
Suara Annisa yang mengejutkan mereka berdua,bukannya menjawab peetanyaan Annisa malahan keduanya salaing bertatapan.
"Ais,kalian ini bukannya menjawab pertanyaan aku malahan saling tatapan kan bikin iri"ujar Annisa.
Lagi-lagi keduanya saling membuang tatapan,Yohan tak ingin ada gosip mengenainya bersama dengan wanita dikamar mandi lagi.Langsung memutuskan untuk pergi tanpa menjawab sedikitpun pertanyaan Annisa.
"Dih,nih cowok aneh!!ganteng-ganteng kok aneh.Ih bukan tipe gue banget tuh"ujar Annisa yang menatap sinis.
Begitupula Aira yang tak menjawab perkataan Annisa yang langsung pergi begitu saja.
"Lah,kenapa mereka berdua kok berlaga sangat aneh?kesambet setan disini kali ya"
"Ihh,serem bikin merinding,Aira...tungguin gue"teriak Annisa yang mengikuti Aira keluar kamar mandi.
Dilain tempat Yohan yang begitu merasa sangat aneh dengan sikapnya yang selalu ingin menjahili Aira tetapi tak ingin membuatnya menangis.
"Ada dengan gue,kenapa kalau gue deket tuh cewek galak bawaannya seneng,terus gue gak rela sehari buat masalah sama dia"gumam Yohan yang masih bertanya-tanya pada dirinya apa yang sedang ia rasakan.
__ADS_1
"Jangan-jangan gue suka sama tuh cewek!idih jangan sampe gue suka sama cewek galak kaya dia mau ditaruh dimana harga diri gue"ujar Yohan menggidik.
Mungkin jodoh sudah dimata hanya saja keduanya pura-pura menolak,buktinya apa yang difikirkan Yohan juga sedang difikirkan Aira saat ini.
"Masa iya gue suka sama cowok tukang perintah itu,kan niat gue sekolah juga bukan buat pacaran!"gumam Aira.
Ketika sedang berhalu dikamar tiba-tiba pengawas asrama wanita mendatangi kamar Aira.
TUKK!!TUKK...
"Siapa sih yang gangguin gue,sad feel"ujar Aira sambil membuka pintu,dan ternyata yang mengetuk pintu asramanya adalah pengawas asrama yang lumayan galak and judes.
"Anu,anu..bu say--"ujar Aira yang terbanta-banta.
"Anu,anu...ngomong itu yang jelas jangan kaya orang gagap,sudah jangan dilanjutkan!nih ada telpon untuk kamu"potong bu Astuti sambil marah-marah.
Aira mengambil napas lega,karena pengawas asrama gak marah ya...walaupun sedikit berbicara dengan nada membentak.Aira kemudian mengambil terlpon seluler yang disodorkan bu Astuti.
__ADS_1
"Hallo"
Papa : "Aira kamu harus pulang dulu kerumah papa dan mama ingin menemuimu jangan lama-lama pak sopir sudah menunggu mu diluar gerbang.ingat kamu keluar jangan sampai ada yang mengetahui dan satu lagi papa sudah meminta ijin kepada kepsek mu.buruan jangan terlambat"
TUTT...TUT...
Aira hendak membuka mulut malahan telponnya terputus kan sad,"Ih,gimana sih punya bokap nyerocos aja ngomongnya gak diberi kesempatan bicara"ujar Aira kesaldan langsung memberikan ponsel kepada bu Astuti.
"Bi Astuti tolong bilang kepada Annisa,Aira pulang kerumah"ujar Aira yang buru-buru hanya memakai jaket saja.
"Ini anak gak ada sopan santunnya,cantik-cantik kok kaya preman kelakuannya"ujar bu Astuti.
Gadis itu keluar asrama wanita dengan mengendap-endap kaya seorang pencuri yang takut diketahui oleh,Menurut Aira tidak ada yang mengetahuinya tetapi tidak dia sadar ternyata Amara melihat Aira.
"Dih,itu bukannya si Aira?kenapa dia jalan kok kaya pencuri?mesti gue awasi ini"ujar Amara yang sembuyi dibalik tembok.
Aira menaiki mobil yang tak ternilai harganya karba Papanya tahu pastinya ada yang curiga.
__ADS_1
Sedari tadi Amara mengawasi gerak gerik Aira yang kemudian menaiki mobil yang butut,"Tuh cewek mau kemana?jangan-jangan dia itu seoranf jamet!!astaga gak nyangka gue ternyata tuh cewek pinter kelakuannya hina"gumam Amara.
Amara yang mengetahui hal ini barusan langsung dia rencanakan untuk menjatuhkan nama baik Aira,ya begitulah orang yang tak suka terhadap kita akan mencari celah kesalahan kita demi memuaskan nafsunya saj.