The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Aira&Yohan


__ADS_3

Dilemparnya baju Yohan membuat Aira terkejut,ternyata Yohan membawa dia masuk kedalam kamar hanya untuk itu.Aira mendengus kesal dan berusaha sabar se sabarnya menghadapi pria yang selalu membuatnya kesal.


"Lama kelamaan bisa-bisa gue masuk rumah sakit gara-gara kebanyakan darah tinggi!"Batin Aira kesal.


"Apaan ini?"


"Bajulah,sekarang lo cuci sampai bersih dan jangan lupa disetrika"


"Udah bau pake dilempar-lempar lagi!"


"Apa lo bilang bau?!gue ini cowok paling Cool mana ada bau dibadan gue!hidung lo aja yang bermasalah!!"


"...Capek gue ngomong sama biang rusuh nggak pernah ngalah"kesal Aira mengakhiri perdebatan ini lalu melenggang pergi meninggalkan pria gak punya hati itu.


***


Setelah meninggalkan kamar Yohan kini tujuannya hanya kedapur,di perjalanan gadis itu selalu mengumpat yang di lontarkan untuk Yohan.Saat sampai di dapur gadis itu kemudian mencuci pakaian Yohan dengan tangannya sendiri ya karena itu kemauan si Yohan.


Saat tengah sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba pakaian yang hendak Aira cuci diambil paksa oleh...


"Nona nagpain nyuci pakaian tuan muda?ini kan tugas bibi"Ucap bi Ami mengambil baju itu.


Gadis itu mendongak menatap wajah bi Ami,lalu ia berdiri dan menghampiri wanita paruh baya itu.Aira memegang bahu Bi Ami dengan kedua tangannya dan tersenyum lembut,"Bibi yang cantik lebih baik duduk saja,baju ini biar Aira yang cuci ok"Ucap Aira sambil mengambil pakaian yang telah direbut oleh bi Ami.


"Tapi nona in--"


"Bi pliss nurut aja ya"Pinta Aira dengan menelungkupkan tangannya.


Bi Ami pasrah hanya bisa menghela nafas dan mengangguki saja."Jarang ada wanita cantik melakukan hal seperti itu,tuan muda beruntung mendapatkan pacar seperti nona"


"Bibi Aira bukan pacar Yohan"


"Ah sama saja mau pacar mau tidak tetap saja nona Aira wanita yang pertama kali tuan bawa kerumah!"


"Masa sih bi?"


"Iya,yasudah bibi mau mengerjakan yang lain saja.."


Selang beberapa waktu gadis itu sudah menyelesaikan semua yang dipinta oleh Yohan,Saat hendak istirahat disofa.Tiba-tiba istirahatnya diganggu.Iya siapa lagi kalau bukan Yohan Si tukang Atur...


Pria itu turun menuruni tangga,dengan berjalan menuju arah gadis yang sedang istirahat,tatapannya sangat tajam bak seorang pembunuh.Melihat gadis yang agak tertidur.BRAKK....dia dengan sengaja menggebrak meja didepannya.Tentu saja gadis itu langsung terkejut,dia membuka dua pasang mata bulatnya dan didapati pria didepannya.

__ADS_1


"Lo masak!bikin sarapan buat gue!"Ucap Yohan dengan wajah watadosnya.


Aira memghela nafas kasar berusaha sesabar mungkin"Anjirr kalau gue gak ada perjanjian sama nih anak,udah gue kirim ke neraka!"Gumam Aira.


"Apa lo bilang mau kirim gue ke neraka?"Ucap Yohan yang mendengar gumaman gadis itu,raut wajahnya seketika merah padam sambil mengpalkan ke dua tangannya.


"Apa orang gue bilang panas banget di sini"Sangkal Aira sambil mengipas-ngipas dengan tangannya.


Yohan terkekeh sambil berjalan maju menghampiri gadis yang tengah kipas-kipas,"Hee... lo bilang 'panas' yakin?rumah gue 'panas' "Ucap Yohan membuat Aira kikuk dan membatu.


Aira yang merasa badan Yohan dan dirinya sangat dekat,kemudian gadis itu mendorong tubuh Yohan hingga membuat Yohan menjauh,"Katanya mau gue bikinin masakan!"Ucap Aira bergegas pergi.


"Dasar kulkas berjalan"


"Apa lo bilang?!"


"Nggak!!"


Aira yang sudah berada di dapur tapi tak melakukan apa-apa melainkan hanya mendumel saja,"Gue heran sama tuh anak kenapa nyebelin banget!"Ucap Aira sambil mengambil sebuah pisau.


Di ruangan yang berbeda tepatnya di ruangan pribadi milik Yohan,pria itu tengah duduk sambil menatap TV yang isinya hanya aktivitas didapur.Tanpa sepengetahuan Aira ternyata di dapur tersimpan banyak Cctv yang sengaja Yohan letakkan dan sangat tersembunyi.


"Ngapain tuh anak ambil pisau jangan bilang mau bunuh diri"Gumam Yohan pokus menatap layar TV dan memperhatikan gerak gerik Aira yang kini tengah mengambil sayuran.


"Udah maksa marah-marah lagi,dasar kulkas berjalan!"


"Apa gue culik aja ya si Yohan ntar di jalan gue buang ke jurang,cemerlangnya si Aira"


Tak kesal ataupun marah mendengar umpatan yang dilontarkan oleh Aira melaikan di sudut bibirnya terukir indah lengkungan yang amat manis.


****


Setelah semuanya telah siap dimeja makan tepat sekali Yohan berjalan menuruni anak tangga sambil menatap wajah Aira yang tersenyum Devil.


"Makanan sudah siap silahkan dimakan jangan disisakan ok"Ucap Aira tersenyum manis.


"Dasar cewek aneh,ikuti saja permainannya"Batin Yohan.


Kemudian Yohan menarik salah satu kursi untuk didudukinya tapi kedua matanya hanya menatap tajam gadis yang masih mengmbangkan senyumannya.


"Hee... jangan salahin gue kalau gue kajam"Batin Aira menyeringai.

__ADS_1


Di depan matanya sudah di letakkan sepiring nasi goreng dan beberapa sayuran penunjangnya,"Tahu banget lo kalau gue suka pedas!"Ucap Yohan beranjak dari kursinya,lalu menghampiri Aira dan memintanya duduk,"Lo duduk!"Pinta Yohan.


"Tap-tapi gue gak mau duduk"Berontak Aira tapi nihil ia hanya pasrah saja.Dan memilih duduk disamping Yohan.


"Lo gak makan?"


"Nggaklah gue kenyang"Ucap Aira langsung berubah Air wajahnya hingga berkeringat.


"Apa rencana si Yohan jangan sampe tuan kena batunya"Batin Aira was was.


"Ayolah makan masa gak mencicipi hasil sendiri"Paksa Yohan sambil memyodorkan sesendok nasi goreng.


"Udah banyak yang gue makan"Ucap Aira menolak.


"Ayok makan!"Paksa Yohan berusaha agar Aira membuka mulutnya dan Akhirnya satu sendok nasi goreng telah mendarat di dalam mulut Aira."Gimama rasanya?"Tanya Yohan setelah melihat ekpresi wajah Aira.


Yang namanya cabai walau dipaksa dimakannya gak usah dirasa akhirnya masih terasa pedasnya,"AAA!!MINUM MANA MINUM GUE KEPEDRSAN ANJIRR!!!MINUMM!!"Teriak Aira mulai panik dan nyatanya jatuh kedalam jebakan sendiri.


Yohan terkekeh melihat Aira yang mondar mandir mencari Air minum,karena tak tega Yohan mengambil segelas Air minum dan memberikannya pada Aira,"Nih minum"


Aira segera meneguk air minum itu berusaha memghilangkan rasa pedasnya ya walau masih terasa banget.


"Gila lo!!"Kesal Aira menatap tajam pria itu,lalu melenggang pergi meninggalkan pria itu yang masih terkekeh.


"Dih marah,seharusnya kan gue yang marah sama lo"Ucap Yohan menatap punggung Aira yang menjauh.


****


Sekarang dihalaman depan rumah milik Yohan,gadis itu kini tengah menyiram tanaman sambil menggrutu kejadian berapa menit lalu.


"Si Yohan menyebalkan!!"


"Kapan gue bisa pergi dari rumah ini!"grutu Aira sambil menyirami tanaman.


Dari belakang Yohan memperhatikan tingkah gadis itu yang masih mendumel tak terima atas kejadian itu,jika mau seharusnya yang marah itu Yohan bukan Aira.Inilah yang membuat Aira sungguh menarik dimatanya.


"Dih nih cewek memdumel kok sambil nyiram taneman"Ucap Yohan sambil melipat tangannya didada.


Karena memdengar ada yang berbicara,Aira menengok,"Ngapain lo kesini?mau ketawa?puas lo!"Kesal Aira.


"Gak salah lagi gue pilih lo buat nyiram tuh taneman"Ucap Yohan"Selain cocok jadi mentri pertanian ternyata lo lebih cocok jadi mentri pemakaman Haa..."Ucap Yohan terkekeh.

__ADS_1


"Sembarangan banget lo kalau ngomong,mentri pemakaman!lama-lama lo yang bakal gue makamin!"Kesal Aira melontarkan tatapan pembunuh.


__ADS_2