The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Aira.


__ADS_3

Yohan yang pulang kerumah tanpa melihat batang hidung gadis mungil itu.


"Kemana Aira?"tanya Yohan menjatuhkan tubuhnya duduk dikursi ruang tamu.


"..."


Semua pelayan tak ada yang merespon,mereka saling pandang.


"Hey saya tanya dimana Aira?"Tanya lagi Yohan yang kali ini sedikit menggretak.


Kemudian bi Ami yang bungkam akhirnya membuka mulut,ia menghela nafas.


"Maaf tuan muda,Eh eh nona Aira tidak ada ditempat."ucap bi Ami kikuk dan sedikit ketakutan.


Pria itu langsung kaget,tatapan yang dingin dan ingin sekali membunuh semua orang dihadapannya.


"Kalian gimana sih?!jaga satu wanita saja gak becus."betak Yohan,dia mulai terlihat panik dan juga bingung.


"Kalian semua cari gadis itu,bagaimana pun caranya.!"perintah Yohan pada semua pengawalnya.


Mereka mengangguk dan langsung bergegas pergi mencari keberadaan Aira.


Dia keluar rumah,mengahmpiri motornya,menggunakan helm dan langsung pergi membawa motor dengan begitu cepat.


¤¤¤¤¤

__ADS_1


Sementara itu gadis yang sedang berjalan etah tujuannya kemana,dia tak mungkin kembali kerumah dan pastinya Yohan akan langsung menghampirinya.


"Gue kemana ya?mana sebentar lagi maghrib,kan gue lagi kabur."gumam gadis itu.


Ditengah perjalanan ia mengedarkan mata mencari kost-kost khusus wanita,ini adalah keberuntungannya kurang lebih 3 meter dari matanya dia melihat rumah yang bertiliskan diplang'Terima kost Khusus Wanita'.


Dia berjalan maju menuju rumah itu dan langsung diketuk pintunya.


Tokk...tokk...tokk...


Ceklek~~~


Saat pintu itu terbuka didapati seorang wanita tua,berpakaian kebaya dan sedikit rambut acak-acakkan.


Tubuh gadis itu seketika langsung merinding,"SE-SETANN!."teriak gadis itu refleks melihat sosok dihadapannya.


Aira mengelus dadanya."Hee maaf nek refleks aja,lagian nenek rambutnya acak-acakan."ucap Aira.


"Mau apa neng maghrib-maghrib kesini?"tanya nenek itu sebari clingak clinguk kebelakang.


"Kok gak bawa tas?"sambung nenek itu.


"Saya mau kost nek,masih ada kamar kosong?"tanya Aira.


"Ada,ayok masuk."ajak nenek itu.

__ADS_1


Aira mengangguk dan langsung ikut masuk,Ia langsung ditunjukkan sebuah sebuah kamar yang akan gadis itu tempati.


Ternyata nenek tua itu bernama Minah,nenek Minah sangat baik dia menganggap Aira sebagai cucunya sendiri.Gadis itu disambut dengan banyak makanan,dan juga memberikan pakaian untuk Aira.


"Lumayan gue dapet baju,ya walau cuma baju bekas.Tapi gue seneng banget."gumam Aira yang langsung merebahkan tubuhnya dikasur.


¤¤¤¤¤


Sedang Yohan yang membawa laju motor begitu cepat,tubunya diterpa angin malam yang berhembus kencang.


"Aira kemana sih lo?"


"Gue salah ya,sorry kalau gitu.Tapi gue mohon jangan pergi jauh dari gue..."


Dia yang sudah sampai dirumah Aira,tapi nihil rumah itu tertutup rapat bahkan lampunya juga tak dinyalakan.


Pria itu mulai khawatir,fikirannya mulai campur aduk.Tapi ia tahu Aira gadis kuat dan tak pernah putus akal.


Dia memutar balik motornya dan kembali kerumah.Pulang dengan wajah yang lesu dan sedikit kurang bersemangat.


"Bagaimana tuan?"


Yohan mengetahui maksud pertanyaan dari bi Ami,dia hanya menggelengkan kepala.Dan melanjutkan jalan menuju kamar.


Dia berdiri dibalkon kamar,menikmati semeliwir angin malam yang menerpa tubuhnya.Earphone yang melekat ditelinga menikmati lagu-lagu.

__ADS_1


Gadis itu pun tak bisa tidur,ia hanya memandang langit-langit rumah.Sesekali matanya ia tolehkan kearah jam dingding.


__ADS_2