The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.73


__ADS_3

Kelas saat ini tengah kacau,apalagi melihat kalakuan kasar Aira dan menggambarkan jika Aira ini seperti 'Naga yang sedang hibernasi,Jangan mengganggunya',beberapa menit kemudian bel masuk telah berbunyi yang menandakan akan segera di mulainnya belajar mengajar di kelas.


Tok...


Suara ketukan pintu di kelas X Ips 1 dan menampilakn seorang siswa.


"Maaf pak ganggu,Saya disuruh panggil seseorang"Ucap siswa itu.


Pak Tono yang mengajar pun menghentikan materi yang ia terangkan,"Siapa yang kamu cari?"Tanya pak Tono.


"Saya cari Aira,dia dipanggil guru Bk"Ucap seseorang di ambang pintu kelas dengan memakai Almamater Osis.


Semua tatapan tertuju pada Aira,tak terkecuali pak Tono yang syok berat pasalnya Aira murid kesayangannya yang tak pernah berulah apalagi sampai di panggil guru Bk.


"Cepat juga"Hanya itu yang keluar dari mulut Aira.Takut?mana mungkin seorang Aira takut hanya sekedar masuk ruang Bk doang.Jangan lupa,Aira pernah berkata jika dia mantan seorang 'Bad Girl'.


Aira tak perduli dengan tanggapan mereka,ia beranjak dari kursinya.Sedang Annisa memegang tangan Aira dan tak mengizinkan Aira pergi sendiri.


"Ra"Lirih Annisa.


"Lo tenang aja"


Jika sudah mendengar Aira berkata seperti itu,Annisa sudah merasa lega.Ia kemudian berdiri dan membiarkan Aira berjalan keluar.


"Permisi pak"

__ADS_1


Pak Tono menggangguk.Setelah itu Aira keluar mengikuti angota osis itu dari belakang.


"Oh my god,gak nyangka Aira senekat itu!"


"Rasain lo!"


"Keren,I Love You Aira putri"


Pak Tono yang mendengar lontaran semua murid tentang Aira,"Sudah-sudah kalian jangan ribut,kita lanjuti materinya lagi"Lerai pak Tono.


"Ada gunanya juga si Amara,tak perlu mengotori tangan!"Batin Meliya meronta-ronta bahagia.Ya itulah seorang Meliya akan tertawa bebas melihat orang lain sensara.


________ __________


Aira menoleh dan menatap name tag dibaju pria itu,"Hmm"Datar Aira.


"Gila bener baru kelas X udah masuk Bk,keren"Ucap Dion."Takut gak lo?"Tanya lagi.


"Nggak"Datar Aira.


****


Di depan ruangan yang bertuliskan Ruang Bk,anggota osis tadi hanya mengantar Aira sampai depan pintu saja.Kemudian Aira masuk kedalam ruangan Bk yang sudah ada Amara dan Bu Dayu yang tengah duduk.


"Permisi bu"Ucap Aira di ambang pintu ruang Bk.

__ADS_1


Keduannya menatap wajah Aira.Bu Dayu heran?tentu saja ini pertama kali dirinya melihat Aira masuk ruang Bk bahkan kasusnya 'kekerasan'.Dan bagaimana dengan Amara?tentu saja ia merasa terbang kelangit akan menyaksikan Aira kena DO.


"Aira ayok duduk"Pinta bu Dayu.


Aira mengangguk,kemudian melangkah maju duduk disamping Amara dengan bangku yang terpisah,karena takut terjadi sesuatu lagi.


"Gue bilang apa!gue bakal bales dua kali lipat sama lo!" Batin Amara sambil tersenyum Devil.


Setelah Aira duduk,bu Dayu pun memulai perbincangan.Dia menatap wajah Aira yang terlihat tenang,"Sebenarnya kenapa kalian bisa berantem?"Tanya Bu Dayu.


"Aira yang pertama bu menarik paksa kerah baju saya!"Sahut Amara.


"Apakah betul Aira?"Tanya bu Dayu menoleh pada Aira.


Aira tersenyum,"Benar"Memang benar yang dikatakan Amara jika ia yang menarik paksa kerah baju Amara,tapi tidak benar jika Aira yang pertama berulah.


Bu Dayu kemudian menoleh menatap wajah Amara yang terlihat agak ketakutan,"Amara,kamu boleh masuk kedalam kelas"Ucap bu Dayu.


Amara mengangguk,dia beranjak dari kursi dan menatap tajam sambil tersenyum Devil pada Aira.


Takut dengan senyuman Amara?mana mungkin Aira takut,malahan ia balik menatap tajam gadis itu hingga membuat Amara kabur terbirit-birit tanpa bilang permisi.


Bu Dayu menggeleng pelan melihat tingkah Amara.Sekarang matanya tertuju pada gadis itu,belum sempat bu Dayu membuka mulut tiba-tiba saja mendapat telpon.


"Oh ya ibu angkat telpon dulu ya"Ucap bu Dayu,yang kemudian pergi meninggalkan Aira.

__ADS_1


__ADS_2