Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
37.Permintaan Ariana.


__ADS_3

Ariana meregangkan tubuhnya yang terasa sakit semua pagi ini.


"Pagi kucing kecilku",sapa Elvan dengan mengeratkan pelukannya ketubuh Ariana yang langsung disingkirkan oleh Arianna.


"Aku harus pulang sekarang permainan kita sudah berakhir sekarang",celetuknya dengan bangkit dari posisinya.


"Ini hari Minggu tidak bisakah kau tinggal saja sampai sore nanti supaya kita bisa bersenang senang lagi seperti tadi malam.Aku akan menuruti lagi apa yang kau inginkan kucingku".


Ariana lalu menoleh kearah Elvan dan mengecup sekilas bibir pria itu.


"Aku ingin tuan serigala tapi nanti siang aku harus ikut makan siang bersama kedua orang tuaku agar aku tetap diakui anak oleh mereka",celetuk Ariana dengan bangkit dari ranjang dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa percintaan gila mereka tadi malam yang membuat Ariana menggelengkan kepalanya tidak percaya karena dia ternyata bisa seliar itu bersama seorang pria yang baru pertama kali ditemuinya, tapi diakuinya itu memang sangat menyenangkan batinnya dengan mengingat lagi apa yang terjadi antara dia dan Elvan semalam.


Sangat gila, ya bagaimana tidak gila mereka minum berdansa lalu berciuman dalam kondisi tidak mengenakan apa apa disebuah bar yang sengaja disewa Elvan karena nya lalu bercinta berkali kali sampai akhirnya Elvan membawanya menginap diApartemen pria itu dan melanjutkan kegilaan mereka sampai dia merasa hampir pingsan karena ternyata stamina pria itu tidak ada habisnya, terbukti dari kondisi tubuhnya sekarang bukan hanya terdapat banyak bekas tanda percintaan mereka tapi juga ada lebam dibeberapa tempat akibat percintaan liar mereka.


"Wah ternyata hasil karyaku benar benar luar biasa ditubuh indahmu itu kucing liarku",celetuk Elvan dengan memeluk Ariana dari belakang dan ikut menatap apa yang sedang ditatap Ariana dari cermin saat itu.


"Sepertinya ini sedikit keterlaluan kau lihat ada beberapa lebam di tubuhku karena mu",balas Ariana dengan menunjukan lebam yang ada dibahunya juga di pahanya pada Elvan.


"Sorry cantik karena dirimu tadi malam benar benar membuat aku gila. Belum pernah aku menginginkan seorang perempuan seperti menginginkanmu sebelumnya".


"Aku ingin memaafkanmu karena aku juga menikmati apa yang kita lakukan tapi sepertinya kau harus memberiku kompensasi atas lebam yang kualami ini benar begitu bukan tuan Serigala",ucap Ariana dengan menoleh kearah Elvan yang ada di belakangnya.


"Apa yang kau mau sebagai kompensasi?",tanya Elvan dengan menyesap kuat kulit leher mulus Ariana berusaha untuk kembali memancing gairah perempuan itu.


"Apa yang bisa kau berikan untukku?".


"Apapun itu selain pergi ke bulan",balas Elvan yang membuat Ariana tertawa lalu membalikkan tubuhnya menghadap kearah Elvan dengan meletakkan tangannya keleher pria itu.


"Aku tidak tertarik dengan bulan jadi kau tidak perlu khawatir aku akan meminta itu padamu".


"Kenapa?".

__ADS_1


"Karena bulan tidak bersinar dengan cahayanya sendiri".


"Benarkah?Bagaimana dengan bintang?", tanya Elvan.


Ariana pura pura berpikir mendengar tawaran Elvan.


"Emmm.....Entahlah tapi sepertinya menarik kalau kau memberiku bintang".


"Aku bisa mengabulkannya asal kau mau terus menjadi kucing kecilku".


"Benarkah?",celetuk Ariana yang diangguki oleh Elvan karena dia merasa sudah tergila gila pada perempuan cantik dalam pelukannya ini yang membuatnya lupa diri.


"Aku akan memikirkannya tapi sekarang aku harus pulang sebelum Daddyku marah padaku",ucapnya dengan mendorong tubuh Elvan menjauh darinya.


"Apakah harus Ariana?",tanyanya kecewa dengan penolakan Ariana.


"Sorry Van tapi hari ini harus jadi see you next time",jawabnya dengan mulai menyiram tubuhnya di shower dibawah tatapan Elvan yang tetap tidak beranjak dari tempatnya.


"Jangan hari ini karena waktuku tidak banyak lagi sekarang lain kali saja kau membantuku menggosokkan sabun ketubuhku".


Lalu Ariana mematikan shower dan berjalan keluar dari kamar mandi pria itu dengan tubuh polos seperti sebelumnya yang kembali dikuti Elvan dari belakang.


"Jangan mengikuti seperti anak kecil aku tidak suka !",hardik Ariana karena melihat Elvan terus saja mengikutinya sampai dia kembali kekamar pria itu lagi.


"Aku hanya ingin menikmati detik detik sebelum kau pergi",balas Elvan dengan sengaja memasang ekspresi muram.


"Ini bukan pertemuan terakhir kita jadi jangan terlalu cemas karena aku meninggalkan janjimu untuk memberiku bintang pada pertemuan kita berikutnya",setelah mengatakan itu Ariana melangkah keluar dari kamar Elvan dengan meninggalkan kecupan kilat pada pria itu yang hampir membuatnya menggila.


"Ahhh ..dasar kucing liar!",maki Elvan kesal tapi juga puas.


***

__ADS_1


"Siang Dad siang mam",sapa Ariana pada Brian Maxwell dan Ibunya Stella dengan mengecup pipi mereka secara bergantian lalu menyapa Geo yang juga ikut duduk dimeja makan dengan mencium pipi pria itu yang memasang wajah dingin padanya karena kecewa Ariana tadi malam menolak ajakan nya untuk menghabiskan akhir pekan bersama sementara dia sangat merindukan perempuan itu.


"Siang sayang bagaimana harimu selama kembali kemari?,"balas Stella dengan tersenyum layaknya seorang ibu padanya.


"Well... seperti yang mama lihat aku sangat menikmati kembali kesini".


"Syukurlah kalau begitu mama dan Daddy menjadi senang mendengarnya.Benarkan Dearl",ucapnya pada Brian yang hanya membalas panggilan mesra Stella istrinya dengan anggukan.


"Apa yang akan kau lakukan setelah disini Ariana?Apa kau akan masuk keperusahaan Daddy?",tanya Geo berharap Ariana melakukan itu jadi dia bisa meminta Daddynya meletakkan Ariana didepartemen yang ditangani nya agar dia bisa membujuk gadis itu untuk mau bersamanya kembali seperti semula.


"Entahlah Ge.Mungkin aku ingin mencoba peruntunganku didunia entertainment bagaimana menurut Mama dan Daddy?".


Seketika raut wajah Geo berubah saat mendengar jawaban yang diberikan Ariana.


"Maksudmu kau ingin menjadi artis sayang?",tanya Stella penasaran.


"Ya mam".


"Kenapa tidak masuk keperusahaan Daddymu bersama Geo saja kurasa Geo dan Daddy tidak akan keberatan benarkan Dearl?", Tanya Stella pada Brian yang dari tadi hanya diam tidak ikut dalam obrolan mereka.


"Biarkan saja kali Ariana ingin mencoba peruntungannya didunia Entertainment.Jangan halangi,siapa tau memang jiwanya ada disana",jawab Brian yang membuat wajah Stella langsung berubah muram karena tidak setuju dengan keinginan Ariana yang menurutnya menyia nyiakan kemampuannya sewaktu kuliah.


Mendengar Brian mendukungnya Ariana merasa sangat senang lalu menghampiri Brian dan memeluknya erat.


"Thanks Dad karena mau memahamiku",ucapnya merasa menang saat melihat wajah Geo muram karena dia tidak berniat masuk kedalam perusahaan seperti keinginan pria itu.


"Ya...lakukan apa yang kau mau selama itu bersifat positif", balas Brian datar.


"Tentu saja Dad tapi kurasa akan sulit masuk dunia entertainment diusiaku sekarang tanpa koneksi dari orang penting jadi maukah Daddy menjadi koneksiku",pinta Ariana dengan wajah memelas.


"Tentu saja.Akan kukatakan pada sekretarisku untuk mencarikanmu Agency yang bagus nanti".

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku yang membantu Ariana Dad?",pinta Geo yang langsung ditolak Ariana karena tidak ingin dekat dengan Geo lagi tapi mendengar saran Geo Brian langsung mengiyakannya membuat Ariana kesal sementara Geo merasa Menang karena bisa tetap dekat dengan Ariana.


__ADS_2