The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Eps.114.


__ADS_3

Selang beberapa waktu kedua manusia itu selesai menikmati makanan yang di sediakan di meja mereka.


Tiba-tiba ada pelayan datang membawa makanan penutup untuk mereka berdua dan langsung di hidangkan di meja.


"Omg pudding leci,gue suka banget sama pudding ini!"ujar Aira langsung menyantap pudding itu dengan lahap.


Setelah memakan menu utama dan menu penutup,Aira yang sudah kekenyangan hanya bisa memegangi perutnya saja.bangun pun sedikit kesilitan.


"Gue udah kebegahan nih jadi kantuk gue.Huaa...."ujar Aira sebari menguap.


"Makannya kalau makan itu pake Akhlak!!"


"Ngomong-ngomong,pak Digo hormat betul sama pria kaya lo?apa dia lagi halu?sampai-sampai pria kaya gini di hormati?!"tanya Aira terkekeh sebari membersihkan sisa makanan yang mengotori bibirnya menggunakan tisu.


Pria itu menatap wajah gadis itu dengan senyuman yang tipis,"Ya tentu semua orang hormat sama gue,secara gue itu ganteng,keren,manis dan juga tidak sombong."balas Wira cengengesan.

__ADS_1


"Gue serius,nggak bercanda!!"balas Aira menatap Sinis.


Wira menggidik mendengan perkataan Aira yang pedas seperti sambel,"Oke gue minta maaf,gue serius nih.Jadi gue itu dihormati oleh pak Digo karena,gue itu dianggap sangat berjasa atas berdirinya Restoran ini.Gue itu sebagai inverstor yang menyuntikkan dana kerestoran ini dan gue pula yang memberikan nama Restoran ini.Hebat kan gue...."ujar Wira.


"Ooh pantesan aja"


"Why??"


"Pantesan gue lihat nama dari Restoran ini alay betul,ternyata yang bikinnya juga pengikut bicin."ujar Aira terkekeh.


Pria itu tak terima akan ledekan yang di berikan gadis itu,ia juga membalas meledek Aira,"Siapa yang pengikut bucin?ada juga lo Queen Of Bucin."balas Wira cengengesan.


Saat hendak pulang pak Digo memperlakukan mereka juga dengan hormat,"Terima kasih atas kunjungannya,jangan lupa lain kali mampir ke Restoran ini lagi"ujar Pak Digo membungkukkan badan memberi hormat.


Mereka berdua masuk kedalam mobil yang langsung meninggalkan Restoran itu,ternyata mereka menghabiskan banyak waktu hanya berada di Restoran saja.hari mulai gelap,benang putih sudah di tutupi oleh banyak benang hitam.

__ADS_1


"Udah malam saja,gara-gara lo sih gue jadi pulang malam"ujar Gadis itu menyalahkan pria di sampingnya.


"Dih kok nyalahin gue?kan lo yang makan banyak.sampai-sampai lupa waktu"sangkalan Pria itu.


"Di mana-mana yang makannya banyak itu pasti cepet selesai,dari pada lo makan sok Alim dan membuang waktu"balas Aira yang tak mau mengalah.


Pria itu hanya mengalah mendengar ocehan Aira yang tak mau kalah,kepinginnya menang sendiri.tanpa di sadari ternyata mereka sampai di rumah Aira pukul 19:30 WIB.malam yang gelap di selimuti cahaya bintang berwarna warni ditambah hembusan angin yang menerpa lembut tubuh gadis yang baru saja keluar dari mobil.


Sedikit Kantuk yang terlihat di raut wajah Aira bahkan rasa kantuknya tak bisa menahan tompangan matanya.


Pria itu menurunkan setengah kaca jendela mobil. tak lupa berpamitan kepada Aira,"Aira gue balik dulu,jangan lupa bobo yang manis dan fikirin cara bayar hutang"ujar pria itu membunyikan klakson (Tinn...)


"Sana lo pergi gue udah kantuk,Aakhh...."ujar Aira yang sudah tak berdaya.


Setelah Wira pergi,gadis itu masuk kedalam rumah dengan wajah yang lelah.saat dia sedang pergi untuk tidur.Tiba-tiba saja terdengar ketukan berkali-kali di pintu utama.

__ADS_1


Tok....Tokk... Tokk...


Gadis itu sedikit kesal,dia berfikir bahwa itu pasti ulah sepupunya yang sering jahil kepadanya,dia tak mau beranjak dari kasur yang empuk itu.badannya sudah tak kuat lagi bangkit.gadis ini tak peduli bahkan melanjutkan tidurnya.


__ADS_2