The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Eps.123.


__ADS_3

Yohan mengacak-acak rambutnya,tubuhnya merosot,duduk dengan menelungkupkan wajahnya,Andika dan Andy memalingkan wajahnya,tangisan Yohan terdengar memilukan dan menyakitkan.


Pria yang biasa datar,tatapan dingin,berkata tajam,kini telah rapuh tak tertahankan.


Sandra tak kuat,sebegitu sayang kah pria dihadapannya ini kepada putrinya.


"Tan...hiks..hiks..."Ucap Yohan tak kuat berkata-kata lagi.


Tiba-tiba saja Wanita dibelakang Yohan berjongkok dengan lutut sebagai tumpuan,mengahadap Sandra dengan wajah yang menunduk.


"Maafkan saya San,semua ini salah saya yang terlalu egois.Yang menyebabkan putrimu mengalami semua ini.Saya memang pantas dihukum..."Ucap Maryana tak sadar tetesan Air bening jatuh kelantai.


Semua orang kaget melihat Maryana berjongkok dan bahkan menundukkan kepala,Kemudian Andika dan Sandra membantu Maryana untuk berdiri.


"Kamu jangan begitu,ini adalah kecelakaan yang semua orang tak akan mengetahuinya."Ucap Sandra.


"Yohan ini bukanlah salah kamu,Ini keinginan Om dengan memaksa Aira study di Jerman."Ucap Andika seketika tubuhnya digoyahkan memeluk pria yang masih menangis itu.


"Enggak ada yang bisa menentang takdir Tuhan,kamu jangan menyalahkan diri kamu Yohan."Ucap Sandra lirih dan langsung memeluk tubuh Yohan.


Melihat pemandangan itu,semua orang tak kuat lagi menahan Air mata.Annisa semakin histeris,Wira dan Andy meneteskan Air mata dan Andika menghapus jejak Air matanya.


Wira mundur dan terlihat menelpon seseorang.


Andika mengusap pundak Sandra yang masih histeris dan memeluk tubuhnya.Ingin sekali Andika berteriak dan menangis hanya saja ia harus menenagkan Istrinya.


"Princes papa,papa yakin kamu adalah gadis papa yang kuat,gadis pemberani papa,dan papa Yakin kamu bisa melewati semua itu"

__ADS_1


"Papa ingin kita kembali lagi berkumpul dan menikmati kehangatan keluarga.Papa janji akan menuruti kemauan kamu."Batin Andika.


Yohan menatap kosong lantai rumah sakit didepannya,melihat tetesan Air mata yang jatuh kelantai rumah sakit,Hatinya sangat sakit melebihi tergores pisau,Kahawatir dan rasa takut tak bisa dipungkiri.


"Gue harap waktu bisa diulang,gue janji gak bakal buat lo menderita dan gue gak akan menyia-nyiakan waktu itu semua.Gue akan habiskan semua itu hanya dengan Lo,Tapi sayang gue bukan doraemon dan Nobitta yang bisa mengulang masa lalu."Batin Yohan.


Pria itu bangkit dan mengusap wajahnya yang kacau dan sedikit memerah.


"Keinginan ku adalah bersamamu Aira yang akan selalu ada disampingku."Batin Yohan.


Saat Yohan hendak pergi,Tapi langkahnya dihentikan oleh Annisa.Annisa mengambil sesuatu dalam Tasnya.


"Han,ini titipan dari Aira buat Lo."Ucap Annisa yang menyodorkan sebuah Diary Hitam putih.


Yohan menatap kosong Diary Hitam Putih itu.


"Baca ya."Ucap Annisa parau.


Pria itu mengambil Diary itu.


Tiba-tiba pintu UGD terbuka dan didapati seorang Doktet dengan berjalan yang tergesa-gesa.


"Dengan keluarga dari saudari Aira?."Tanya sang Dokter itu.


"Pasien kehilangan banyak darah karena benturan dikepala yang cukup parah,Dan stok darah golongan O dirumah sakit ini sedang kosong dan sangat sulit didapatkan."Ucap sang Dokter terlihat panik.


Semua orang sangat panik bahkan kondisi tubuh Sandra semakin melemah.

__ADS_1


"Dokter kami sudah hubungi beberapa rumah Sakit hanya saja dapat sedikit dan tidak cukup."Ucap sang Suster.


"Golongan darah gue bukan O.Sad."Umpat Yohan.


"Dok golongan darah saya O."Ucap Sandra lemah.


"Maaf bu,dengan kondisi ibu saat ini sangat tidak memungkinkan,dan bahkan bisa membahayakan nyawa keduanya."Ucap sang Dokter.


Andika dan Yohan terlihat menelpon beberapa rumah sakit dan meminta bantuan kepada teman-temannya tapi nihil tak ada yang mempunyai golongan darah O.


15 Menit Kemudian~~~


"Gimana ini pah?."Ucap Sandra yang masih terisak tangis.


Kemudian datang seorang Suster yang berjalan menuju mereka semua.


"Alhamdulillah,kami sudah mendapatkan pendonor untuk putri bapak dan ibu."Ucap sang Suster.


Mendengan sang Suster tersebut,semua orang bersyukur dan menghela nafas lega.


"Siapa sus pendonornya?"Ucap Yohan mengahampiri Suster itu.


"Maaf kami tak bisa memberitahukannya,karna ini kemauan sang pendonor."Ucap Suster setelah itu langsung pergi meninggalkan mereka.


*Bersambung*


Ayok tebak siapa pendonornya?penasaran liat kelanjutannya ya...

__ADS_1


Jangan lupa voment :)


__ADS_2