
Berkat kegigihan Yohan menyetir,dia dan gadis disampingnya telah sampai menuju rumah megah itu.
Yohan turun dari mobil tanpa membukakan pintu mobil untuk Meliya,sungguh Meliya sangat kesal karena ia fikir akan diperlakukan istimewa oleh Yohan.
Yohan masuk dan langsung mencari keberadaan mamahnya dimana,dia berteriak seperti anak kecil minta makan.
"Mama... Mama..."Teriak Yohan.
Bukan mama nya yang datang melainkan pelayan paruh baya menghapiri Yohan,"Tuan muda,nyonya sedang tidak ada dirumah."Ucap pelayan itu.
"Bantu Meliya membereskan barang-barangnya."Perintah Yohan.
Para pelayan mengangguk dan langsung membawa koper-koper milik Meliya masuk kedalam kamar tamu.
Meliya hanya dia kala melihat Yohan mengambil kunci mobil dan keluar.
"Kak Yohan mau kemana?"Tanya Meliya.
"Pergi"Datar Yohan.
"Tapi diluar hujan kak,nanti kakak sakit bagaimana?"Khawatir Meliya.
"Terserah jangan perduli!"Dingin Yohan.
Setelah berkata demikian Yohan langsung melesat pergi meninggalkan kediamannya,tadinya ia akan pergi keapartement nya tapi entah apa fikirannya tertuju pada gadis disebrang sana.
Walau cuaca kini tak mendukung,Yohan tetap tak mengurungkan niatnya pergi menuju rumah Aira.
Ditengah perjalanan Mobil Yohan tak sengaja berpapasan dengan Mobil milik Mama nya,ternyata benar kegelisahan yang Yohan fikirkan.
__ADS_1
"Mama dari mana?gak beres nih"Ucap Yohan yang memepercepat Laju mobilnya.
****
Dilain tempat Aira yang basah kuyup,dia kemudian berjalan dengan wajah yang pucat,rambut basah.
Flasback On.
Kini gadis itu terdiam mencerna perkataan wanita paruh baya didepannya,walau berkali-kali menghinanya Aira memilih diam.Ya diam adalah cara terbaik.
"Jauhi putra saya,dan berapa uang yang kamu inginkan!"Ucap Maryana.
Aira yang bungkam kini membuka suara dan menatap sendu wanita paruh baya didepannya.Dia tak ingin dosa bila berurusan dengan orang yang lebih tua,tapi bagiamana lagi...
"Simpan uang nyonya,lebih baik di sumbangkan pada orang yang membutuhkan."Ucap Aira,dia sedikit gemetar kala mengucapkan perkataan seperti itu.
"Ternyata sombong sekali dirimu!"Ketus Maryana.
"Maaf saja jika perkataan saya menyakitkan,tapi itu semua tak sebanding dengan Nyonya katakan!"Ucap Aira.
"Dasar wanita miskin berani bicara juga ya!"Ucap Maryana sudah ancang-ancang menampar Aira,tapi Aira dengan sigap menepis tangan Wanita paruh baya itu.
Maryana langsung menggibaskan tangannya kala dicengkram oleh Aira.
"Bilang saja berapa harga diri anda!biar saya beli"Ketus Maryana.
Jleb
"Wajahmu memang cantik tapi tidak sesuai dengan hatimu yang kotor,jangan fikir semuanya dapat di beli dengan uang!"Kini Aira lah yang mulai ketus.
__ADS_1
"Dasar wanita tidak tahu diri"Ucap Maryana langsung menampar wajah mulus Aira.
Plakk...
Bukan Aira tidak bisa melawan hanya saja dia mengikhlaskan pipinya ditampar,tak terasa bulir bening Air mata jatuh meluncur mulus di pipi Aira.
"Itu balasan untuk wanita murahan!"Ucap Maryana langsung melenggang pergi meninggalkan gadis yang tengah mematung dan menangis.
Flasback OFF
Aira yang sudah mengganti baju basah kuyup dengan baju tidur,dia merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya.
"Begitu rumit kah kehidupamu Aira,sampai semua orang hampir tak menyukaimu?"Batin Aira.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang berhenti didepan rumah Aira,dia tak ingin membukakan pintu dan membiarkan orang itu mengetuk hingga kiamat.
Tokk... tokk... tokk...
Yohan yang berdiri diteras depan rumah Aira sambil mengetuk berkali-kali hanya saja tak ada responan dari Aira.
Dia kemudian menghubungi Aira.
Terasa ponselnya bergetar Aira langsung mengambil Hp dinakasnya,"Yohan"Gumam Aira menggeser tombol hujau.
"Aira kamu didalam?"Tanya Yohan disebrang sana.
"Gue ngantuk jangan ganggu."Ucap Aira sedikit bindeng,lalu mengakhiri panggilan tersebut.
Yohan hanya pasrah,tetapi ia kaget mendengar suara Aira yang bindeng.Ingin sekali mendobrak pintu rumah Aira,pastinta ini semua tak akan menyelesaikan masalah.Dia memilih melenggang pergi.
__ADS_1