The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Sekolah.


__ADS_3

"ASTAGAAA,AIRAA LO PAKE MANTRA APAAAN"Teriak Annisa saat Aira masuk kedalam kelas.


Aira hanya melirik Annisa dan dia menjatuhkan tubuhnya kebangku.


"EH AIRA MULAI GILA"


"PARAH PARAHH"


"SUMPAH ASLI LO PAKE PELET APAAN!"Teriak Mira.


"Dan,tadi Yohan genggam tangan lo didepan semua murid SMAN GARDEN X11"


"Dan ngebela lo"


"Terus semua murid sekarang gomongin lo yang diantar oleh Yohan"


"Gila gak sih itu gosip,gue bisa-bisa MATI PENASARAN!"Heboh Mira.


"Lo semua pada cacingan!"Ketus Aira menatap kedua temannya.


"Mana ada kita cacingan,makan aja makanan yang bergizi"Cerocos Annisa diangguki oleh Mira.


"Udah lo pada gak usah gosipin gue sama Yohan gak guna"Ucap Aira sambil membuka tas ranselnya.


Annisa dan Mira hanya menggeleng mendengar perkataan sahabatnya,kemudian mereka semua berfokus pada white board.


Beberapa jam didalam kelas kegiatan belajar mengajar oleh guru,tak lama kemudian bel istirahat berbunyi.


Teng... teng... teng...


Semua siswa bersorak bahagia kala mendengar bel istirahat berbunyi,semua murid keluar dari kelas dan tujuan mereka adalah kantin untuk siswa yang banyak duitnya dan perpustakaan untuk siswa yang gemar membaca.

__ADS_1


Kini Aira,Annisa dan Mira tengah berada dikantin,mereka duduk ditempat biasa dan sudah sedia mangkuk mie ayam lengkap dan satu mangkuk siomay.


Ketiga gadis itu tengah menikmati makan siang mereka,kantin yang damai kini berubah menjadi rusuh kala kedatangan most wanted sekolah.


Aira sudah pasti tahu sebab kericuhan dikantin,dia hanya menegok yang menjadi pusat perhatian kantin dan kembali lagi menikmati mie ayamnya.


Sedangkan Annisa dan Mira hanya melongo melihat ketiga most wanted itu.


"Aira,ada Yohan"Bisik Annisa pada Aira yang tengah menikmati makanan.


"So"Singkat Aira.


"Dia berjalan menuju meja kita"Bisik Mira diangguki Annisa.


"So What"Datar Aira.


"Ya elah gak ada kata lain selain 'So' 'So What' gitu?gue dengernya aja pingin nampol"Ucap Annisa mengkrucutkan bibirnya.


"Sabar dong Beb"Ucap Mira tercicit geli.


Kini tatapan tajam Aira tertuju pada Mira,Mira yang ditatap tajam hanya bisa mengalihkan pandangannya.


Sedang disebrang sana Yohan dan kedua temannya sedang menimati makanan dikantin.


"Han,kayanya Aira beda dari yang lain deh."Ucap Andy


"Iya bener,dia itu Limited edition banget gak ada tuh cewek yang bisa melelehkan bongkahan Es kutub utara kaya ini nih"Ucap Padil tercicit dan menengok kearah Yohan.


Andy hanya bisa menahan tawa mendengar celotehan yang dilontarkan Padil,sedangkan Yohan hanya mendengarkan dan mencerna baik-baik perkataan kedua temannya.


"Semua makanan ini ditraktir oleh Padil"Ucap Yohan tiba-tiba.

__ADS_1


"Lah kok gue?"Ucap Padil mengerutkan dahinya.


"Lo gak ikhlas"Sahut Andy dengan menoyor dahi Padil.


"Bukan gak ikhlas hanya saja gue kan kurang kaya dari lo berdua"Ucap Padil.


"Biar gue yang traktir"Datar Yohan tiba-tiba.


"Nah gitu dong."Ucap Padil senang diangguki Andy.


"WOY YANG ADA DIKANTIN,HARI INI YOHAN YANG TRAKTIRR JAJAN SEPUASNYA"Teriak Andy membuat seisi kantin menjadi ricuh.


"BILANG MAKASIH SAMA YOHAN!"Teriak Padil.


"MAKASIH KAK YOHAN"


"THANKS YOHAN"


Semua murid yang berada dikantin langsung merespon baik.


Annisa dan Mira kesenangan mendengar teriakkan kedua temannya Yoha.


"Lumayan rezeki nomplok"Ucap Annisa.


"Jajan gratiss"Sahut Mira.


"Aira,Yohan baik ya?"Tanya Annisa diangguki oleh Mira.


Aira yang sudah selesai makan,dia beranjak dari kursinya dan menghampiri penjual dikantin sekolah dan langsung melenggang pergi.Annisa dan Mira hanya melongo.


Yohan menatap punggung Aira yang sudah melenggang pergi dari kantin.

__ADS_1


__ADS_2