
"Gue mau balik!"Ucap Aira,karena ia rasa telah menyelesaikan pekerjaannya di rumah Yohan.Dan juga sekarang sudah pukul 19:30 Wib.
Yohan yang tengah duduk di sofa dengan mata yang fokus menatap layar ponsel pun beralih dari layar ponselnya,dan menatap sekilas gadis itu lalu kembali menatap layar ponselnya.
"Percuma gue ngomong,dasar batu!!"Kesal Aira,ia sangat menyesal mengatakan hal seperti itu apa lagi yang di ajak bicara malah fokus menatap layar ponselnya.
Karena kesal Aira memilih pergi meninggalkan Yohan,tapi belum sempat satu langkah ia meninggalkan tempat itu seseorang telah mencekal lengannya kuat dari belakang,membuat Aira terhayun dan menabrak dada bidang seseorang.
Aira mendongak dan saat itu juga mata coklatnya beradu dengan manik kelam milik Yohan.Jantungnya berdebar sangat cepat dan wajahnya sudah memanas hingga muncul waran merah merona.
"Gue mau pulang"Ucap Aira segera mungkin memalingkan wajahnya.
Yohan berdecak kesal akan perkataan Aira,"Lo gak boleh pulang!lo menginap di sini untuk malam ini!"Ucap Yohan tak terbantahkan.
"Tap-tapi gue mau nya pulang!"Kesal Aira.
"Gue gak suka bantahan yang keluar dari mulut lo!kalau lo nolak gue bakalan dengan segan gendong lo ke kamar sekarang juga!!"Ujar Yohan penuh dengan penekanan.Tidak lupa untuk memaparkan senyuman smirk nya.
"Berani lo!!"Tantang Aira dengan sarkas.
Tiba-tiba Yohan menggendong Aira ala bridal style,membuat Aira benar-benar terkejut oleh apa yang dilakukan Yohan.
Aira mengira Yohan hanya bermain-main dengan ucapannya itu,tetapi di luar dugaannya bahwa Yohan tidak main-main dengan ucapannya itu.
__ADS_1
"Yohan!turunin gue"Omel Aira sambil memukul mukul dada bidang milik Yohan.
"Nona Aira sama tuan muda serasi banget ya"Ucap salah satu pelayan setelah melihat Aira di gendong paksa oleh Yohan.
"Turunin banyak orang malu gue!"
"Woy turunin gue anjirr!!"
"Dasar muka doang berkelas,tapi kelakuannya kaya sampah!!"
"Berisik!!"Kesal Yohan.
"Tutunin gue!!"
Ya azabnya itu bertemu dengan Yohan si tukang pemaksa!.
Ternyata benar Yohan menggendongnya masuk kedalam kamar dan menghempaskannya di ranjangnya.
"Nih anak mau ngapain"Batin Aira meronta-ronta.
Mata Aira melirik kesana kesini melihat dekorasi kamar tanpa menggerakkan kepalanya.Dia bukan dikurung di rumah besarnya melainkan di salah satu kamar di sana.Melihat foto anak kecil sambil memegang bola dengan wajah datarnya,walaupun hanya bermodalkan melihat beberapa foto tapi ia yakin bahwa ini kamar milik Yohan.
"Sekarang tidur!!"Tegas Yohan.
__ADS_1
"Dimana?"
"Ya di kamar gue!"
"Terus lo tidur di mana?"
Yohan menampilkan senyum miring pada Aira,membuat bulu kuduk gadis itu meremang seketika.Perlahan dia menyingkirkan rambut yang menghalangi telinga kiri Aira lalu mendekatkan diri dan berbisik di sana.
"Tentu saja tidur di ranjang bareng sama lo"Kata Yohan tersenyum Devil.
"Stress!rumah ini luas masih banyak kamar yang kosong"Kesal Aira.
Yohan terkekeh melihat raut wajah Aira yang terlihat panik,"Gue pemilik rumah ini dan lo tamu spesial gue.Tuan rumah berhak menentukan dimana tamu akan tidur!"
"Tapi gue itu kalau tidur kaya kebo suka ngorok,mending gue tidur di sofa aja"Ujar Aira.
"Nggak percaya!"
"Ih gak bohong!!"
"Tidurr!!"
Aira yang kalah telak akhirnya hanya pasrah,ia pun tertidur di kasur yang sama dengan Yohan.Tapi setelah Yohan terlelap Aira beranjak dari kasur itu dan pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1