
Mereka berdua saling memandang penuh cinta bahkan sangat jelas terlihat dari pasang mata Si gadis dan Si cowok.
"Lo mau liatin gue mulu,berat tahu badan lo itu"ujar Yohan cengengesan.
Mendengar perkataan si cowok yang menyebalkan,si wanita langsung membangunkan badan nya,"Dih,gue bilang sama lo,kalau gue itu nggak berat,dan lagi gue inu cewek langsing dan cantik"ujar Aira sedikit terkekeh karena ia tidak pernah memuji diri sendiri.
Di ikuti Si cowok yang juga membangunkan tubuhnya,sambil terkekeh mendengar perkataan dari Si wanita,"Hh...lo bilang apa?kalau lo itu langsing dan cantikk?badan kaya triplek aja dibilang cantik!!"balas Yohan.
"Ngomong aja lo itu sirik sama badan gue yang ba--s"ujar Aira yang terpotong karena tiba-tiba saja Yohan mencium dahinya.
Melihat kelakuan dari Si cowok itu,Aira sangat terkejut bahkan sangkin terkejutnya ia sampai bengong,dari ngomel-ngomel sekarang diam tanpa berbicara sedikit pun.
"Hh...by Aira"ujar Si cowok langsung pergi setelah membuat Aira bengong tanpa berkata sedikit pun.
Setelah berapa menit kemudian Annisa datang dengan menepuk pundak Aira pelan yang masih bengong sambil memegang dahi nya,PUK,"Aira ngapain lo diem aja disini?dari tadi gue cariin lo nggak ada dimana-mana"ujar Annisa tetapi tak dibalas oleh Aira.
"Aira..."
Si gadis kemudian terbangun dari lamunannya,"Omg,gue udah dinodai....ciuman pertama gue dicuri..Aaa...."teriak Aira langsung berlari meninggalkan Annisa yang sedari tadi kebingungan.
"Kenapa sama Si Aira?"gumam Annisa menggidik melihat kelakuan Aira.
***
Semua siswa kembali menuju asrama masing-masing ada juga yang kembali kerumah masing-masing untuk menyiapkan keperluar besok.
Begitu pula Aira yang sedari tadi sudah membereskan pakaian dan barang-barang karena hari ini Aira akan keluar dari Asrama dan menjalani kehidupan yang mandiri,sedih rasanya harus meninggalkan Asrama yang penuh dengan kenangan dan juga harus meninggalkan hidup yang nyaman,Ukhh sad feel.
Saat Si gadis itu sedang memasukan pakaiannya kekoper,tanpa diketahui Aira temannya,Iya Annisa mesuk kedalam kamar secara diam-diam.Niatannya sih untuk mengejutkan Aira akan tetapi malahan Annisa yang terkejut.
"Omg,lo mau kemana kan camping nya juga hanya 2 hari doang tapi,lo kok memasukan semua baju kekoper?Why??"ujar Annisa.
Aira kemudian berhenti berkemas-kemas,ia berdiri menghampiri sahabat nya itu,"Hm...ada yang mau gue bicara kan sama lo,duduk dulu aja"ujar Aira yang meletakkan kedua tangannya dibahu Annisa sambil menyuruhnya duduk sejenak.
Ketika Annisa sudah duduk dilantai,gadis itu langsung membicarakan unek-unek nya,"Begini Nis,lo jangan marah ya sama gue...."ujar Aira sambil menggenggam tangan Annisa.
Gadis itu hanya menatap penasaran yang akan dikatakan sahabatnya Aira,"Nggak, aky nggak bakalan marah,bagaimana aku mau marah kamu nggak cerita?!"balas Annisa.
"Emm...sebenarnya gue itu bakalan keluar dari sini kar--"ujar Aira yang langsung dipotong oleh Annisa.
"Omg hello...jangan-jangan lo mau pindah sekolah,Omg nggak,nggak...bakal gue boleh kan...pokok nya nggak boleh titik"ujar Annisa memotong pembicaraan Aira,bahkan suara Annisa sangat melengking kaya kaleng rombeng.
"STOP...!"
Teriakan Aira membuat Annisa langsung membungkam mulutnya,ya sedikit terkejut juga dirinya.
__ADS_1
"Oke,lalu apa...?"
"Dengerin gue bicara jangan potong dulu,jadi gue mau bilang jika gue itu bukan pindah sekolah melainkan gue nggak akan tinggal di Asram lagi,karna gue udah minta sama papa dibelikan rumah didekat sekolah,denger kan...?"balas Aira.
"Terus gue nya gimana?kan gue nggak bisa jauh-jauh dari lo!"
"Kan masih ada Si Andy yang bisa nemenin lo,hee..."ujar Annisa terkekeh
"Nggak maksud,yaudah deh gue mau kembali kekamar lagi,satu lagi gue seneng atas rumah baru lo,tapi gue boleh kan mampir kerumah lo?"
Aira menganggukkan kepala mendengar permintaan sahabatnya,kemudian Annisa langsung pergi meninggalkan kamar Aira.
****
Beberapa waktu kemudian Aira selesai berkemas,ia langsung pergi menuju ruang kepala asrama berpamitan,setelah berpamitan Aira langsung pergi menuju pintu keluar asrama wanita,matanya tak tega meninggalkan tempat ini dan sesekali memandang gapura 'asrama wanita' Saat ia membalikan badannya,ternyata didepannya ada pria yang juga memandang gapura itu.
"Ngapain lo liatin gapura ini mulu?padahal kan nggak ada ukiran nama gue disana!"ujar Yohan cengengesan.
"Stress!!"balas wanita itu singkat,dan langsung pergi membawa kopernya keluar sekolah.
Si cowok itu tak bisa diam saja melihat wanita yang imut membawa koper sendiri,"Tunggu,tunggu..."ujar Yohan menarik tangan Aira.
"Apaan sih?!"
"Biar gue aja yang bawa,gue nggak tega melihat wanita lemah membawa barang yang berat!"
Dengan senang hati Yohan langsung menerima koper dari Aira,saat diangkat sungguh terkejut wanita mungil itu sangat kuat membawa koper yang sangat berat,"Lo bawa apaan sih berat banget?,kan wanita lemah kaya lo nggak pantas, bisa-bisa lo mati cuma bawa koper doang.Apaan sih isinya jangan-jangan batu semua isinya?!"ujar Yohan.
Sambil berjalan mereka berdua berbincang-bincang,"Gue bawa nuklir buat bunuh lo,dan ralat gue itu nggak lemah"balas Aira Sinis.
"Yakin lo mau bunuh gue,walaupun lo bunuh gue pastinya gue bakal bawa lo juga biar di Nisan ujung nama lo terukir nama gue 'Aira Yohan Mu'."balas Yohan cengengesan.
Aira sedikit terkekeh mendengar perkataan Yohan,yang sering membuat ia tertawa walaupun sikapnya terhadap cowok itu dingin.
Saat sudah sampai digerbang sekolah, mereka berhenti di trotoar,wanita itu menengok kanan kiri mencari Taxi,diikuti juga si cowok yang menengok kanan kiri,saat Aira menengok kekanan Yohan malah sengaja menengok berlawanan dan disitulah bertemu tatapan yang manis.
Si Cowok hanya tersenyum menyebalkan,tetapi si cewek malahan kesal dibuatnya,"Ngapain lo ikut-ikut gue nengok,mana wajah lo itu bikin muak aja"ujar Aira sinis.
"Masa sih,banyak orang bilang wajah gue itu bikin kangen"balas Yohan cengengesan.
"Gila,Stress!!"
"Lo itu bawa barang banyak betul,padahal kan gue ajak lo kerumah hanya buat menyiapkan keperluan besok,bukan suru lo menginap,jangan-jangan lo nggak sabar ya kepingin tinggal serumah sama gue,Yaa kan,ketahuan lo sekarang ternyata diam-diam lo cinta sama gue juga"ujar Yohan panjang lebar.
Dari kejauhan Aira sudah melihat ada Taxi berjalan menuju arah mereka,dengan cepat Aira melambai-lambaikan tangan.Taxi itu berhenti pas dekat mereka.
__ADS_1
Yohan yang masih tertawa,kemudian melihat Aira menghentikan Taxi tanpa memberitahunya.
"Taxi mba?"tanya si sopir yang masih duduk dikursi kemudi.
"Oh iy--"
"Nggak jadi pak,pacar saya hanya bercanda saja,Ia sedang marah tapi pak saya beritahu jika pacar saya sedang marah dia itu suka menggit tangan orang bahkan tangan saya saja penuh dengan luka"ujar Yohan yang memotong pembicaraan Aira.
Pak Sopir yang mendengar Yohan berkata seperti itu langsung tancap gas,"Permisi..."
"Pak tunggu jangan dengarkan pria gila ini!!"teriak Aira akan tetapi Taxi itu tak menghentikan lajunya.
Pria itu terkekeh dengan tindakannya sendiri,sedangkan Si Cewek sangat kesal langsung menolehkan wajah kearah cowok yang masih tertawa dengan tatapan yang mengerikan seperti Lion mencari mangsa.
"Hhh....pak sopirnya ketakutan padahal gue hanya bergurau Ja"ujar Yohan yang masih terkekeh.
"Yohan...."
"Aira...."
"Kenapa lo bilang kaya gitu,dan ralat gue itu nggak pernah gigit tangan lo,dasar menyebalkan!!"teriak Aira memanyunkan bibir.
"Oke sebagai permintaan maaf gue,gue bakal anter lo pulang,tapi ada syaratnya!"ujar Yohan.
"Ada syaratnya kan lo yang udah buat Taxi gue kabur,memang kesialan gue masuk sekolah ini ketemu orang gila kaya lo"balas Aira sinis.
"Zaman sekarang semua itu nggak gratis,syaratnya adalah setelah gue antar lo pulang,lo harus ikut gue juga!"
Si cewek hanya terdiam tak berkutik hanya mendengarkan cowok itu berkata,karna diacuhkan Yohan mendekati Aira sambil membisikkan sesuatu.
"Bagaimana?"
"Sorry...!"
"Yaudah koper lo nggak gue kasih!!"
"Oke gue setuju ikut lo,asalkan jangan bicara sama siapa-siapa ntar drjat gue ancur tujuh turunan."
SEBELUM SETUJU.
Yang dibisikkan cowok itu ternyata hal akan membuat Aira malu tujuh turunan.
"Kalau lo nggak setuju gue bakal bilang sama semua siswa jika gue itu mencium dahi lo"
"Bagaimana setuju kan?!"
__ADS_1
"Oke gue setuju ikut lo,asalkan jangan bilang-bilang sama orang lain ntr drajat gue ancur tujuh turunan"
Akhirnya Aira setuju ikut pulang bersama Yohan,walau dengan berat hati diperjalanan Aira diam saja tak bersuara sedikit pun.