The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.68


__ADS_3

Sedari tadi Meliya dan teman barunya memperhatikan pertikaian Yohan dan pria itu,dia hanya memperhatikan tanpa melerai.Dia sedikit penasaran kala apa yang membuat Yohan begitu marah.


"Siapa pria yang bertengkar sama Kak Yohan?"Tanya Meliya pada gadis disampingnya.


"Harby Aditya Rafael anak kelas X1 Ips2"Ucap Amara pada Meliya.


"Terus kenapa mereka bisa berantem?"Tanya Lagi Meliya.


Tak ada jawaban dari Amara maupun dua Siswi dibelakangnya,dia menoleh menatap ketiga siswi itu dengan tatapan yang tajam.


"Woy gue ngomong sama kalian!"Ketus Meliya yang kemudian melenggang pergi meninggalkan tiga siswi yang kini tengah bengong.


"Si Meliya kenapa ya?"Tanya Mimin pada Amara diangguki Teman lainnya.


"Gak tau paling juga tadi dia nanya sama kita gak dijawab"Ucap Amara yang juga ikut pergi meninggalkan kedua temannya.


Kini Meliya tengah berada dikelas dia hanya menatap ponsel karena telah dibuat badmood oleh teman barunya.


Amara yang berada diambang pintu,dia berjalan masuk lalu menghampiri Meliya dan duduk disampingnya.


"Mel,lo marah sama kita?"Tanya Amara diangguki oleh dua temannya.


"Maaf deh kalau kita tadi gak jawab omongan lo"Ucap lagi Amara.


Meliya hanya sibuk dengan ponselnya,dia mendongak menatap ketiga siswi disampingnya dengan tatapan yang kesal.Lalu kembali berfokus pada layar ponselnya.


Ketiga gadis itu hanya saling bertatap muka.


"Tadi kamu bertanya kan mengapa Yohan dan Harby berantem,mereka berantem karena cewek"Ucap Amara.


Meliya kini menatap fokus wajah Amara dan memasukan Hp nya kekantung saku,"What karena cewek?"Teriak Meliya refleks.


Ketiga gadis itu mengerutkan dahi mereka dan menatap wajah Meliya yang kini tengah syok.


"Siapa cewek nya?"Tanya Meliya pada mereka.


"Teman sekelas kita,dia adalah Aira Putri"Jelas Amara.


Kini wajah Meliya berubah darstis kala mendengar nama Aira,"Jangan bilang cewek yang dibicarakan tante Maryana."Gumam Meliya.


Teng... teng... teng...


Bel pulang berbunyi,semua siswa langsung berhamburan keluar kelas mereka.


Annisa dan Mira kini tengah berjalan meninggalkan koridor sekolah,mereka pulang menuju asrama mereka.


Saat ditengah perjalanan Kedua gadis itu bertemu dengan Yohan yang kini tengah berdiri didepan mobilnya dan menatap keduanya.

__ADS_1


Annisa dan Mira hanya melihat sekilas,lalu fokus pada tujuan awal mereka,tiba-tiba saja langkahnya diinterupsi oleh Yohan.


"Tunggu"


Kedua gadis itu menghentikan langkahnya,kemudian menoleh dan mencari sumber suara berada.


"Kak Yohan bicara sama kami"Ucap Mira menujuk dirinya lalu kemudian Annisa.


Pria itu mengangguk lalu menghampiri keduannya,"Aira sakit apa?"Tanya Yohan.


Mira terdiam kemudian menatap Annisa yang tengah membuang muka pada pria didepannya,"Nis ngomong apa?"Bisik Mira pada Annisa.


Annisa yang bungkam kini membuka suara, dia menatap wajah Yohan dengan saksama"Sakit uluh Hati!"Datar Annisa.


"Ayok Mira kita pulang"Ajak Annisa diangguki Mira.


Pria itu mengangkat satu alisnya tidak tahu maksud perkataan Annisa baru saja,"Gue gak maksud."Ucap Yohan.


Annisa menghentikan langkahnya yang baru saja dua langkah,dia menengok kebelakang lalu tersenyum misteri."Kalau gak maksud yasudah,intinya Aira gak mau bertemu kak Yohan itu pesan dari dia... dan satu lagi Kak Yohan jangan bertanya mengapa karena dia tak suka."Jelas Annisa langsung mrlanjutkan langkahnya.


Pria itu kini bingung dan tak percaya akan perkataan Annisa baru saja,saat hendak mengejar Annisa kembali,tangannya sudah ditarik oleh seseorang.


Yohan berontak dengan menggibaskan tangannya,karena terlalu kasar hingga orang yang menarik Yohan tersugkur ketanah.


"Aww"Ringis orang itu karena pantatnya meluncur ketanah tidak tepat.


Yohan menoleh menatap orang itu,kemudian dia membantu orang itu berdiri"Maaf gak ada maksud kok"Ucap Yohan pada orang itu.


"Ayok buruan masuk,Meliya."Ajak Yohan diangguki gadis itu.


________ ________


Tak butuh waktu lama untuk Yohan sampai dirumah,dia memakirkan mobilnya sembarangan lalu masuk kedalam rumah dengan wajah yang frustasi.


Gadis yang masih duduk didalam mobil hanya tersenyum Devil menatap pria itu,"Satu kali mendayung dua gunung terlewati"Gumamnya.


Dia juga keluar dari mobil dan berjalan masuk didapati wanita paruh baya tengah kebingungan.


"Yohan kenapa?"Tanya Maryana kala melihat putranya yang berjalan masuk dengan membuka kasar pintu.


"Tante jangan khawatir,kak Yohan hanya lelah saja.Meliya masuk dulu ya tan"Ucap Meliya melenggang pergi masuk kedalam kamarnya.


________ ________


Maryana dan Meliya kini tengah berada diRestoran XX,mereka kesana kala permintaan Meliya yang rindu dengan masakan khas Indonesia.Keduannya tengah duduk dinomor 8.


Gadis itu tengah memilih menu apa yang dia inginkan,sedang Maryana hanya terdiam dan sesekali tersenyum mendengar keinginan gadis itu.

__ADS_1


"Tante aku mau keWc dulu ya"Ucap Meliya,dia langsung melenggang pergi meninggalkan Maryana.


Mata Maryana melotot tak percaya kala melihat meja nomor 10.tepatnya hanya berbeda dua meja,tengah duduk gadis cantik bersama pria tampan yang sedang mengobrol.


Dia tak menyia-menyiakan waktu,mengambil Hp langsung dipakai memotret objek yang kini tenah asik mengobrol.


Cekrek...


Setelah mengambil objek dia tersenyum Devil,tak lama kemudian Meliya datang mengahmpiri Maryana dia duduk ditempat semula.


"Tante kok belum dimakan Menunya?lama ya nunggu Meliya"Ucap Meliya.


Wanita paruh baya itu tersenyum pada gadis didepannya,"Gak kok sayang,ayok makan"Ucap Maryana.


_______ ________


Drttt....


Ponsel Yohan bergetar,dia yang tengah rebahan dikasur kemudian mengambil ponselnya dinakas.


Yohan membuka Ponsel,terlihat Notifikasi Whatsapp.


"Ngapain Mama chat aku"Gumam Yohan menekat pesan dari Maryana.


Kini raut wajahnya berubah dratis kala melihat pesan gambar yang dikirimkan mamah itu,kepalan tangan dan emosi yang membara.


Dia melupakan kekesalannya dengan memukul tembok kamar hingga tangannya memar.


Beberapa menit berada dikamar,pria itu keluar menuruni anak tangga matanya dia edarkan pada setiap penjuru ruangan tak didapati mamahnya dan Meliya.


Dia memakai Jaket dan mengabil kunci motor,saat tengah menstater motornya,mobil Sport putih memasuki garasi rumahnya didapati Maryana dan Meliya.


Brmm... brmm...


Yohan mengreng-greng motornya dengan wajah yang masih kesal.


"Yohan kamu mau kemana?apa belum cukup dengan hadian yang mama berikan?"Tanya Maryana.


Sedang Meliya sudah melenggang sedari tadi masuk kedalam rumah dengan beberapa barang ditangannya.


Yohan menoleh pada Maryana,"Aku percaya pada Aira."Datar Yohan.


"Yohan... Yohan,kamu sudah dibutakkan oleh cinta gadis miskin itu,sudah jelas buktinya ada ditangan kamu.Kamu masih mengelak saja"Jelas Maryana.


"Mama itu licik"Ketus Yohan dengan tatapan yang tajam.


Wanita itu tersenyum pada Yohan,"Mama memang Licik tapi mama tak Munafik!"Dengus Maryana.

__ADS_1


"Terserah kamu"Ucap Maryana mengelus pundak Yohan dan kemudian pergi.


Yohan menengok menatap punggung Maryana yang sudah melenggang pergi"Apa benar"Gumam Yohan.


__ADS_2