The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Eps.115.


__ADS_3

Selang beberapa menit Ketukan itu muncul kembali bahkan lebih keras dari ketukan sebelumnya.


TOKK....TOKK....TOKK...


Gadis itu terkejut dengan ketukan pintu utama yang berkali-kali,sakit kepala karena terpotong tidurnya dan juga kesal yang sudah menggolak-golak sampai ke ubun-ubun kepala.


"Siapa sih malam-malam begini ketuk pintu nggak ada Akhlak,paling juga kerjaan Si Wira tukang ganggu"ujar gadis itu membangunkan tubuhnya.


Gadis itu berjalan menuju pintu utama.dengan berjalan semponyongan karna rasa kantuk yang merajalela dirinya.Saat ia membuka pintu itu,matanya terbelakak keget karna tidak ada seorang pun di luar rumahnya.karna sangat penasaran Aira melangkah kan kaki maju untuk mengecek kondisi di luar.Angin yang berhembus sangat kencang bahkan terasa sangat dingin hingga menusuk tulang-tulang Aira.


Sedangkan Wira yang membawa laju mobil pulang menuju rumahnya,saat dia menoleh kan wajahnya ke kiri.Ia melihat barang milik Aira tertinggal dimobilnya. tak lain sebuah tas sekolah yang di tinggalkan Aira.


"Dasar cewek tulen,tas saja sampai di tinggal.untung aja bukan otaknya,wanita teledor."ujar Wira.


Wira yang berniat mengembalikan tas milik Aira yang tertinggal.Ia memutar balik mobilnya dengan membawa laju mobil sangat cepat.


Sedangkan Aira yang penasaran masih mencari tahu siapa orang yang mengerjai dirinya.Kurang lebih satu meter tidak jauh di depannya,Aira melihat orang memakai pakaian hitam dari postur tubuhnya seperti perawakan wanita yang sedang berdiri membelakangi dirinya.karna rasa yang begitu penasaran gadis itu melangkah sedikit demi sedikit walaupun perasaannya sedang tidak enak.

__ADS_1


"Siapa di sana?"


"Kaya nya bukan Wira deh"ujar Aira sambil melangkahkan kaki.


Saat sudah sampai Aira langsung bertanya kepada orang yang masih berdiri itu,"Siapa??"tanya Aira sambil menepuk pelan pundang orang itu.


Orang itu membalikkan badan sambil menatap wajah Aira,ya betul ternyata orang itu seorang wanita.


"Kamu..."ucap Aira pelan.kaget melihat wajah orang itu.


Tiba-tiba seseorang dari belakang Aira membekapnya dengan sapu tangan yang telah di beri obat tidur.


Karna reaksi obat tidur itu sangat cepat membuat Pandangan Aira mulai kabur.Ia kemudian jatuh tak sadarkan diri,orang tadi dengan sigap menangkap tubuh Aira dan langsung membopongnya masuk kedalam mobil di ikuti pula wanita tadi.


Mobil itu melesat sangat cepat pergi meninggalkan rumah Aira, di bandingkan laju mobil milik Wira yang sengaja dia perlambat.


Sedangkan Yohan yang seketika perasaannya berubah drastis memikirkan keadaan Aira,ingin sekali menghubungi Aira dan meninggalkan dinner berasama Meliya.

__ADS_1


Meliya yang aneh melihat tingkah laku Yohan yang sesekali melihat kearah ponselnya,padahal malam ini dia sedang dinner dengannnya.


"Ada apa kak?"


Yohan tak mendengarkan omongan Meliya dia tetap sibuk memainkan ponselnya,"Gue mau kekamar mandi dulu"ujar Yohan yang out dari sana.


"Aneh banget sih,percuma gue dinner bareng sama kak Yohan.raganya di sini hatinya pasti tertuju kepada Aira.gue ini egois ya...kenapa gue begitu bodoh melakukan sesuatu hanya untuk pria yang nggak pernah mencintai gue,udah gue nyerah sama hubungan yang ini."ujar Meliya yang menyesali tindakannya.dia sendiri yang meninggalkan dinnernya bersama Yohan.


Yohan yang pergi kekamar mandi,dia berkali-kali menghubungi Aira namun tidak di jawab.perasaan yang panik mulai menghantui dirinya,dengan terpaksa dia pergi meningglkan dinnernya dengan Meliya.Saat sampai di mejanya Yohan tak melihat batang hidungnya Meliya.hanya ada pelayan yang membersihkan meja itu.


"Pelayan,nona disini kemana ya..?"


"Nona Meliya?"


"Iya"


"Nona sedari tadi sudah pergi tuan!"

__ADS_1


"Oh terimakasih"ujar Yohan terbingung-bingun,namun tak ada waktu lagi dia langsung membawa laju mobil dengan cepat menuju rumah Aira.untung saja Restoran Of Queen tidak jauh dari rumah Aira.di perjalanan mobil Yohan perpapaasan sangat dekat dengan mobil yang telah menculik Aira,hanya saja Yohan tak menyadari.


__ADS_2