The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.76


__ADS_3

Teng... teng...


Bel pulang sekolah sudah berbunyi yang menandakan berakhirnya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.Semua murid berhamburan keluar kelas kecuali murid yang ada ekschool di kelas.


"Aira duluan ya"Sapa setiap siswa yang melintas di depan gadis itu sambil tersenyum.


Aira hanya membalas dengan senyuman kecut.Dia berdiri di depan teras sekolah dan kelihatan tengah menunggu seseorang.


Tinn...


Klakson mobil sport putih berhenti tepat di depan gadis itu,kemudian pintu depan kursi setir terbuka dan menampakkan pria tampan,"Lama ya?"Ucapnya.


Gadis itu mengedikkan bahunya kemudian jalan memutar masuk ke dalam mobil yang telah di buka kan oleh pria itu.


Di tengah perjalanan suasananya sangat canggung.


Akhirnya Harby membuka perbicangan,"Kenapa lo bisa masuk Bk?"Tanyannya yang tatapan fokus ke depan.


Lagi-lagi Aira hanya mengedikkan bahunya.


"Terus kok lo bisa lolos gitu aja?"Tanyanya lagi,"Tanpa kena hukuman atau surah panggilan gitu?"

__ADS_1


Aira kemudian mendongak menatap wajah pria itu tajam,"Udah ya jangan banyak nanya gue lagi gak mood!"Ucapnya lembut namun terdengar kasar.


Harby menghela nafas,"Karena gue peduli sama lo,Aira"Ucapnya menoleh sekilas kemudian berfokus kembali pada jalan raya,ia tak ingin terjadi sesuatu.


Aira tak menjawab dan Harby pun menghentikan laju mobilnya,karena mereka telah sampai di depan rumah gadis itu.


Aira turun tanpa terukir senyuman di wajahnya dan Harby hanya menghela nafas kasar dan melenggang pergi dari tempat itu.


Aira menatap mobil Harby yang sudah melenggang lama kelamaan tak terlihat,ia melanjutkan melangkah menuju pintu dan langsung membuka kemudian masuk menuju kamarnya.


Melemparkan tas dan sepatu sembarangan,sedangkan ia melemparkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit-langit rumah.Tiba-tiba saja bulir bening tumpa mengukir jalan di pipinya.


Di dalam mobil sport hitam sama seperti keadaan di dalam mobil Putih tadi yang juga sangat canggung dan menegangkan.


Gadis itu menatap wajah pria di sampingnya yang fokus dan perhatian akan jalan yang sedang di laluinya,"Kak"Ucapnya.


Pria itu tak bergeming dan tetap fokus pada jalanan ibu kota yang ramai.


Beberapa waktu di perjalanan akhirnya mobil sport hitam sudah masuk ke dalam pekarangan rumah mewah nan megah.Berhenti kemudian terbuka pintu depan setir yang menampakkan seorang pria tampan keluar.


"Kak Yohan kenapa sih?"Gumam gadis itu yang juga ikut keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Yohan yang sudah berada di dalam rumah dan langsung menaiki anak tangga bergegas menuju kamarnya.


Wanita paruh baya yang tengah duduk sambil membaca sebuah majalah di ruang tamu,menutup majalahnya.


"Mel,itu Yohan kenapa lagi?"Tanyanya saat melihat Meliya berjalan maju masuk ke dalam rumah.


Meliya terhenti kemudian menoleh,"Gak tau tante"Ucapnya menghampiri wanita paruh baya itu dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu,"Mungkin aja kak Yohan lagi Jeles sama ceweknya yang pulang di antar sama musuhnya"Cerocos Meliya.


Maryana menyeriangai tersenyum smirk,"Syukurlah kalau begitu"Bangganya.


Meliya yang tengah menikmati snack di tangannya kemudian menghentikan kegiatannya,"Kok tante ngomong gitu"Polosnya.


Tak...


Maryana menjitak kepala gadis itu,lalu berkata "Kamu ini gimana sih?!katanya suka sama Yohan?"Tanyanya.


Meliya nyengir dan menampilkan sederet gigi rapinya,"Hee..."


Maryana bangkit dari duduknya,membelakangi gadis itu,"Bagus dong kalau gitu,jadinya akan lebih mudah kamu menerobos masuk ke dalam hati Yohan dan menyingkirkan gadis yang bernama Aira"Ucapnya.


Meliya tersenyum bangga dan langsung membayangkan hari-harinya di isi bersama Yohan.

__ADS_1


__ADS_2