The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
-Keinginan Aira-


__ADS_3

Setelah Andy keluar kelas Annisa kemudian ia melanjutkan berjalan menuju kelasnya.


Sesampainya dikelas ia masuk tanpa permisi anak sultan mah bebas,lagian juga gak ada guru, kelas nya masih dalam keadaan kosong.


Ia duduk disamping Yohan dengan wajah yang senang bahkan sampai cengar-cengir sendiri kaya orang stress.


Yohan dan Padil menatap bingung akan tingkah laku temannya ini.


"Han,kenapa tuh si Andy?gak gila kan dia, apa salah minum obat?"tanya Padil bernada terkekeh disambut gelak tawa dari teman-temannya.


"Bro ada apa geh,cerita sama kita orang"ujar Padil sambil menepuk pelan pundak Andy.


"Hee..gue seneng banget tau gak cuy"balas Andy sambil memeluk erat tubuh Yohan.


Dengan cepat Yohan melepaskan pelukan dari Andy,"Apaan sih,peluk-peluk emangnya gue cowok apaan!!"ujar Yohan agak sinis.


"Ya maaf,tapi gue gak akan marah kok karena hari ini gue lagi seneng"balas Andy.


Padil mengangkat satu alisnya,"Dih,ada juga yang marah itu Yohan bukannya lo!!"ujar Padil.


Bukannya membalas perkataan Padil,Andy malahan hanya membalas dengan senyuman yang aneh bahkan wajahnya sangat menyebalkan.


Yohan yang sedari pagi tidak melihat Aira,langsung menanyakan kepada Andy,"Dy,lo lihat Aira nggak?"tanya Yohan.


"Apa?"


"Lo lihat Aira apa nggak,tuli kali lo."bentak Yohan.


"Nggak tahu kan gue bukan teman sekelasnya!"balas Andy melanjutkan hayalannya lagi.


Yohan mendengus sesaat mendengar perkataan Andy yang acuh tak acuh kepadanya,"Kalau bukan lo sohib gue,bakal mati hari ini juga,gue tahu lo itu tadi dari kelasnya Annisa ya kan?"ujar Yohan.

__ADS_1


Andy menolehkan wajahnya kearah Yohan dengan tatapan yang tajam,"Kok lo tahu sih,kan gue gak bilang sama siapa-siapa,jangan-jangan lo pasang cctv dibaju gue?tenang aja hati gue buat lo doang"ujar Andy terkekeh akan perkataannya.


"Cih,Jijik kali gue masang Cctv dibaju lo,nggak ada kerjaan.Jadi buruan jawab"balas Yohan meringis jijik.


"Iya beb aku pasti jawab kok,tenang aja aku gak akan bohong sama kamu.Karna kamu adalah insfirasiku.wkk"ujar Andy.


"Dy,jijik banget sih,jawab aja buruan"


"Iya yank gue tadi gak lihat Aira yang gue lihat hanya Annisa,terus Annisa bilang ke gue kalau Aira itu lagi ijin tidak sekolah,jangan cemburu ya beb"ujar Andy disambut gelak tawa dari Padil.


Mendengarnya Yohan langsung berfikir,"Apa mungkin tadi malam dia gak bisa tidur gara-gara gue"ujar Yohan membuat penasaran teman-temannya.


"Ngapain lo lihat gue gitu"ujar Yohan melihat wajah teman-temannya yang memasang tatapan penasaran.


"Jangan berfikir negatif gue gak ngapa-ngapain Aira"ujar Yohan kepada teman-temannya yang masih menatap wajahnya.


Kedua temannya hanya membalas dengan tawaan yang begitu senang,"Hh...hhh...lucu lo Yohan"ujar Andy yang disambut gelak tawa Padil.


Yohan sedikit pun tak bergeming akan perkataan teman-temannya yang mulai ngaco,dia kembali kewujud aslinya yang dingin seperti Es kutub utara.


"Berisik lo semua"


Padil dan Andy saling menatap mendengar Yohan berbicara sangat dingin kepadanya


"Kayanya Yohan kembali kewujud jadi-jadiannya yang berubah jadi Es balok"bisik Andy.


"Betul sekali,Yohan kan pria yang mempunyai wujud berubah-ubah kaya iblis seribu muka"balas Padil.


Yohan sekilas mendengar perkataan Andy dan Padil yang menggodanya,"Ais kalian ini memangnya gue jaman kuno punya wujud berubah-ubah,tapi benar juga gue memang mempunyai kepribadian yang LO SEMUA GAK PUNYA..!!"ujar Yohan yang awalnya bernada lembut akhirnya mengeluarkan nada keras.


Andy dan Padil yang awalnya tertawa kemudian membungkam mulut mereka masing-masing mendengar nada perkataan Yohan yang begitu mengerikan.

__ADS_1


*Back to Aira*


Sedangkan Aira yang berada dirumahnya yang sedang berbincang-bincang kepada Papanya.


"Pah,Aira ingin mandiri.Aira kepingin papa belikan rumah yang sederhana untuk Aira,ya Pah pliss"ujar Aira memohon.


Andika tak bergeming hanya mendengarkan perkataan putrinya yang sedari tadi mengulang-ulang kata itu.


"Ya pah pliss"rajuk Aira sampai memohon kepada Papanya.


Sandra yang melihat putri tunggalnya yang sedari tadi merajuk terus menerus,"Pah,ayo dong masa membiarkan putri kita sampai memohon begitu,dimana rasa kasihan papa"ujar Sandra sambil meletakkan secangkir kopi.


Aira kemudian bangun menuju mamahnya,"Mah,bolehkan Aira pindah dari Asrma?!"rajuk Aira kepada mamanya.


"Whatt!!kamu mau pindah dari asrama?memangnya kamu mau pindah kemana lagi sayang!?"ujar Sandra sedikit terkejut.


"Mama gak ijinkan kamu pindah asrma,nanti terjadi sesuatu bagaimana,kan nanti papa mama yang khawatir sama kamu.Kamu itu wanita ya tahu mama juga kamu bisa bela diri tapi tetap mama gak setuju!!"bentak Sandra membuat putrinya langsung murung.


Sandra dan Andika nggak tega melihat putri tunggalnya sangat murung hanya karena keinginan yang sangat kecil bahkan tidak ada harganya didepan keluarga terkaya no.1 didunia.


Andika bangkit dari duduknya,langsung mendekati Aira yang berdiri dipojokan seperti anak hilang.


Ia kemudian membelai rambut putrinya dengan lembut,"Baiklah.."ujar Andika setuju dengan permintaan putrinya,begitupula Sandra.


Dengan cepat Andika langsung menghubungi pihak sekolah yang tak lain adalah kepseknya sendiri.banyak sekali perbincangam diantara mereka.


Aira hanya menunggu apakah kepsek setuju atau tidak,"Bagimana pah?"tanya Aira yang tak sabar mendengar jawaban kepsek.


Andika yang baru saja menutup telpon,langsung menolehkan wajah menuju Putrinya yang sangat menunggu jawaban,"Hmm...iya kepsek setuju"balas Andika.


Sangking senangnya Aira langsung memeluk erat tubuh Andika sambil berkata terimakasih,"Makasih papa,you are the best."ujar Aira.

__ADS_1


Sandra menatap bahagia sambil mengelus-elus rambut putrinya.


__ADS_2