
Andika sendiri yang menyiapkan keperluan putrinya dirumah yang baru saja ia beli,selain keperluan Andika juga menyiapkan keamanan yang sangat ketat bernama-The Jaguard Mafia- yang telah dia kerahkan demi keamanan Aira.
-The jaguard Mafia-adalah organisasi yang terkenal akan kekuatannya hanya saja telah diprivasi keberadaannya oleh seseorang tak lain adalah ketuanya sendiri iya itu adalah Andika.
"Kalian semua siapkan kebutuhan putriku ingat tak boleh ada yang kurang"perintah Andika kepada para the Jaguard.
Aira melihat dari balik jendela papa nya yang sibuk berbicara di Handphone nya,"Barusan saja aku mau bicara sama papa tapi sedang telponan yasudah nanti saja deh.Tapi..Papa bicara sama siapa? kayanya serius banget!"ujar Aira.
Ketika Andika menoleh kearah jendela ia melihat putrinya sedang berdiri sambil bicara sendiri.
"Aira sedang apa kamu disini?"tanya Andika
"Aku sedang berdiri saja"balas Aira yang pokus memikirkan pertanyaannya tadi,kemudian ia menolehkan wajah kepada orang yang sedang bertanya,sungguh terkejut ternyata itu adalah Andika papa nya sendiri.
"Papa sejak kapan disini?"
"Lah dari tadi juga papa disini kamu nya saja yang melamun,papa datang saja kamu tidak tahu.Memangnya apa yang sedang kamu fikirkan?"tanya Andika.
"Emm...Aira mau ketempat mama saja,dadah papa.."balas Aira yang mengalihakan pembicaraan kemudian pergi.
Andika merasa sangat lega dan sepertinya Aira tak mendengar percakapannya yang menyebut nama Mafia,iya karena selama ini Aira sangat tidak menyukai tentang yang namanya mafia,tetapi darah Mafia Andika mengalir ditubuh Aira,iya dari tingkah laku Aira sangat mirif dengan Mafia.
Aira yang pergi menuju mama nya dan langsung mengeluarkan unek-unek yang selama ini ia fikirkan,"Mah,papa tadi bicara sama siapa sih?kayanya serius betul"tanya Aira sambil memeluk tubuh Sandra dari belakang.
"Putriku sangat kepo sekarang,ya kan papa itu banyak pekerjaan mungkin saja papa sedang berbicara kepada pegawainya"balas Sandra yang tetap pokus memotong sayuran.
__ADS_1
Walaupun keluarganya terpandang tetapi kehidupan keluarga dari Aira sangat sederhana bahkan keluarga ini sungguh meprivasi keberadaan mereka,banyak sekali wartawan yang penasaran akan nama keluarga yang terkaya no.1 dunia,tidak seperti keluarga kaya lainnya yang sangat terbuka keawak media.
Bunyi telpon yang mengganggu Aira sedang belajar memasak sangat membuat Aira kesal,karena kesal sampai berkali-kali berdering tidak dijawab oleh nya.
TRTT...TRT...Trttt...
"Aira angkat saja siapa tahu saja penting?"ujar Sandra.
"Males lah Mah"
Karena Aira tak ingin menjawab panggilan yang sedari tadi dilewatinya,kemudian Sandra hendak mengambil telpon gengam milik Aira dengan cepat Aira mendahuluinya.
"Biar Aira saja..."
"Yasudah"
"Aira,Aira mamah tadi lihat panggilan itu dari cowok ternyata putri mama udah labil"gumam Sandra yang kemudian memotong sayuran lagi.
Didalam badroom Aira dengan cepat mengangkat panggilan dari Yohan,"Hallo,ada apa gue sibuk"
Yohan : "Masa sih"
Aira : "Nomor yang anda tuju sedang sibuk silahkan akhiri panggilan"
Mendengar Aira sedang bercanda Yohan terkekeh sendiri mendengarnya.
__ADS_1
Aira : "Tut..tut...panggilan diakhiri bila tidak bicara dalam 5 detik.Satu..Dua..Tiga Empat..Lim--"
Yohan : "Tunggu,tunggu dulu,lo itu masih pelayan gue jadi jangan berani-berani tutup panggilannya"
Aira sedikit kesal akan kata-kata Yohan yang selalu mengancamnya,"Dasar cowok gila"batin Aira.
Yohan : "Hallo...hallo,Aira lo gak mati kan?"
Aira : "Gue bakalan mati kalau mendengar lo bicara yang gak penting mulu!!"
Yohan : "Hh...langsung aja,kenapa lo gak masuk sekolah?"
Aira : "PAKE NANYA LAGI,INI SEMUA GARA-GARA LO,DAN GUE INGATKAN SAMA LO,GUE ITU PELAYAN LO JIKA BERADA DISEKOLAH SAJA, SEKARANG GUE GAK ADA DISEKOLAH JADI OTOMATIS GUE BUKAN PELAYAN LO!!.DENGER TUH"
Yohan : "Iya iya gue denger kok,emangnya gue tuli,Maaf ya atas semalam tapi gue seneng setelah dengar suara lo yang gue rindukan ini"
Mendengar Yohan berbicara seperti itu jantung Aira langsung merespon sangat cepat,ia sangat bahagia apalagi ketika Yohan memujinya auto copot jantung Aira.
Yohan : "Hallo...hallo Aira lo gak mati kan? denger pujian gue,tapi jangan geer dulu, gue itu cuma ngetes lo doang,gila gak!."
Suasana hati Aira yang tadinya senang berubah jadi kesal apalagi Yohan sedang bersenda gurau tentang perasaannya,karena kesal Aira langsung mengakhiri panggilan dari Yohan.
Tutt...tutt...
Sedangkan Yohan sangat senang ternyata ia bisa membaca perasaan Aira hanya lewat candaan,"Aira,Aira gue tahu lo itu marah tapi gimana lagi gue seneng lihat lo marah"ujar Yohan.
__ADS_1
"Untung aja lo jadi pelayan gue jadinya gue bisa deket-deket sama lo"ujar Yohan sangat gembira.