
Tokk...tokk...tokk...
Terdengar suara ketukan pintu dari balik kamar gadis yang masih tidur pulas,karna sangat mengganggu,dia beranjak dan langsung menghampiri dan membukan pintu.
Ceklek~~~
Dia membuka pintu didapati nenek Minah yang ditangannya membawa sebuah sajadah dan mukena.
"Solat subuh dulu neng."ucap nenek Minah yang menyodorkan mukena dan sajadah.
"Iya nek."Ucap Aira mengambil sajadah dan mukena.
Setelah memberikan itu,nenek Minah langsung pergi meninggalkan gadis itu.
Aira membawa masuk mukena dan Sajadah kekamarnya,tak lama kemudian Azan subuh berkumandang.Semua umat islam berbondong-bondong mengerjakan perintah Allah.Gadis itu juga yang sudah mengambil wudhu dan langsung melaksanakan sholat subuh.
Setelah sholat gadis itu pergi menuju dapur,niatannya hendak memasak makanan untuknya dan nenek Minah.Dia terbelalak saat matanya melihat meja makan yang sudah dihidangi makanan.
"Malu bat gue,kalah sama nenek-nenek."Gumam Aira.
"Neng ayok makan."Ucap nenek Minah.
Aira mengangguk dan langsung menarik satu kursi,mereka berdua menikmati sarapan pagi dengan damai.
Setelah sarapan Gadis itu pamit pergi dari rumah."Nek ini uang untuk nenek,terima kasih atas satu malamnya dan kenyaman yang diberikan oleh nenek."ucap Aira seraya memberikan sebuah amplop.
"Memangnya neng mau kemana?"tanya nenek Minah.
"Emm mau pulang nek."
"Yaudah kalau gitu,jangan kabur-kabur lagi."nasihat nenek Minah.
Gadis itu mengangguk dan langsung pergi meninggalkan rumah itu,ia menuju rumahnya dengan berjalan kaki.Anggap saja lari pagi.
Saat sudah sampai,gadis itu mengambil kunci yang ia letakkan."Untung aja gue nggak telat pulang."gumam Aira.
Dia langsung meraba diamana stopkontak listrik,karna keadaan rumah sangat gelap.Saat lampu sudah menyala matanya dibuat terbelalak melihat pria yang duduk manis dibangku ruang tamu.
"Bagus!"
Gadis itu berdecak,"Cih,kenapa lo bisa ada didalam rumah gue?."tanya Aira.
__ADS_1
"Suka-suka gue lah."ucap Pria itu beranjak mendekati gadis yang masih membuang muka.
"Ok silahkan pergi disana pintunya."Usir gadis itu sebari menunjuk kearah pintu.
"Lo ngusir gue?"
"Iya emangnya kenapa?gak suka?!"cetus Aira.
"Iyalah gak suka,secara kan gue itu istimewa."
"Emangnya martabak istimewa!!"
"Attututu dede manis ku marah yaa?jangan marah dong."ucap Yohan berbicara bak Anak kecil.
"Dih,stres!!."cetus Aira.
Saat Yohan lebih mendekat dengan Aira tiba-tiba saja Ponsel miliknya berdering,sangat mengganggu.
Drtt...drtt...drtt...
Yohan merogok kantung celana,dan mengambil sebuah ponsel,ia langsung mengangkatnya.
"Hallo"
"Iya Yohan akan segera pergi"
"..."
"Iya."
Setelah mengangkat telpon,Yohan menoleh sekilas wajah Aira yang masih ketus.
"Aira,gue pergi dulu ya."
"Hmm."
"Kok jawabannya Hmm doang."
"Bodo."
"Yaudah deh by."
__ADS_1
"Pergi sana jangan ganggu gue lagi."
Pria itu pergi meninggalkan Aira,sedang gadis itu menghela nafas dan mengusap dadanya yang tiba-tiba saja berdegup kencang.
Dia dengan cepat menutupi semua itu dengan wajah datarnya,gadis itu menggeleng dan langsung masuk kedalam kamar.
15 menit kemudian gadis itu sudah siap berangkat sekolah,ia keluar rumah dan berjalan menuju jalan raya.
Ditengah perjalanan tiba-tiba saja ada mobil yang berhenti disampingnya.
'Tinnn...'
Suara klakson yang nyaring sekali ditelinga.
Gadis itu menutup rapat-rapat telingannya.
"Woy gila berisik Anjrr."teriak Aira terbawa suasana.
Kemudian orang didalam mobil itu menurunkan setengah kaca mobilnya.
"Lo!"Kaget Aira melihat orang yang didalam mobil.
"Kenapa?lo rindu ya sama gue?"ucap pria itu bernada manja.
"Cih!"
"Buruan naik,mumpung gue lagi baik hati."ucap pria itu.
"Males!pergi gak lo dari hadapan gue!!"ketus Aira,tatapan pembunuh ia berikan untuk pria didalam mobil itu.
"Kayanya Lo dalam mode sengol dikit bacok."ucap pria itu cengengesan.
"Pergi gak lo"
"Nggak."
"Pergi"
"Nggak."
Gadis ini memilih mengalah dan mempercepat langkahnya,saat yang tepat ada angkot lewat.Tentu saja gadis itu melambaikan tangan dan meninggalkan Yohan dalam mobilnya.
__ADS_1
*bersambung*