The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.77


__ADS_3

Malam pun akhirnya tiba,tetapi ada yang berbeda dengan cuaca hari ini yang terlihat mendung dan menyembunyikan bulan dan bintang di balik awan hitamnya.Seperti melukiskan hati seseorang yang sedang patah hati.


Malam-malam begini dengan cuaca yang sangat dingin gadis itu berdiri di balkon kamarnya menatap awan yang tengah mendung.


"Ya Tuhan begitu rumit kah?hidup Aira saat ini?Aira gak mau jadi dewasa Tuhan!Aira hanya ingin jadi putri kecil papa Andika saja"Ucapnya,"Ternyata menjadi dewasa itu rumit lebih rumit daripada memecahkan soal matematika"Keluh kesah Aira.


"Aira bingung dengan tingkah Aira padanya,tapi Aira lebih bingung pada sifat dirinya"Ucapnya,"Cuaca ini dingin lebih dingin dia"


_________ ________


Di tempat ramai,wanita sexi,bau asap rokok dimana-mana.Terlihat beberapa pemuda sedang duduk sambil menikmati beberapa makanan disana hanya saja di meja mereka tak terlihat alkohol.(Pemuda tanpa alkohol)


Mengapa seriap ada masalah Yohan pasti akan pergi ke tempat itu?mengapa tak pergi ke tempat yang lebih damai?mungkin itu caranya untuk menenangkan fikiran?Tapi masih banyak cara untuk menenangkan fikiran misalnya ngaji,sholat dan sebagainya?


"Han,gimana sama Aira?"Tanya Andy diangguki oleh Fadil.

__ADS_1


Pria itu sedari tadi menunduk kemudian mendongak menatap Andy lalu dilanjutkan Fadil,"Gak tau gue pusing!"Ucapnya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.


Andy menarik salah satu kursi di belakangnya dan duduk di samping Yohan,dia menepuk pelan pundak Yohan lalu berkata,"Menurut gue,lo sama Aira itu hanya salah faham"Ucapnya,"Gue yakin Aira nggak seperti yang di bilang sama nyokap lo,apalagi nyokap lo itu nggak suka sama Aira.Bisa aja kan itu hanya akal-akalannya nyokap lo"Cerocos Andy.


Fadil mangut mangut,"Tumben si Andy cerdas!biasanya kan otaknya kotor terus"Ledek Fadil langsung di hadiahi tatapan tajam Andy.


"Tapi gue setuju sama Andy kali ini Han"Seru Fadil.


"Nggak tau lah gue bingung,tapi intinya gue bakal ngejauh dari Aira gue takut ka--,gue pulang duluan ya"Ucapnya terpotong,kemudian berdiri pamit kepada kedua temannya yang kini tengah penasaran dengan lanjutan perkataan Yohan.


"Gue makin penasaran sama si Yohan"Ucap Fadil sedang Andy mangut mangut saja.


Mobil sport hitam sedang minggir di pinggir jalan dan terlihat pria yang tengah duduk di body depan mobil dengan wajah yang menengadah.


"Gue pusing anj*ng!"Kesalnya sambil meludah ke sembarang tempat,"Màafin gue Aira"Lirih Yohan.

__ADS_1


"Kok Kak Yohan belum pulang ya tan?"Ucapnya khawatir sambil mondar mandir kaya orang pingin pipis,di ruang tamu menunggu seseorang pulang.


Maryana mengedikkan bahunya,kemudian menghampiri Meliya yang tengah khawatir itu,"Kamu jangan khawatir gitu dong"Ucapnya,"Yohan bukan gadis yang baru dewasa"Lanjutnya.


Ternyata sebegitu khawatirnya Meliya terhadap Yohan?melebihi ibu kandungnya sendiri.Ya memang Meliya sudah kenal Yohan dari kecil bahkan mereka tumbuh bersama hanya saja setelah kelulusan sekolah menengah pertama Meliya langsung pergi untuk menyusul orang tuannya yang tengah berbisnis di luar negeri.


Terdengar deruman mobil masuk ke dalam lingkungan rumah besar itu,Meliya yang mengetahui jika itu suara mobil Yohan langsung berlari keluar dan di ikuti oleh Maryana.


Ternyata memang benar itu mobil yang dikendarai oleh Yohan.


Terbuka pintu setir dan menampakkan pria tampan.Meliya yang masih mengembangkan senyuman manisnya kemudian senyuman itu memudar,kala Yohan hanya melintas tanpa membalas senyumannya dan tegur sapanya.


Maryana menghampiri gadis itu dan mengusap pundaknya,"Sabar ya,tante janji Yohan gak bakalan cuekin kamu lagi"Ucapnya dan Meliya tersenyum kecut,"Ayok masuk diluar dingin mana mau turun hujan"


Maryana dan Meliya pun masuk tak lama kemudian hujan turun begitu derasnya membasahi seluruh permukaan bumi.

__ADS_1


__ADS_2