The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.67


__ADS_3

Teng... teng... teng...


Bunyi bel masuk sudah terdengar ditelinga semua siswa,Pria yang kini tengah menunggu didepan kelas kala menunggu seseorang yang ia tunggu,walau bel kini sudah terdengar.


Tak lama datang gadis yang memasuki kelas dengan sendiri tanpa ada orang yang saat ini Yohan cari.


"Aira nggak sekolah?"Tanya Yohan menginterupsi langkah Annisa menuju kelasnya.


Annisa yang berangkat menundukkan kepala,lalu ia mendongak memutar bola matanya menatap pria itu."Nggak dia bilangnya gak mau masuk."Ucap Annisa langsung berlari masuk kedalam kelas kala melihat Seorang guru yang menuju kearah mereka.


Belum sempat Yohan melanjutkan pembicaraan,Annisa sudah lebih dulu meninggalkannya.


Dia memutar tubuhnya melangkah maju menuju kelasnya,dia tahu didepan sana ada seorang guru yang sedang berkacak pinggang sambil memegang rotan ditangannya.


Sebegitu santainya pria itu melintas tanpa memberi salam pada gurunya sendiri,tatapannya tetap Fokus kedepan.


"Yohan!"Teriak Bu Dewi kala melihat anak didiknya nggak ada sopan santun.


Langkah Yohan terintrupsi oleh orang yang meneriaki namanya,dia menoleh dan menatap wajah orang itu"Ada apa bu?ada yang salah dengan saya?"Tanya Yohan mendengus kesal.


Ibu Dewi hanya mendengus kesal melihat anak didiknya itu,"Kamu gak ada sopan satunnya terhadap guru!"Jelas Dewi.


Pria itu tak sedikit pun bergeming,dia malah melontarkan tatapan yang tajam pada guru didepannya,"Sudah ibu ngocehnya?kalau gitu saya permisi."Ucap Yohan.


Setelah berkata begitu pria itu langsung melenggang pergi meninggalkan guru yang kini tengah kesal,Sedang orang yang diajak bicara hanya bisa menggeleng Lalu melanjutkan tujuan utamanya.


Kelas X Ips1~~~


Ternyata tujuan Dewi adalah memasuki kelas yang kini dipegang oleh dirinya,dia masuk lalu duduk dikursi dengan menghadap pada semua murid yang kini duduk rapi.


Semua siswa diam tak ada yang bersuara hanya terdengar suara guru didepannya.


"Oh ya kelas kita kedatangan murid baru,pasti kalian belum kenal semua kan?"Ucap Dewi.


Semua tatapan kini tertuju pada sosok gadis cantik yang duduk dengan Amara.


"Kamu silahkan perkenalkan diri."Ucap Dewi.


Gadis itu mengangguki dan berdiri menuju guru itu dengan menghadap pada semua murid dikelasnya.


"Hai perkenalkan nama saya Meliya Delafa Maheswari,saya pindahan dari Inggris"Begitulah perkenalan Meliya pada teman barunya.


Setelah perkenalan Meliya dipersilahkan duduk kembali oleh Guru,mulai hari ini Meliya siswa resmi sekolah itu.


Teng... teng... teng...


Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.Istirahat adalah obat paling ampuh penghilang kegabutan dikelas dan tujuan mereka semua tentunya kantin dan perpustakaan.


"Gak seru kalau gak ada Aira."Ucap Mira yang kini hanya mengaduk-aduk Mie ayam tanpa mencicipinya.

__ADS_1


"Aira kenapa gak masuk ya?padahal hari ini gue janji mau traktir."Ucap Mira.


Annisa hanya mendengarkan lalu mendongak menatap Mira dengan saksama,baru saja ia hendak membuka mulut sudah ada yang mengitrupsi perkataannya.


"Annisa"


Annisa menengok kebelakang kala ada yang meneriaki namanya,dia hanya mendengus kesal.


Pria itu kini tengah duduk diantara kedua gadis yang sedang menatap jengah.


"Andy"Ucap Annisa.


Saat Andy hendak membuka mulutnya menyahut perkataan Annisa,karma memang berlaku.Pembicaraannya telah diinterupsi oleh sahabatnya yang kini tengah berdiri disampingnya.


"Aira kenapa gak masuk?"Tanya Yohan.


"Nggak tahu"Singkat Aira.


Yohan menaikkan satu alisnya mendengar perkataan Annisa,"Lo gak bohong!"Tegas Yohan.


"Nggak dan ya jangan cari Aira lagi dia udah capek menghadapi semua ini."Ketus Annisa dia berdiri lalu melenggang pergi meninggalkan tiga pria itu.


Saat mata Yohan kini tertuju pada Mira,dengan cepat Mira ngengir kuda lalu mengikuti kemana Annisa pergi.


Saat Yohan hendak pergi tiba-tiba...


"Kak Yohan"Ucap gadis yang melambaikan tangan sambil tersenyum.


Meliya merengut dan membuang muka pada kedua pria yang kini menatap wajahnya,"Gue gak nanya sama Lo pada"Ketus Meliya,lalu mendekati Yohan dan merangkul tangannya.


Saat Yohan hendak melepaskan rangkulan Meliya,namun Meliya malah merajuk kaya anak kecil minta premen.


"Kak Yohan udah makan belum?"Tanya Meliya.


"Belum"Ucap Andy dan Padil berbarengan dengan mata berbinar-binar.


Meliya mendengus kesal lagi-lagi bukan Yohan yang membalas perkataannya,"Gue gak ngomong sama lo pada,awas ya kalau kalian lagi yang jawab."Tagas Meliya.


"Iya."Ucap Andy dan Padil kompak.


Meliya menarik tangan Yohan memintanya duduk,pria itu hanya mendengus lalu dia duduk disamping Meliya.


Meliya yang senang kini berubah menjadi kesal kala Andy dan Padil terus menatapnya,walaupun Andy dan Padil tidak jelek hanya saja Meliya hanya ingin Yohan seorang.


"Kalian berdua ngapain disini?gue gak mau ada pengganggu disini!"Ketus Meliya menatap tajam Andy dan Padil.


Kedua pria itu mengedipkan mata mereka dan langsung mengalihkan pandangan.


Kelas X Ips1...

__ADS_1


Annisa dan Mira kini tengah duduk diteras kelas mereka dan sepertinya sedang mengobrol dengan pria didepannya yang juga tengah duduk.


"Aira kenapa gak masuk?"Tanya pria itu menatap keduanya.


"Dia lagi sakit"Ucap Annisa,sedang Mira malah menatap kagum pria yang handsome itu.


"Dah ganteng,bisa basket,pinter lagi,kenapa Aira gak suka sama dia ya?kalau aja gue jadi Aira pastinya gak akan ditolak"Batin Mira


"Sakit apa dia?kok gak ngabari gue ya?apa perlu pulang sekolah kita jenguk dia aja?"Ucap pria itu.


"Eh jangan kak"Ucap Annisa kikuk.


"Lah kenapa?"


"Sebenarnya Aira sedang tidak mau diganggu oleh siapapun,dia sedang sakit hati"Jelas Annisa.


"Sakit hati ken--"


Belum sempat Pria itu menyelesaikan perkataannya,kerah bajunya sudah ditarik paksa oleh seseorang.


"Yohan!"Ucap kedua gadis itu kala melihat kelakuan Yohan yang kini tengah mencengkram kerah baju pria itu.


Yohan mendorong keras tubuh pria itu itu ketembok sekolah,tatapannya tajam dan terlihat dengan emosi yang membara.


Tatapan semua siswa kini tertuju pada dua orang pria yang kini berkelahi.


"Apa maksud lo hah?!"Tanya pria itu.


"Jauhi Aira!"Ketus Yohan,yang semakin mendorong keras tubuh pria itu.


Pria itu hanya terkekeh kecil dengan tatapan yang juga tajam,"Emangnya Aira siapa lo?"Tanya Pria itu.


Yohan kini bungkam kepalan tangan yang sudah siap membogem wajah pria itu,untung Andy dan Padil datang tepat waktu dan melelaikan perkelahian itu.


"Kak Yohan,Kak Harby berhenti."Teriak Annisa.


"Han,tahan emosi lo.Gue gak mau lo masuk ruang BK"Ucap Padil diangguki Andy.


Kini Yohan mendengarkan kata-kata Padil,dia menghela nafas dan melepaskan cengkraman kerah seragam Harby.


"Lo fikir Aira bakal suka sama cowok pemarah kaya Lo"Teriak Harby.


Yohan yang pergi mendengar teriakan Harby ingin sekali kembali dan membunuh pria itu saat ini juga,hanya saja Andy dan Padil melarangnya.


Annisa dan Mira langsung menghamipiri Harby.


"Kak Harby gak apa?"Tanya Mira,dia sangat khawatir jika wajah tampan Harby terluka Kan sayang.


Harby kemudian membenarkan keras seragamnya dan langsung melenggang pergi tanpa menjawab pertanyaan Mira.

__ADS_1


Mira kesal bahkan dia menggrutu seperti anak kecil minta Jajan.


__ADS_2