
Kemudian Annisa membawa botol air minum dari Mira untuk Aira,Amara yang melihat auto mucul fikiran jahatnya dengan membegal kakinya Annisa.Auto tumpah tuh Air dengan botolnya,PRAKK!!.
"Ya ampun Annisa maaf gak sengaja gue!"ujar Amara sok bersalah.tapi harus sih....
Aira yang mendengar suara terjatuh langsung menoleh kearah Annisa,"Kok bisa?"tanya Aira.
"Gak tau Ra,kayanya Amara sengaja lakuin ini!"ujar Annisa.
Aira yang sudah tahu sifat Amara yang sangat licik,"Sudahlah jangan difikirkan!"ujar Aira kembali mengipas-ngpas tubuhnya.
"Tapi Ra,Amara kayanya sengaja soalnya dia sudah tahu aku hendak lewat kenapa dia sengaja membegal kaki saya coba!!"ujar Annisa yang tak terima akan perlakuan Amara kepadanya.
Kemudian Aira beranjak dari kursinya mendekati Annisa,"Tenang bro..gue juga gak haus lagian buat apa mempermaslah kan ini gak penting tahu!buang-buang waktu,Kamu ingat gak perkataan kita semasa Smp!"lerai Aira sambil menepuk pundak Annisa.
"Iya gue ingat WAKTU ADALAH UANG JANGAN DISIA-SIA KAN HANYA DEMI MENDENGAR KAN OMONG KOSONG ORANG TAK BERGUNA!!"ujar Annisa yang fasih.
"Nah itu baru sohib gue!udah kita duduk aja!"ujar Aira.
Kemudian Aira pergi menuju tempatnya diikuti Annisa tetapi tatapan mata Annisa memasang pandangan yang menakutkan seperti mata elang.
__ADS_1
Amara yang berulah hari ini akhirnya senang juga walaupun itu hanya sesuatu yang kecil,"Hh...kasiannya Aira barusan dihukum sudah ditimpa kehausan!"batin Amara.
Tak lama kemudian Meliya datang dengan wajah yang berbeda,iya berbeda karena sebelum masuk kelas Meliya pergi kekamar mandi untuk memakai make up biar gak kelihatan kusam.
Walaupun wajahnya sudah cantik tapi Meliya selalu menginginkan yang lebih,ya memang tidak ada aturan dalam memakai make up hanya saja tidak boleh berlebihan :)
Meliya berjalan menuju tempat duduknya,ia melihat Amara yang sepertinya bahagia,"Kenapa kalian tertawa mulu!ada apa yang membuat kalian senang?"tanya Meliya.
"Duduk!duduk dulu,nanti gue kasih tahu!"balas Amara yang mengundang keingintahuan Meliya.
Meliya kemudian duduk disamping Amara dengan teman-temannya,"Buruan apa?"tanya Meliya.
"Jangan buat gue marah!!"bentak Meliya.
Amara dan gengnya ketakutan melihat ekpresi marahnya Meliya yang kaya nenek lampir,"Maaf...jadi tadi gue sengaja begal kaki Annisa yang membawakan air minum untuk Aira auto tumpah deh air minumnya!"balas Amara.
"Kirain gue lo bikin Aira malu didepan umum tahu nya cuma ini!tapi lumayan sih..gue salut"balas Meliya yang biasa saja.
Karena hari ini banyak jam kosong disetiap kelas akhirnya kepsek membunyikan bel pulang yang lebih awal.
__ADS_1
Semua siswa auto teriak-teriak keasikan dengan bubar seperti hewan liar.
"Aira kamu nanti pulang sama siapa?kan Si Wira gak ada!lagian kemana sih dia?"tanya Annisa.
"Gue gak tau ya!"balas Aira.
Kemudian Yohan langsung mendekati Aira,"Aira bakal pulang sama gue!"teriak Yohan.
Karena bingung mendengar perkataan Yohan yang langsung nyamber kaya kilat,"Nyambung aja lo"ujar Aira dingin.
"Terus si Meliya pulang sama siapa?"tanya Annisa.
"Pucuk dicinta ulam pun tiba yang lagi dibicara kan datang juga!"gumam Aira.
"Kak Yohan ayok pulang!"teriak Meliya.
"Padil lo anter pulang Meliya,ingat jangan sampai terjadi apa-apa!"teriak Yohan.
Padil yang kebingungan mendengar perkataan Yohan barusan disambut baik olehnya dan membuatnya sangat bahagia,"Oke!!"
__ADS_1
sebenarnya Padil memiliki perasaan kepada Meliya dan Yohan juga mengetahuinya.