Terpaksa Menikahi Supir Berondongku

Terpaksa Menikahi Supir Berondongku
73.Tuan Brian Ingin Bicara Denganmu Mer.


__ADS_3

"Aku turun sekarang Dam",ucap Amera dengan membuka pintu mobilnya yang diangguki oleh Adam.


"Ya hati hati saat tidak ada aku",pesan Adam yang diangguki lagi oleh Amera lalu turun dari dalam mobil pria itu dan berjalan menuju Healthy Cafe dimana didepan pintu Veronica sudah menunggunya dan ikut melambai kearah Adam saat melihat pria itu dari jendela mobil.


Tapi begitu mobil Adam pergi menjauh tidak terlihat lagi Veronica langsung membisikkan sesuatu kepada Amera.


"Tuan Brian Maxwell mengajakmu bertemu Mer",bisiknya yang membuat Amera terkejut.


"Brian Maxwell.Maksudmu Brian Maxwell Daddy Adam?!",tanyanya reflek menutup mulutnya tidak percaya yang dijawab anggukan oleh Veronica.


"Iya...pengacara Harven menghubungiku mengatakan kalau dia ingin bertemu dan berniat bicara denganmu kalau kau setuju",terang Veronica.


"Tapi...Apa kau tau apa alasannya Ver?",tanya Amera dengan wajah cemas yang dijawab gelengan oleh Veronica


"Pengacara Harven hanya bilang dia ingin bertemu untuk bisa mengenalmu itu saja dan dia sengaja mengatakan ini secara pribadi karena tau kalau Adam dengar dia pasti akan melarangnya".


Amera diam mencoba mempertimbangkan hal itu karena seperti yang dikatakan Veronica kalau Adam tau dia pasti tidak akan setuju kalau dia bertemu dengan Brian Maxwell meski itu hanya untuk bicara biasa jadi...


setelah menimbang akhirnya dia mengiyakan permintaan itu.


"Baiklah aku setuju jadi...katakan pada pengacara Harven aku akan menemuinya".


Veronica mengangguk"Aku akan menghubunginya sekarang.Sebaiknya kau masuklah dulu kedalam agar tidak membuat curiga orang kepercayaan Adam itu yang dari tadi sepertinya tidak sabar untuk memintamu masuk kedalam".


Amera tersenyum mendengar itu lalu berjalan masuk kedalam Healthy Cafe yang terlihat masih sunyi.


"Selamat pagi nyonya muda", sapa pria yang merupakan tangan kanan Adam itu dengan sopan pada Amera yang dibalas Amera dengan tersenyum sopan pada pria itu lalu berjalan masuk kedalam ruangan yang dulu menjadi ruang kerja Adam.


"Apa ada yang perlu kau laporkan hari ini padaku David?",tanya Amera yang diangguki oleh pria itu dengan menyerahkan laporan tentang Cafe pada Amera.


"Aku akan memeriksanya sekarang dan nanti kalau ada hal yang ingin kutanyakan aku akan memanggilmu lagi".

__ADS_1


Pria bernama David itu mengangguk lalu keluar dari ruang kerja Amera bertepatan dengan Veronica masuk kedalam.


"Aku sudah mengatur pertemuan kalian pukul 12 siang nanti bertepatan dengan waktu makan siang jadi kurasa Adam ataupun orang yang menjadi Cctv hidupnya itu tidak akan merasa curiga",ucap Veronica yang membuat Amera langsung tertawa cukup keras mendengarnya.


"Vero kurasa kau cukup keterlaluan dalam menjuluki David sebagai Cctv aku yakin dia akan sangat marah padamu kalau sampai mendengar hal itu langsung",celetuk Amera yang dibalas Veronica dengan kedikan bahu tidak perduli.


"Itu lebih baik dari pada selalu melihatnya seperti robot seperti itu".


"What Vero!Julukan baru apa lagi itu",tanya Amera dengan geleng geleng kepala.


"Apa kau tidak merasa dia seperti itu Mer.Sangat mirip robot yang sudah diatur untuk menjawab dan bergerak sesuai program yang dimilikinya sangat membosankan bahkan aku tidak yakin seumur hidupnya dia pernah tersenyum".


"Kupikir kau memperhatikannya dengan detail karena itu bisa menyadari apa yang tidak kusadari darinya".


"Itu karena kau hanya fokus pada Adam...Adam dan Adam tanpa pernah menoleh kekanan dan kekiri lagi sekarang".


"Well..Ada apa dengan nona Veronica kita hari ini kenapa dia menjadi banyak bicara bahkan mengomeli aku".


"Sebenarnya sudah lama aku ingin melakukannya tapi baru hari ini bisa saat melihat robot hidup itu tadi",terang Veronica yang dibalas dengan Kedikan bahu oleh Amera.


"Kau serius rupanya untuk mengelola Cafe ini",celetuk Veronica yang membuat Amera kembali menatap perempuan yang lebih tua beberapa tahun darinya itu.


"Tentu saja aku serius karena aku melihat prospek bagus dari Cafe ini dan kau tau sendiri bukan sekarang fokus Adam hanya ada diperusahaan Maxwell kalau bukan aku yang menanganinya siapa lagi".


"Ada si David itu.Apa itu belum cukup".


"Cukup tapi aku hanya ingin melakukan sesuatu yang bisa kulakukan, kau sendiri tau untuk kembali lagi kedunia hiburan setelah scandal itu sepertinya akan sulit.Orang orang hanya akan melihat sisi burukku dibanding sisi baikku mulai sekarang jagi untuk apa aku hidup seperti itu ,selamanya hanya menyiksa diriku sendiri".


Veronica mengangguk"Kau benar Mer.Kali ini aku mendukungmu untuk benar benar berhenti dari tempat yang sudah membesarkan namamu itu".


"Terimakasih Ver".

__ADS_1


"Oh iya ada Khabar terbaru yang kudengar mengenai Star Agency".


"Aku tidak berniat Vero jadi tidak perlu kau katakan karena urusanku sudah selesai setelah pembatalan kerjasama itu sudah berhasil".


"Tapi ini benar benar sesuatu yang sangat menarik dan aku yakin kau tidak menyesal mendengarnya".


Amera mengalihkan tatapannya dari laporan didepannya lalu menatap kearah Veronica.


"Baiklah katakan apa itu kalau tidak menarik aku akan sangat marah.


"Kau ingat dengan perempuan yang kau temui saat datang keStar Agenci untuk terakhir kali bukan?",tanya Veronica yang diangguki oleh Amera.


"Maksudmu yang bersama Melisa? Tentu saja aku ingat. Dia adalah Ariana saudara tiri Adam dan cinta pertama pria itu bagaimana mungkin aku bisa melupakannya".


"Ehem!Tapi bukan itu yang ingin aku bahas".


"Lalu?".


"E...menurut Khabar yang kudengar dari sumber terpercaya ternyata perempuan itu yang akan menggantikan posisimu menjadi Star disana".


"What!!Kau serius Vero?Bukankah diawal katanya Melisa lalu kenapa dia yang bukan siapa siapa.Ini terasa aneh".


"Bukan hanya kau saja yang berpikir begitu aku pun sama saat pertama kali mendengarnya".


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi Melisa sekarang",celetuk Amera tanpa sadar.


"Redup bahkan lebih parah dari saat kau ada disana",jawab Vero dengan nada terdengar puas yang langsung mendapat tatapan tajam dari Amera.


"Jangan terlalu kejam Vero".


"Dia pantas mendapatkan semua itu karena ketamakannya padamu Mer".

__ADS_1


Amera tidak menjawabnya lagi tapi memilih mengedikkan bahu sebagai tanda tidak perduli pada nasib perempuan bernama Melisa yang sudah menjadi awal gagalnya pernikahannya dengan Elvan,tapi juga awal kebersamaannya dengan Adam.


Jadi kalau boleh jujur Amera menganggap andil Melisa saat itu membuatnya jadi bisa membuka mata dari kebusukan Elvan yang selama ini selalu dimakluminya dengan selalu termakan perkataan manis Elvan dulu setiap kali mereka bertengkar karena ada yang melihat Elvan bersama perempuan lain saat masih menjadi kekasihnya sampai akan menikah dengannya sikapnya tidak pernah berubah dan Amera sekarang bersyukur gagal menikah dengan pria seperti Elvan.


__ADS_2