
Setelah mendengus, kemudian Yohan berjalan menuju Maryana dan sekilas membisikan sesuatu,"Aku akan mencari sesuatu tentang hilangnya bi Ami"ujar Yohan langsung pergi.
Maryana yang mendengar ancaman Yohan membuatnya ketakutan dan gemetaran.
"Heh!!anak durhaka berani-beraninya mengancam ibunya sendiri."grutu Maryana kesal.
"Nyonya bibi mohon jangan dimasukkan hati tentang perkataan tuan muda tadi"pinta bi Ami.
"Halah!!gara-gara bibi anak ku sendiri bisa-bisa mengancam ibunya dan satu lagi awas saja bibi bocorkan kejadian yang telah saya lakukan pada mu,tidak segan-segan habisi nyawa keluargamu dikampung!!"ancam Maryana sambil menunjuk wajah bi Ami.
Bi Ami yang takut akan ancaman Maryana barusan membuatnya terpaksa menuruti kemauan Maryana,"Baik nyonya"ujar bi Ami bernada gemetar.
***
Disisi lain Yohan yang masih penasaran tentang pelayan asuh nya,yang tiba-tiba sakit bahkan hilang beberapa hari.ia pun segera menyuruh mata-mata yang terpercaya mencari tahu.
"Riski,kamu cari tahu mengapa bi Ami tiba-tiba sakit dan menghilang beberapa hari!"perintah Yohan yang menelpon langsung manager Riski.
"Oke!sobat,saya akan berusaha sebisa mungkin,tuan muda jangan khawatir dan pokus saja sekolah"balas manager Riski dalam telpon.
Setelah menelpon Riski,Yohan yang kemudian ingin menghubungi Aira tapi sayangnya Hp Aira tidak aktif.
__ADS_1
Tutt...tutt...tutt...
"Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan,silahkan coba lagi."
Yohan yang kesal karena telpon nya tidak dijawab oleh Aira,"Ih ni anak lama-lama bikin gue mati penasaran aja!"gumam Yohan.
****
Dipagi hari seperti biasa Aira sarapan pagi yang tentunya dengan damai dan tentram,Tapi tiba-tiba berubah menjadi ambyar gara-gara Wira datang kerumah nya yang membuat Aira bedmood.
"Aira!Aira...sepupu ganteng lo dateng lagi"teriak Wira yang menghancurkan mood Aira.
Wira kemudian masuk kedalam rumah Aira,bahkan tanpa malu-malu ia menyantap sarapan pagi Aira.
Aira yang mengetahui kelakuan sepupu nya yang muka tembok,amarah langsung menaik keubun-ubun kepala.
"Wira.....!!"teriak Aira kepada Wira bermuka tembok.
"Aira lo itu pelit mat sih padahal gue itu sodara lo!"balas Wira yang memelas.
Aira hanya menghela nafas sambil mengusap dadanya,"Sabar-sabar Aira ini hanya ujian biar pun sepupu lo kurang ajar tapi tahan amarah"batin Aira.
__ADS_1
"Wira genteng mau apa lo pagi-pagi dateng kerumah gue terus tanpa malu-malu lo makan sarapan pagi gue dan lo acak-acak kulkas gue,mau lo itu apa?"ujar Aira sedikit menekan.
Wira hanya cengengesan mendengar teriakan Aira yang marah-marah kepadanya."hehe...gue kesini mau jemput lo lah,ini juga suruh bokap lo"balas Wira.
Aira siap-siap berangkat sekolah tanpa sarapan pagi yang susah habis disantap Wira. walaupun hatinya gedek banget sama Wira tapi gimana lagi Wira juga sodaranya.
Mereka berdua berangkat menuju sekolah dan setelah sampai Aira dan Wira menyusuri koridor sekolah,banyak pasang mata yang melirik kepadanya,ada yang suka yaa suka ada yang benci tambah benci.
"Wira gue mau kekelas!lo jangan ikutin gue mulu.nanti lama-lama ketahuan aja kalo lo sepupu gue!"bisik Aira.
"oke!gue juga bosen deket sama lo aja mending gue cari mangsa!"balas Wira sambil cengengesan.
Ketika Aira sampai didalam kelasnya,banyak sekali siswa yang menggosipkan dirinya dengan Wira.
"*heh,lo tau gak?kemarin gue liat Aira dianterin sama guru bk bahkan tadi pagi juga dijemput,enak ya kalo muka cantik mah gebet sana sini"
"Omg masa iya,gak dapet Yohan tapi dapet guru bk"
"Selera Aira berkelas lagi Yohan hokay dan pak Wira juga keliatannya juga hokay*"
Seperti itulah cemooh mereka mengenai Aira,tapi mereka gak tahu Aira itu tidak mudah dipropokasi.
__ADS_1