
Deg!
Tiba tiba perasaan Adam menjadi tidak nyaman waktu mendengar kalimat ragu yang diucapkan oleh Veronica tentang Amera dan.... Elvan mantan calon suaminya, tapi kalau dia mendesak Veronica untuk mengatakan apa yang terjadi Adam merasa perempuan itu pasti tidak mau karena Vero berpikir statusnya yang hanya seorang supir pribadi dari Amera Jasmine tidak pantas ikut campur lebih jauh dalam masalah pribadi yang dihadapi perempuan itu sekarang.
"Kak Vero dimana sekarang?",tanyanya bermaksud ingin menemui Amera langsung ditempat perempuan itu berada sekarang dan bertanya saja pada yang bersangkutan.
"Aku masih Apartemen Amera dia bilang hari ini ingin tinggal disini".
"Oh baiklah kalau begitu.Apa masih ada yang ingin kakak sampaikan padaku karena aku masih harus menyelesaikan urusanku sedikit lagi".
"Oh itu.Kalau kau sudah selesai dengan urusanmu bisa kau menghubungi Amera karena setelah ini aku harus mengurus banyak hal yang berkaitan dengan Amera".
"Baik akan aku lakukan kak Vero tenang saja kalau masalah itu".
"Kalau begitu aku bisa tenang sekarang Dam".
Setelah itu sambungan mereka terputus dan Adam bermaksud menghubungi nomor ponsel Amera karena belum bisa pergi sekarang keApartemen Amera sebelum dia menyelesaikan urusan pentingnya direstoran tempatnya berada sekarang.
Tepat sebelum Adam berhasil menghubungi Amera seseorang memanggilnya dari belakang
"Bos klien yang kita tunggu sudah datang",ucap wakilnya yang membuat Adam langsung menoleh dan segera meletakkan ponselnya kembali kesaku jasnya.
" Benarkah kalau begitu ayo kita temui tuan Billy sekarang",jawab Adam dengan berjalan mendahului wakilnya Steven.
Dimeja yang sudah dipesannya tampak seorang pria berusia diatas 35 tahun dengan perawakan tegap sedang duduk dan begitu melihatnya pria itu langsung bangkit dari duduknya dan tersenyum ramah pada Adam yang dibalas Adam dengan senyum yang tak kalah ramah pula.
"Anda benar tuan Adam Maxwell?",sapa pria itu seolah tidak percaya kalau rekan bisnis yang ditemuinya sekarang ternyata masih sangat muda".
"Iya saya Adam Maxwel tuan Billy",balas Adam meyakinkan pria itu dengan memberikan proposal kerjasama yang milik Kafenya pada calon kliennya itu.
Pria yang dipanggil Billy oleh Adam menerima proposal itu lalu memeriksanya dan setelah membacanya dia lalu menatap kearah Adam dengan pandangan kagum.
__ADS_1
"Melihat apa yang anda ajukan dan bagaimana penampilan anda sekarang rasanya saya tidak ragu untuk menjalin kerjasama dengan anda untuk lebih mengembangkan Kafe bertema makanan sehat yang sudah anda geluti selama ini. Karena saat melihat Anda saya jadi ingin mengubah pola hidup saya supaya bisa terlihat setampan anda tuan Maxwel".
Adam membalas apa yang dikatakan Billy dengan hanya tersenyum sopan pada pria itu.
"Terimakasih atas pujian anda tuan Billy jadi bisa kita mulai bicara tentang kerjasama kita sekarang".
"Tentu saja dan jujur saja saya suka proposal yang anda ajukan tentang konsep hidup sehat yang menjadi motto kafe milik anda itu tuan Maxwel karena ide itu benar benar baru dan sangat segar sesuai dengan sang pemilik ternyata".
"Anda terlalu memuji saya tuan Billy meski sebenarnya saya tidak semuda yang terlihat".
"Bagaimana bisa!Aku yakin usia anda tidak lebih dari 25tahun bagaimana anda bisa bilang itu tidak muda lalu apa Khabar saya yang hampir memasuki kepala empat ini".
"Maaf kalau begitu tapi tebakan soal usia memang benar saya baru 23 tahun dalam beberapa bulan lagi".
"Wah usia yang masih penuh dengan gejolak jiwa muda apa benar begitu?".
"Sepertinya tidak karena yang saya ingin kan sekarang adalah bagaimana bisa menjadi pengusaha sukses seperti anda dan para pengusaha muda lainnya".
"Ya saya sangat bersyukur karena usaha kecil saya dengan membuka kafe Healthy Life diterima baik oleh banyak orang terutama orang orang yang ingin punya gaya hidup sehat tapi tidak tau bagaimana seharusnya".
"Itu karena kesibukan orang orang jaman sekarang dan konsep anda benar benar bagus tuan Maxwel karena bisa mencari peluang pasar".
Adam dan pria bernama Billy terus bicara serius tentang kerjasama yang ingin mereka lakukan terutama masalah mengembangkan usaha Kafe sehat yang digeluti Adam selama ini yang sudah membuatnya bisa bangkit dari keterpurukan karena kesalahannya dimasalalu yang diceritakannya pada Amera yang membuatnya benar benar diusir oleh keluarganya karena sudah dianggap sebagai aib keluarga besar Maxwel.Sampai akhirnya bisa mencapai kesepakatan baru pertemuan itu berakhir dan Adam akhirnya bisa menarik nafas lega karena dengan kerjasama kali ini kondisi keuangannya menjadi cukup menjanjikan apa lagi sekarang dia sudah menikah dengan Amera yang sedang mengandung anaknya itu semakin membuat Adam harus berpikir lebih keras dari biasanya yang hanya bekerja demi membuktikan pada keluarga Maxwell terutama sang Ayah yang telah mengusirnya dengan kejam.
Setelah rekan bisnisnya pergi hal pertama yang dilakukan Adam adalah ingin menghubungi Amera yang tadi sempat tertunda.
"Tut ..Tut....".
Beberapa kali dia mencoba menghubungi Amera tapi tidak tersambung membuat Adam berdiri dari duduknya dan bergegas pergi dari restoran tempatnya berada saat itu karena ingat kalau Amera berada diApartemen miliknya sendirian.
"Bos Anda akan langsung pergi?",tegur wakilnya yang diangguki oleh Adam.
__ADS_1
"Iya aku ada urusan jadi kau kembali kekafe untuk mengawasi sementara aku tidak ada".
"Baik bos".
Adam memacu kendaraan yang dipakainya dengan kecepatan cukup tinggi karena jaraknya berada sekarang dengan Amera berada cukup jauh dan dia baru sampai setelah menempuh perjalanan. lebih dari satu jam.
Sampai di Apartemen Amera Adam mengamati kondisi sekeliling Apartemen itu yang terlihat tidak ada yang mencurigakan membuat Adam menarik nafas lega tapi tetap bergegas naik menuju lantai tempat Apartemen Amera berada.
Adam mencoba membunyikan bel agar Amera tidak terkejut dengan kedatangannya.
Sekali dua kali tiga kali,Adam hampir saja langsung masuk saat tiba tiba pintu Apartemen itu terbuka dari dalam membuat Adam baru bisa menarik nafas lega saat melihat Amera berdiri didepan pintu.
"Adam",tegurnya dengan ekspresi bingung karena dia tidak merasa mengatakan kalau dia ada ditempatnya sekarang pada pria itu tadi dan sebelum Amera curiga Adam lebih dulu memberi penjelasan.
"Veronica yang mengatakan keberadaanmu padaku tadi",terangnya yang membuat Amera mengangguk.
"Masuklah dia melakukan itu pasti karena khawatir padaku",jawab Amera dengan mempersilahkan Adam masuk.
"Bagaimana tadi pertemuanku dengan pihak Agenci Mer?",tanya Adam dengan mendudukkan tubuhnya disofa ruang tamu yang ada diruangan itu.
"Berjalan dengan baik tidak ada masalah",jawab Amera dengan menatap kearah lain saat mengatakannya.
"Syukurlah",balas Adam dengan mengamati ekspresi Amera.
"Memangnya apa yang dikatakan Vero padamu saat ditelpon?".
Adam menggeleng.
"Dia hanya khawatir padamu karena dia bilang dia harus melakukan pekerjaannya yang berkaitan dengan dirimu".
"Oh....",balas Amera lalu tidak mengatakan apa apa lagi.
__ADS_1
Seolah dia ingin memperlihatkan pada Adam kalau sekarang dia baik baik saja dan pria itu tidak perlu mencemaskan kondisinya.