The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
pertemuan


__ADS_3

Kring.....kring.....


Suara alarm membangunkan gadis yang masih tertidur pulas di bedstread dengan nyamannya sampai enggan meninggalkan kasur itu.


Gadis itu membuka kedua mata bulatnya,dia langsung membangunkan tubuhnya yang menolak bangun,dan pergi menuju kamar mandi asrama untuk melakukan ritual paginya.


15 Menit kemudian


Aira sudah siap berangkat sekolah,tapi langkahnya terhenti karena jangan sampai lupa melihat bayangannya dicermin kamar.


"Baju,rok,sepatu semuanya Ok.Gadis ini siap beraksi."Ucap Aira,Lalu melenggang pergi dari kamar.


GO TO SCHOOL


Wajahnya begitu segar sejak berangkat hingga sampai di sekolahnya.Entah mengapa sekolah barunya ini seperti memiliki Magnet yang membuat Aira ingin cepat sampai di sekolah.


Ia berjalan sendiri,Aira tahu bahwa sepanjangan koridor ia menjadi Center Of Attention.Tapi pandangannya tetap Fokus kedepan,dia sudah biasa dipandang jika dipandang tak biasa.


Kemudian matanya tertuju pada segerombolan siswa,yang sepertinya Murid baru seperti dirinya.


Hari ini adalah masa orientas siswa yang biasa disingkat MOS,gadis itu berbaris diantara semua siswa baru.


Selang beberapa menit kepala sekolah mendatangi Murid baru,Untuk melakukan acara pembukaan bagi siswa baru di SMAN GARDEN X11.


Kepsek berdiri diantara para dewan guru yang tepat menghadap pada Murid baru.Yang kemudian langsung membuka suara.


"Saya tak suka basa basi,karena buat apa bicara omongan yang basi... Langsung aja,Saya sewakil dari pada dewan guru ingin membuka acara tahun ajaran baru.Yang pada hari ini resmi dibuka..."


Pembukaan yang bisa disebut dari kata meriah,semua anggota osis dan murid lainnya ikut berpartisifasi.


Setelah acara penyambutan dan pembukaan tahun ajaran baru,kepala sekolah mempersilahkan semua murid masuk kedalam kelas yang telah diatur,dan diikuti juga oleh Senior mereka.


Ternyata gadis itu masuk kedalam kelas Ips 1,dia duduk sendiri dibangku paling depan.Sesekali mata bulatnya ia edarkan pada seisi kelas.


Memang benar kelas itu penuh,hanya saja tidak ada yang Aira kenal diantara mereka.


Setelah beberapa menit para Senior keluar dari kelas dan diikuti oleh Juniornya,ya! karena waktunya Jam istirahat.


Dia berjalan sendiri dikoridor sekolah,kemudian matanya tertuju pada sorakan Murid.Yang bisa dikatakan semua Murid Wanita,Aira menghampiri lalu berakata"Ada apa ya?"Tanyanya pada gadis yg sedang membelakanginya.


"Cih!Apaan sih lo Sksd banget!"Ucap cewek itu setelah memutar balik tubuhnya menatap tajam wajah Aira.


"Busyet nih cewek mau manggung apa mau sekolah?bibir menor?rok diatas lutut?rambut dicat lagi...!"batin Aira sebari menatap wajah cewek dihadapannya.


Tatapan gadis itu tajam pada Aira,lalu membuang muka dan melenggang pergi diikuti tiga orang cewek dibelakangnya.


Usut punya usut akibat banyaknya para kaum hawa yang mengisi taman depan sekolah dikarenakan ada kakak kelas mereka yang hendak berkenalan.


Jadinya gadis itu hanya menggidik dan memilih pergi dari kumpulan unfaedah itu.


Langkahnya tak berhenti ia tetap berjalan maju dan tujuan utamannya adalah ingin melihat-lihat taman belakang sekolah banyak yangg bilang tak kalah indah dengan taman depan sekolah,ditengah perjalanan banyak sekali yang menyapanya terutama kakak kelasnya,dia hanya tersenyum walaupun tak mengenal mereka satu-persatunya.


Mungkin aura cantik Aira merebak bak bunga yang mengeluarkan harumnya,dia sih biasa disapa oleh orang yang tak kenal.


Langkahnya terhenti karena tujuannya sudah didepan mata,melihat kursi panjang kosong dibawah pohon rindang,dia menghampiri lalu duduk disana.


Gadis itu menengadahkan wajah dan menikmati hembusan angin yang menerpa lembut kulit sang gadis,matanya terpana melihat kupu-kupu warna warni bersinggah dibunga yang cantik.


"Lumayan"Gumam Aira.


Matanya yang fokus dengan tampilan didepannya,sampai tak sadar jika dia berada ditaman tak sendiri melainkan ada orang lain yang ia sendiri tak mengenalnya.

__ADS_1


"Ehm"Orang itu berdehem dan menatap gadis dengan rambut punggung hitam indah.


Aira menoleh dan menatap intens wajah orang disebelahnya,dia mengerutkan dahi karena tak ada orang itu dalam ingatannya.


Pria yang tadinya duduk ditanah,kemudian dia beranjak menghampiri dan duduk disebelah sang gadis.


"Lagi ngapain disini?"Tanya pria itu.


"Mata lo buta!"Ketus Aira.


Pria itu mengangkat satu alisnya dan menggidik aneh karena walau tak ada senyuman dari raut wajahnya ia tetap saja cantik dan imut.


"Nama gue Harby Aditya Rafael"Ucap pria itu menjulurkan tangannya.


"Gue gak butuh!"Datar Aira,lalu berdiri dengan melipat tangannya didada.


Setelah itu ia melenggang pergi meninggalkan pria yang masih mengulurkan tangan.Sudah biasa jika Aira berkata seperti itu apalagi pada orang yang sok kenal sama dia.


"Ai... Ai... siapa ya?ketutupan rambutnya sih!"Batin Harby.


Kantin...


Ternyata gadis itu pergi menuju kantin,kali ini dia tak sendiri.Dia ditemani Oleh Miranda Delya Safitri,ya teman baru sekaligus teman sekelasnya.Mira gadis yang cantik,ramah dan cerewet beda sama Aira yang datar,tak peduli.


Semua tatapan tertuju pada dua gadis yang kini menjadi pusat perhatian setiap Murid,mereka yang pacaran langsung melongo dan meninggalkan pacarnya.


"Kita duduk disini aja ya"Saran Mira,diangguki Aira.


Aira dan Mira kemudian duduk dan langsung memesan Mie ayam lengkap dan Es teh.Mereka berdua menikmati makanan dengan damai dan tenang,yang terdengar hanya sendok yang beradu dengan piring.


Tiba-tiba semua murid dikantin beralih Fokus menatap tiga orang cowok yang berjalan maju kedalam kantin disambut sorakan dan senyuman manis yang alay,tidak bagi gadis satu ini dia memang acuh dan tak peduli dengan semua itu.


"Lihat ada kakak kelas datang kekantin,dia duduk disamping meja kita.Uhh gantengnya."Bisik Mira pada Aira rempong.


"Ya elah Aira kamu hanya bilang 'Oh'doang?!Gak ada kata lain selain 'Oh'gitu."Ucap Mira menggeleng.


"Brisik!"


Pertama kalinya Mira bertemu gadis yang seangkuh dan sedingin kutub utara,dia beralih fokus pada ketiga cowok yang menjadi pusat murid yang berada dikanti sekolah.


Brakk...


Suara gebrakan meja yang dilontarkan Aira,membuat dirinya menjadi pusat perhatian seisi kantin,dia tak biasa jika makan siangnya diganggu oleh ocehan semua yang gak ada manfaatnya,jika perlu Aira buat kantin khusus untuknya saja.


"Gue udah kenyang!"Datar Aira menoleh pada Mira,lalu bergegas pergi meninggalkan kantin sekolah.


Dia tak peduli dengan lontaran perkataan pedas untuknya,pergi gak ada dosa.


Ketiga most wanted boy itu adalah


-Yohanes Refangga Mu atau lebih dikenal Yohan Mu.


-Darell Andyanto Firman atau lebih dikenal Andy.


-Fadil Alexander Alfatah atau lebih dikenal Fadil atau Alex


Ketiga most wanted menatap punggung gadis yang sudah hampir hilang,mereka menggeleng dan melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Gila tuh cewek kaya preman pasar nggak ada sopan-sopannya,tapi boleh juga digebet"Ucap Andy menepuk pundak Yohan.


"Emangnya lo gak takut muka lo dicakar tuh cewek!"Sahut Padil sambil menyerudut es tehnya.

__ADS_1


Yohan hanya mencerna perkataan kedua sahabatnya,dia tetap Fokus dengan minuman yang diaduk-aduk terus.


"Yohan kalau dia jadi pacar lo gimana?"Tanya Andy lagi sambil menepuk pundak Yohan.


"Lo aja ngapain ngomong sama gue!"Dingin Yohan ingin sekali membogem muka Andy.


Andy dan Padil hanya mengelus dada dan menggeleng melihat sahabatnya itu.


Dilain tempat gadis yang kini tengah berjalan dengan raut wajah kesal bahkan teman dibelakangnya bertanya tak dijawabnya.


Jangan mengganggu rubah sedang kelaparan,ya begitulah gambaran untuk gadis itu.


Karena dia berjalan tergesa-gesa sampai tak memperhatikan siapa yang melintas didepannya.Tiba-tiba...


Brakk...


"Aww"Bahu Aira kini terasa sangat sakit.


"Please!Jangan lari-lari koridor sedang ramai saat ini"Tegur pria itu yang ditabrak oleh Aira.


"Sorry,Sorry gak sengaja"Ucap Aira.


"Oh. jadi dia bernama Aira..."Batin pria itu kala melihat papan nama gadis yang menabraknya itu.


Belum sempat pria itu menjawab perkataan Aira,gadis itu sudah melenggang jauh dari matanya.


Teng... teng... teng...


Bel pulang telah berbunyi,semua murid langsung berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.Satu demi satu teman sekelas Aira sudah pergi hanya menyisakan dua gadis merapikan buku mereka.


"Bareng gak keasramanya?"Tanya Mira yang sudah mengenakan tas ranselnya.


"Duluan aja"Singkat Aira.


Dia keluar dari kelas dan melenggang pergi dari sekolahnya,dia sudah biasa jalan sendiri,karena jalan menuju asrama hanya 5 meter saja.


Asrama...


Saat sampai dikamar,karena cuaca yang panas menerpa atmosfer bumi.Gadis itu sibuk menghidupkan AC kamar.


Saat hendak merebahkan tubuhnya dikasur,tiba-tiba...


Tok.... tokk... tokk...


Suara ketukan pintu,Aira bangkit lalu membukakan pintu kamarnya.


Ceklek~~~


Saat sudah terbuka pintu kamarnya didapati 3 orang cewek yang mengenakan pakaian tidur dengan raut wajah yang membara terbawa emosi,sepertinya mereka sedang marah... Aira hanya menatap malas dengan melipat tangan didada.


"Jauhi Yohan!!"Bentak salah satu cewek dari tiga cewek itu.


"Udah!"Singkat Aira.


"Murid baru kecentilan"Sahut salah satu diantara mereka yang juga tersulut emosi.


"Udah miskin belagu lagi!"Ketus cewek itu.


"Diam kan lo!!"ucap wanita tersebut.


"Biar miskin asal hidup!"Ucap Aira,lalu menutup kasar pintu kamar asramanya.

__ADS_1


Sedang ketiga cewek itu hanya menggidik tak percaya dengan perkataan Aira yang sungguh angkuh.


__ADS_2