan memukul dada Adam kesal mendengar pengakuan pria itu.


"Aku memang brengsek tapi kali ini kebrengsekan yang tidak kusesali".


"Memangnya berapa banyak kebrengsekanmu selain denganku?!",tanya Amera dengan ketus.


"Banyak, bahkan tidak terhitung".


"Apa!Jangan bilang aku bukan perempuan pertama yang kau buat hamil Dam?!",teriak Amera marah.


"Aku tidak bilang aku brengsek karena menghamili setiap gadis yang kutemui Mer".


"Lalu kebrengsekan seperti apa yang kau lakukan?!",tanya Amera marah.


Adam terdiam dia terlihat ragu ragu untuk mengatakan apa saja yang sudah dilakukannya karena khawatir Amera akan syok dengan kenyataan itu.


"Dam katakan apa saja yang sudah kau lakukan selama ini selain membuatku hamil!",tuntutnya keras.


"Mer...kita hentikan ini sekarang dan kita bicarakan lagi lain waktu karena ini bukan sesuatu yang ingin aku banggakan didepanmu bahkan kalau boleh jujur aku malu untuk mengakuinya padamu Mer".


"Katakan sekarang aku ingin mendengarnya Dam?!",perintah Amera dengan nada keras.


Bukannya memberi Amera penjelasan atas rasa penasarannya ,Adam malah masih berusaha membujuk Amera agar menghentikan keingintahuan perempuan itu tentang apa yang sudah dilakukannya sebelum bertemu Amera.


"Katakan atau aku akan sangat marah padamu dan tidak ingin bicara lagi padamu karena kau sudah menyembunyikan hal penting dariku sementara aku sudah menuruti semua keinginanmu".


Adam menyugar rambutnya mendengar ancaman yang dikatakan Amera dengan tegas itu.


"Katakan Dam",pinta Amera lagi.


"Baiklah aku katakan Mer tapi jangan terkejut".


"Tidak akan",balas Amera dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Aku pernah membunuh hampir 10 orang sebelum kita bertemu, puas!".


__ADS_2