The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Eps.120.


__ADS_3

"Deg"


Tiba-tiba saja Yohan merasa tubuhnya lemas,jantungnya berdetak sangat kencang.


"Nggak."ucap Yohan menggelengkan kepala tak percaya.


"Dia berangkat jam,jam 11 malam hari ini."ucap kepala sekolah.


Yohan menolehkan matanya menatap jam tangan,matanya langsung terbelalak.Kemudian Yohan berlari menuju motornya,dan mengendarainya diatas rata-rata.


Banyak sekali klakson berbunyi,persetan dengan umpatan banyak pengendara,matanya memanas melihat jam yang terus berbutar dan menunjukkan pukuk 22:15 Wib.


"Tunggu gue,please."


☆☆☆☆


Dilain tempat.


"Emm mah,pah kalian berangkat kebandara duluan aja."ucap Aira.


"Lho kenapa sayang?kan setengah jam lagi pesawatnya berangkat."ucap Sandra.


"Emm,Aira mohon."pinta Aira.


"Lo mau kemana?biar gue yang anter ya."ucap Annisa.


Aira menggeleng,"Gue mau ambil sesuatu yang tertinggal dirumah."


"Biar papa suruh pak Darmin mengambilkan barang kamu."ucap Andika.


"Nggak usah pah,biar Aira saja."ucap Aira.


"Yaudah terserah kamu,nanti papa,mama tunggu dibandara saja."ucap Andika sambil mengelus-elus rambut putrinya.


"Pah,giamana penerbangan Aira ditunda besok aja,kalau hujan otomatis penerbangan akan ditunda."saran Sandra.

__ADS_1


"Iihh mamah,jangan do'ain hujan dong."rajuk Aira.


"Yaudah kamu hati-hati"ucap Andika.


"Papa ijinkan asalakan kamu pulang sama pak Dany aja."sambung Andikan.


Aira mengangguk.


"Aira tunggu!"teriak Annisa yang langsung memeluk Aira.


"Hati-hati ya."


"Eh gue titip ini ya."ucap Aira menyerahkan sebuah Diary dan berbisik pada Annisa,membuat Annisa mengangguk.


"Eh pak Dany udah tungguin tuh,aku pergi dulu ya."


"Dahh semuanya,I Love You."teriak Aira melambaikan tangannya.


Sandra menyentuh dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang,dia merasa sangat aneh.


"Ada apa mah?"tanya Andika.


"Hus mamah jangan bilang gitu,gak baik."ucap Andika.


"Om,tante kita kebandara aja yuk."ajak Wira.


☆☆☆☆


Aira yang sudah sampai tujuannya.


"Pak tunggu bentar yaa."


"Iya nona."


Gadis itu langsung membuka pintu rumah dan dia menaiki tangga menuju kamar dan langsung mengambil sesuatu dalam lemari baju.Ternyata gadis itu mengambil sebuah jaket milik Yohan yang dulu dikenakan oleh Aira.

__ADS_1


"Walaupun kamu nggak ikut bersama ku,asalkan ada kenangan ini."gumam Aira yang memandang jaket itu.


"Sudah waktunya aku berangkat."


Setelah itu gadis itu keluar rumah dan langsung kembali kemobilnya.


"Pak kebandara ya."ucap Aira.


"Baik nona."balas Pak Deny.


"Ayok pak agak cepat ya,udah hampir telat nih."


"Baik nona."


"Pak buruan lebih cepat lagi jangan kaya siput,nanti saya telat lho."


"Tapi nona,agak bahaya."


"Ihh buruan jangan lambat."


Mobil yang ditunggangi Aira melaju sangat kencang,lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.


Pak supir yang mengerem mobilnya terlalu mendadak,hingganya mobil itu sedikit oleng.


"Pakk pakk,hati-hatii."teriak Aira sangat panik dan khawatir.


Brakk...


"AAAAA,AWASSS pakk."teriak Aira.


Mobil yang dikendarai Aira oleng lebih keras,membuat mobil itu maju melawati batas garis putih lampu merah,dan sedikit terpental.


Dan saat yang bertepatan lampu hijau menyala dari arah yang berlawanan,dan terdapat sebuah truk yang juga melaju sangat cepat.


"TIINNN"

__ADS_1


Brakk...


Mobil itu ditabrak Truk yang melaju sangat kencang,terpental,terguling dan mengenai beberapa mobil.Suara benturan sangat keras dan sangat mengagetkan semua pengendara.


__ADS_2