
"Adam!",panggil Amera dengan turun dari mobil Veronica.
Adam berjalan mendekat kearah perempuan itu.
"Dari mana dirimu sayang ?",tanyanya dengan meraih tubuh Amera kepelukannya.
"Aku...aku baru saja pergi makan siang dengan Veronica kau pikir kemana?",tanyanya dengan menatap kearah Veronica yang pura pura tidak mendengar ucapannya.
"Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?",tanya Adam dengan wajah cemas membuat Amera terkejut mendengarnya.
"Tidak bisa dihubungi?Itu tidak mungkin Dam.Karena.....".
Amera menghentikan ucapannya karena ingat kalau ternyata ponselnya tertinggal diatas meja kerjanya yang ada diCafe.
"Oh ..Aku melupakannya maaf.Aku pasti tadi terburu buru jadi sampai lupa membawa nya".
"Kau membuatku khawatir dan saat aku menghubungi Veronica dia bilang kau sedang berada ditoilet Restoran tadi",terang Adam dengan wajah cemas.
"Maaf Dam.Aku tidak akan melakukannya lagi", ucap Amera dengan wajah menyesal.
"Lupakan saja kalau begitu tapi lain kali kau tidak boleh lagi melupakannya seperti sekarang karena kalau sampai aku tidak bisa menghubungimu aku akan sangat cemas",terang Adam dengan berjalan masuk kedalam Kafe bersama Amera.
"Tidak akan percayalah padaku".
"syukurlah".
"Jadi...kenapa kau ada disini sekarang?Apa kau sedang bertemu klien atau....".
Adam menggeleng"Aku baru saja bertemu klien lalu saat mencoba menghubungimu untuk mengajakmu pergi makan siang ternyata ponselmu tidak bisa dihubungi lalu aku bergegas mencarimu kesini karena Veronica bilang kalian pergi untuk makan siang dan sebentar lagi Kembali jadi sebelum kembali kekantor aku berniat bertemu dulu denganmu sayang".
"Benarkah.Lalu dimana tadi kau bertemu klienmu?",tanya Amera sebagai basa basi agar Adam tidak curiga lagi padanya.
"Direstoran Jepang",jawab Adam.
Deg!
Reflek Amera menghentikan langkahnya mendengarnya lalu menoleh kearah pria itu yang juga ikut berhenti.
"Ada apa sayang?",tanyanya yang dijawab gelengan oleh Amera.
"Tidak ada", ucapnya yang membuat Adam mengerutkan kening mendengarnya.
"Benarkah?",tanya Adam yang dijawab anggukan oleh Amera.
__ADS_1
"Tapi sepertinya tidak begitu",balas Adam masih tidak yakin dengan jawaban Amera.
"Baiklah itu karena kedengarannya disana makanannya enak",celetuk Amera untuk menutupi keterkejutan nya barusan.
"Kau mau makan makanan dari sana?",tanya Adam yang langsung digelengi oleh Amera.
"Tidak sekarang karena aku sudah makan",jawab Amera.
"Kalau begitu lain kali aku akan mengajakmu kesana",ucap Adam yang diangguki Amera.
"Sekarang kembalilah aku tidak apa apa",ucap Amera dengan menyuruh Adam pergi.
"Baiklah aku akan kembali lagi kekantor sekarang karena sudah memastikan kondisimu baik baik saja.Nanti sore aku akan menghubungi mu kalau tidak bisa menjemputmu pulang",terang Adam yang diangguki oleh Amera
"Aku bisa pulang dengan Veronica jangan khawatir',terang Amera yang diangguki oleh Adam.
"Sampai jumpa lagi nanti sore sayang",ucap Adam dengan pergi meninggalkan Amera yang dibalas Amera dengan lambaian.
"Kenapa kau tidak bilang kalau Adam menelponmu Vero",ucap Amera pada Veronica begitu Adam sudah pergi dari Cafe itu.
"Kupikir dia sudah percaya saat kukatakan kau sedang berada dikamar mandi karena itu aku tidak bilang padamu kalau dia sempat menelponmu tadi",jawab Veronica yang dijawab gerakan tangan oleh Amera.
"Apa kau pikir dia curiga kalau aku tadi berbohong padanya Mer?",tanya Veronica yang ditanggapi Kedikan bahu oleh Amera.
"Kurasa,Dia memang selalu mencemaskan ku.Mungkin karena kondisi keluarganya yang seperti itu",balas Amera pada Veronica.
"Tapi apa menurutmu dia tidak berlebihan?",tanya Amera yang dijawab Kedikan bahu oleh Veronica.
"Dia secemas itu pasti ada alasan nyatanya dan itu bukan hanya karena apa yang terjadi padamu karena siGeo waktu itu saja".
"Ya aku rasa Vero".
Lalu Amera masuk kedalam ruang kerjanya diikuti Veronica disampingnya.
*******
Ditempat lain**
"Geo terimakasih kau sudah mau membujuk mommy untuk tidak memaksaku menikah sekarang",ucap Ariana dengan bergelayut manja di lengan pria itu.
"Itu bukan masalah besar Ariana.Toh kita hanya menundanya bukan tidak akan melakukannya nanti",balas Geo dengan mendekap pundak polos Ariana agar semakin merapat kearahnya.
"Itu benar tapi...penundaan waktu juga sangat berarti Geo karena itu membuatku jadi bisa mengetahui kemampuan diriku".
__ADS_1
"Oh iya bagaimana dengan pekerjaan barumu di Star Agenci apakah kau menyukainya?",tanya Geo yang dibalas anggukan oleh Ariana.
"Ya aku menyukainya. Bekerja didunia entertainment membuatku merasa menjadi diriku sendiri".
"Tapi ingat kau tidak boleh terlalu dekat dengan kepala Agency itu Ariana karena kau adalah calon istriku".
"Geo ...jangan mulai lagi.Kami hanya bekerja secara profesional tidak lebih".
"Aku harap seperti itu dan jangan sampai apa yang terjadi beberapa waktu lalu denganmu saat kabur itu terulang lagi!",ancam Geo dingin.
"Geo....bukankah aku sudah menjelaskan masalah itu padamu dan juga sudah minta maaf jadi...kuharap kau mau mengerti Ge".
"Aku memang sudah memaafkanmu tapi aku tidak melupakannya Ariana!",tegas Geo yang diangguki oleh Ariana.
"Aku akan mengingatnya jangan khawatir",balas Ariana dengan mendekat kearah Geo lalu memagut bibir pria itu dengan ganas sengaja untuk membuat Gairah Geo bangkit lagi dan melupakan pembicaraan mereka sekarang yang menyangkut masalahnya dan Elvan.
Melihat Ariana melakukan itu Geo langsung membalasnya dan akhirnya pergulatan panas yang tadi mereka lakukan itu terulang lagi dan baru berhenti setelah mereka berdua sama sama merasa lelah.
"Aku sangat mencintaimu Ariana",ucapnya sebagai penutup akhir dari apa yang baru saja mereka lakukan.
"Aku juga Geo terimakasih mau memahamiku dan kuharap kau mempercayaiku sepenuhnya",balas Ariana dengan tersenyum kearah Geo.
"Aku selalu percaya kepadamu Ariana", balas pria itu.
"Kalau kau percaya padaku maukah kau mengabulkan satu permintaanku Geo",pintanya dengan ekspresi memohon kearah pria itu.
"Apa itu akan aku lakukan untukmu".
"Tanamkan modal dari sahammu ke Star Agenci atas namaku",pinta Ariana yang membuat Geo terdiam.
"Maksudmu...".
"Aku ingin kau memindahkan sebagian saham milikmu yang ada di perusahaan Maxwell keStar Agenci Ge".
Geo terdiam mendengarnya merasa sangat berat untuk menurutinya tapi dia sudah terlanjur berjanji menyetujuinya pada Ariana barusan.
"Ge..", ucap Ariana lagi yang terpaksa diangguki Geo.
"Hanya 3 persen saja oke",balas Geo yang diangguki Ariana meski dia tidak puas hanya bisa mendapat kan 3 persen saham milik pria itu yang berjumlah 10 persen itu.
"Baiklah nanti aku akan meminta pengacaraku untuk melakukan pengalihannya atas namamu sayang tapi sekarang aku harus kembali Kekantor lagi karena aku sudah cukup lama pergi untuk alasan makan siang".
Ariana mengangguk"Aku juga akan pergi keAgency karena sore nanti ada pemotretan".
__ADS_1
"Kalau begitu aku kembali lebih dulu kau beristirahatlah sampai waktu kau harus pergi".
perintah Geo yang diangguki oleh Ariana dengan membiarkan Geo turun dari ranjang menuju kamar mandi hotel untuk membersihkan diri.