
Amara kembali masuk kedalam kelas sorang diri tanpa ada sosok yang bernama Aira.Hal itu membuat Annisa khawatir apalagi setelah melihat wajah Amara yang ceria.
"Aira gimana ya?"Monolog Annisa sendiri.
"Tenang aja Aira pasti gak apa-apa"Sahut Mira yang ternyata mendengar monolog Annisa.
Sedang Amara yang duduk tenang di kursinya,membuat Meliya sangat penasaran tentang Aira.Dia menoleh pada pak Tono yang tengah menulis di papan tulis.
"Aira gimana?"Tanya Meliya menoleh pada Amara.
"Tenang aja,Aira bakalan kena Do"Yakin Amara.
__________ _______
Setelah beberapa menit melakukan pembicaraan melalui saluran telpon,akhirnya bu Dayu kembali menghampiri Aira dan menjatuhkan tubuhnya duduk menghadap gadis itu.
Bu Dayu menyatukkan tangannya,kemudian berkata"Kamu boleh kembali kedalam kelas"Ucap bu Dayu.
Kaget?tentu saja Aira tak akan terkejut karena ia tahu itu perintah dari siapa.Kemudian gadis itu mengangguk permisi dan langsung melenggang pergi meninggalkan ruang Bk.
"Permisi pak"Terdengar suara lembut dari ambang pintu,membuat semua orang melotot tak percaya.
Amara tercengang,"Kok bisa"Ucapnya.
__ADS_1
Annisa dan beberapa murid lainnya tersenyum melihat kedatangan Aira.Aira masuk kedalam dengan wajah tampak tak punya masalah,dia berjalan menghampiri kursinya.Karena sedari tadi Annisa sudah mengetuk-ngetuk kursi tersebut agar Aira segera duduk.
"Dasar Bodoh"Suara berat terdengar ditelinga Amara,dan sangat menyesakkan.
Amara masih tak percaya dengan apa yang ia lihat,wajahnya tertunduk dengan tangan yang sudah mengepal.
Aira yang sudah duduk di kursi hanya termenung dan memberi kode keras 'Jangan ganggu'.
Flasback On.
Aira berjalan sendiri di koridor sekolah,ya karena belum terdengar bel istirahat berbunyi.Di tengah-tengah perjalanan langkahnya terhenti setelah mendengar ada suara yang memanggil namanya.
"Aira"
Terdengar suara berat itu ditelinga Aira,ia menengok dan kemudian melanjutkan berjalan yang telah terpotong.
"Gue ngomong sama lo"Ucap seseorang dari belakang.
Aira berhenti setelah tangannya ada yang menarik,ia memutar balik badannya menatap wajah orang itu.Kemudian berkata "Lo gak usah khawatir!gue bisa jaga diri ok"Ucap Aira.
Orang itu menyunggingkan senyuman kecil,matanya menatap wajah Aira sendu.Lalu berkata "Apa lo marah sampai melampiaskan ke semua orang?"Ucap orang itu.
Aira tersenyum smirk,melangkah maju menghampiri orang itu.Kemudian tangannya ia gunakan untuk merapihkan kerah baju orang itu,"Hah gue marah!lo buta gak bisa lihat gue baik-baik aja!"Ucap Aira,"Lo gak usah peduli!"Setelah berkata begitu Aira meninggalkan orang itu dan kembali masuk kedalam kelas.
__ADS_1
Sebenarnya ia merasa canggung mengatakan yang hati kecil menolak berkata seperti itu,"Maaf"Gumam kecil Aira.
Flasback Off.
"Aira,Aira..."Terdengar suara panggilan yang menyebut namanya.
Ternyata sedari tadi Aira tertidur dan tak mendengarkan materi yang disampaikan pak Tono. Ia kemudian membuka bola matanya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya,ia mengusap wajahnya berusaha menghilangkan jejak wajah bantalnya.
Pandangannya masih sendu,"Udah istirahat?"Terdengar suara serak khas bangun tidur.
Memang benar kelas ini sudah sepi hanya ada beberapa anak yang berada di kelas sedang menyantap bekal yang mereka bawa.
Annisa menghela nafas,menatap wajah gadis itu."Udah mau kiamat kali!makanya jangan tidur dikelas Aira Putri"Ucap Annisa benar-benar greget.
"Oh"
Annisa beranjak dari kursi,berkecak pinggang menatap wajah gadis yang hendak menenggelamkan wajahnya kembali.Ia pun berdecak,"Ayok kekantin"Ajak Annisa sambil menarik-narik tangan Aira.
"Plis jangan ganggu!lo kekantin aja"Hanya itu yang keluar dari mulut Aira,hari ini gadis itu malas untuk keluar dari kelas.
"Yaudah,kalau ada apa-apa panggil gue aja!"Annisa pasrah,kemudian dia berjalan meninggalkan gadis yang menenggelamkan wajahnya itu.
_________ ________
__ADS_1
Suasana dikantin menjadi heboh semua murid sedang membicarakan tentang siswa yang bernama 'Aira',berita itu sudah merambah seperti virus yang menjangkit semua yang berada disana.
Di bangku kantin nomor 5 terlihat beberapa gadis sedang menikmati makanan mereka dan terdengar sedang menggosip.Amara tak percaya rencanannya akan serunyam itu,begitu pula kedua teman-temannya.