
Amera membuka matanya lalu berusaha merenggangkan tubuhnya yang masih terasa lelah tapi saat menatap wajah Adam yang tertidur disampingnya rasa lelah itu tergantikan oleh rasa bahagia dan malu yang membuncah mengingat bagaimana dia sempat memohon agar Adam segera menyatukan tubuh mereka tadi malam.
"Apa aku sangat tampan sampai kau terus saja memandangiku tanpa berkedip seperti itu sayang",celetuk Adam dengan tiba tiba membuka matanya membuat Amera yang tidak menyangka Adam terbangun seketika langsung merasa malu dan berusaha untuk mencari alasan tapi sebelum dia berhasil melakukannya Adam menarik Amera mendekat lalu mengecup puncak kepalanya , matanya pipinya lalu bibirnya yang masih bengkak karena ulahnya tadi malam .
"Morning sayang",ucapnya dengan lembut.
"Morning", balas Amera ikut terbawa suasana.
"Bagaimana perasaanmu hari ini?",tanya Adam dengan menyingkirkan anak anak rambut yang menutupi wajah Amera.
"Aku lelah",terangnya tanpa berniat berbohong pada Adam.
"Apa itu tidak papa?",tanya Adam terdengar cemas.
"Apanya?",tanya balik Amera bingung.
"Maksudku,Apa baby kita tidak papa sekarang?Apa perutmu merasa tidak nyaman kram atau mungkin nyeri? Kalau iya ayo kuantar kerumah sakit",ajak Adam.
Mendengar itu Amera langsung bangkit dari dari posisinya yang saat itu masih dalam pelukan Adam.
"Aku baik baik saja Dam tidak perlu membawaku kerumah sakit.Apa kau tidak malu kalau dokter menanyakan alasanmu mengantarku kesana sekarang!",gerutu Amera kesal lalu beringsut berniat bangun dari ranjang untuk pergi kekamar mandi karena merasa tidak nyaman.
"Tapi aku benar benar khawatir Mer bagaimana....".
Amera menoleh dan menatap Adam tajam dengan kesal.
"Jangan bicara apapun lagi.Sekarang aku mau kekamar mandi!",hardiknya yang langsung membuat Adam terdiam tapi tidak melepaskan tatapannya dari Amera yang terlihat sedikit kesulitan saat bangun.
"Mau kubantu?",tawarnya dengan mendekat kearah Amera.
"Sudah kukatakan aku baik baik saja hanya lututku yang terasa lemas tapi aku masih bisa kekamar mandi".
Mendengar itu Adam langsung bangun dari ranjang lalu tanpa perduli dengan penolakan Amera dibopongnya tubuh perempuan itu kekamar mandi dan meletakkannya didalam bathup dengan membantunya mengalirkan air hangat untuk Amera mandi.
__ADS_1
"Keluarlah aku bisa melakukannya sendiri",usir Amera yang kali ini tidak ditolak Adam.
"Panggil aku kalau kau butuh bantuan",pesan Adam lalu keluar dari kamar mandi meninggalkan Amera sendiri didalam bathup.
Amera merendam tubuhnya diair hangat untuk menghilangkan rasa lelah dan juga nyeri akibat percintaan mereka tadi malam setelah merasa cukup nyaman baru dia keluar dari dalam bathup untuk membilas tubuhnya dishower lalu setelah selesai baru membungkus tubuhnya yang sudah terasa segar dengan batrobe mandi yang ada disana.
"Kau sudah selesai?",tegur Adam waktu melihat Amera keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan batrobe dan wajahnya terlihat lebih segar dari sebelumnya.
"Iya.Tapi dimana pakaianku?",tanya Amera karena tidak melihat ada pakaian miliknya yang dipakainya tadi malam diatas ranjang.
"Sebentar lagi pelayan akan datang mengantarkannya kemari jadi tunggu saja.Aku akan mandi sebentar lalu setelah itu ayo kita makan diluar",ajak Adam yang diangguki oleh Amera.
Adam masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri tapi tidak terlalu lama karena khawatir Amera tidak sabar menunggunya dan juga dikhawatir Amera sudah kelaparan Karena seingatnya tadi malam perempuan itu tidak makan apapun.
"Apa kau membelikan aku pakaian ini?",tanya Amera begitu Adam keluar dari kamar mandi dengan menunjukan sebuah gaun terusan berwarna biru langit dengan potongan leher bulat.
"Iya,karena kurasa kau tidak nyaman kalau harus memakai bajumu yang tadi malam lagi.Apa kau tidak suka?",tanya Adam penasaran karena Amera belum juga memakainya padahal dia yakin baju itu datang tidak lama setelah dia masuk kedalam kamar mandi.
"Tidak ini bagus terimakasih.Aku hanya ingin memastikannya sebelum memakainya",jawab Amera dengan mulai memakai baju itu.
Amera tidak menolak karena memang akan kesulitan baginya kalau harus melakukannya sendiri.
"Lain kali sepertinya aku harus lebih sering mebelikanmu baju dengan kancing sulit seperti ini",celetuk Adam yang membuat Amera langsung menoleh.
"Apa kau gila.Ini sulit dipasang bagaimana aku akan memasangnya nanti kalau perutku semakin besar karena sekarang aku harus melakukan apa apa sendiri",gerutunya kesal.
"Aku yang akan melakukanya untukmu jadi jangan khawatir",balas Adam dengan menyambar bibir Amera yang sedang mengerucut kearahnya membuat dia benar benar tidak tahan untuk tidak Melu*atnya.
"Dam cukup!",dorong Amera karena merasa nafasnya sudah hampir habis akibat ciuman panas Adam barusan.
"Maaf sepertinya aku sulit untuk menahan diri kalau berdekatan denganmu",celetuknya dengan bangkit karena pekerjaannya membantu memasang kancing baju Amera sudah selesai.
Amera tidak mengatakan apa apa mendengar perkataan Adam karena meski Adam selalu memulai tapi dia tidak pernah keberatan jadi menurutnya mereka sama saja.
__ADS_1
"Aku lapar bisa kita pergi makan sekarang",ajaknya untuk membuat suasana diantara mereka kembali normal setelah dia sempat melihat Adam sedikit merasa bersalah barusan karena menciumnya dengan ganas.
"Tentu saja.Aku akan berpakaian lalu ayo kita pergi keluar",jawabnya dengan bergegas memakai pakaiannya yang tadi malam tapi sudah sempat dicuci kepihak hotel.
"Kau tidak berganti pakaian?",celetuk Amera yang membuat Adam menatap penampilannya saat itu.
"Apa aku keberatan aku tetap memakai bajuku lagi?".
Amera segera menggeleng.
"Tidak masalah.Ayo pergi sekarang",ajaknya dengan meraih tangan Adam lebih dulu untuk mengajaknya keluar.
"Apa yang kalian ingin makan sayang?",tanyanya dengan mengeratkan tautan tangan mereka waktu berjalan kelobi.
"Kurasa sesuatu yang berat karena aku sangat kelaparan sekarang".
"Baiklah kalau begitu ayo kuajak kau makan sesuatu yang mengenyangkan untuk kalian berdua.
Tapi sebelum keluar Adam lebih dulu mengembalikan kunci kamar yang mereka pakai tadi malam kepihak resepsionis.
"Kita cek out sekarang?",celetuk Amera yang diangguki oleh Adam.
"Iya.Apa kau keberatan?",tanyanya yang dibalas gelengan oleh Amera.
"Seharusnya kau tidak perlu menyewa suit room kalau hanya untuk semalam karena aku yakin harga suit room disini tidak lah murah dan...".
"Aku tidak keberatan melakukannya apalagi kalau itu untuk menghabiskan malam panas bersamamu",bisik Adam yang membuat wajah Amera langsung memerah mendegarnya.
"Kau! Itu bisa dibilang sebagai sebuah pemborosan".
"Tidak ada pemborosan kalau itu untuk kalian Mer".
"Tapi bagaimana nanti dengan uangmu? Sementara sekarang kau tau aku belum bisa membantumu bekerja dan aku tidak tau itu akan sampai kapan".
__ADS_1
"Jangan menghawatirkan hal yang tidak perlu seperti itu.Kalau memang habis aku akan mencarinya lagi lagi dan lagi, jadi kau tenang saja untuk masalah itu",terang Adam dengan mengecup buku buku jemari Amera dengan penuh perasaan.