The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Dihukum.


__ADS_3

"Amara"Gumam Yohan yang melihat Amara tersenyum sinis pada Aira.


"Eh eh, Han wahh dihukum tuh pasti"Ucap Padil yang juga memperhatikan.


"Wahh wahh kesenangan yang cowok nih,yang disuruh berdiri bening banget"Ucap Padil


Yohan mendengus,dia melepas topinya dan memberikan pada Andy,dia berjalan menghampiri guru piket.


"Bu"Ucap Yohan.


"Lho kamu juga gak pake topi?!"Tanya bu Dinda.


Yohan mengangguk dan tanpa disuruh dia berdiri didepan,tepatnya disamping Aira.


Bu Dinda kebingungan biasanya Yohan akan selalu berpakaian rapi dan lengkap saat upacara.


Andy dan Padil melotot tak percaya dengan apa yang dilakukan Yohan.


"Han,perasaan gue tadi lo pake topi geh?"Bisik Aira pada Yohan,saat kepala sekolah sedang berceramah.


Semua yang dilapangan bukannya memperhatikan kepala sekolah yang berceramah,tapi tatapan mereka tertuju pada Aira dan Yohan.Para siswi menganga melihat ketampanan Yohan dan para siswa memuji Aira.


Mereka terlihat berkeringan,Yohan dua kali lebih mempesona dengan rambut acak-acakan dan keringat yang menetes dari pelipisnya,sedangkan Aira menyeka keringat dan menyingkirkan anak rambut yang ada diwajahnya,memang Aira sengaja mengurai rambutnya yang hitam indah dan Aira menyesali karena panas.


"Lo liatin gue?"Tanya Yohan membuat Aira gelagapan.

__ADS_1


"Hah apaan,tadi cuma gak sengaja lihat"Elak Aira.


"Oh"


Kepala sekolah yang berceramah panjang lebar,sadar jika semua muridnya tak memperhatikan dirinya melainkan memperhatikan kedua murid didepan yang sedang dihukum karena tidak menggunakan atribut lengkap.


Kepala sekolah menghela nafas,pantas saja mencuri perhatian semua murid.


Upacara kali ini akan menjadi seru,lapangan hening,semua memusatkan pandangan pada mereka semua,bahkan dewan guru pula.


"Aira,kamu dengar saya"Ucap kepala sekolah melihat Aira yang terdiam.


Aira menghela nafas kesal,dan melangkah menghampiri kepala sekolah tapi Yohan menggengam tangannya menghentikan langkah Aira.


Setelah Yohan menggenggam tangan Aira dan mengucapkan seperti itu,seketika lapangan menjadi ricuh bersiul,menggoda keduanya,ada yang melongo dan berteriak.


"WOWW GILA SEORANG ICE PRINCE"


"Pupus deh harapan gue kayanya"


"Woww gue mendukung kalian berdua"


"Cieee"


"Waww Yohan seorang yang dingin sama cewek,si Aira pake matra apaan itu"

__ADS_1


Aira hanya terdiam dan berusaha melepaskan genggaman tangan Yohan,tapi nihil genggamannya semakin erat.


Aira hanya menghela nafas menghampiri kepala sekolah dengan tangan yang masih digenggam oleh Yohan.


"Tapi saya hanya panggil Aira"Ucap kepala sekolah mendengar perkataan Yohan barusan.


"Apa peduli saya"Datar Yohan menatap tajam kepala sekolah.


Kepala sekolah grogi berbicara pada Yohan,bahkan guru lainnya dan para murid dilapangan tetawa melihat kepala sekolah yang berbicara glagapan.


"Capek ngomong sama anak ini,bisa-bisa saya harus out dari sini"Batin kepala sekolah.


"Ya sudah kalian berdua boleh kembali"Ucap kepala sekolah gelagapan.


"Buang-buang waktu saja!"Ketus Yohan menarik tangan Aira dan kembali berdiri ditempat semula.


"Gue kok suka ya,sama tangan lo"Bisik Aira membuat Yohan menengok.


"Iya,tangan gue jadi tenggelam gitu."Bisik Aira mengangkat genggaman tangan mereka,memang terlihat tangan Aira yang tenggelam karena tangan kekar milik Yohan.


Beberapa menit kemudian upacara telah selesai dilaksanakan,kepala sekolah membubarkan semua murid.Mereka berhamburan menuju kelas masing-masing.


Aira tersenyum senang kala hukumannya telah berakhir. "Han,kamu mau kekantin gak?"Tanya Aira,saat dia menoleh kearah orang yang diajak berbicara.


Aira membelalak kala yang diajak bicara sudah melenggang pergi meninggalkan dirinya,Aira mendengus kesal dan berlari kedalam kelasnya.

__ADS_1


__ADS_2