
Diamnnya Aira membuat Mira makin penasaran,dia mendongak menoleh kearah wanita disampingnya yang menengadahkan wajahnya kelangit dengan tatapan yang sendu.
"Hei kenapa diam saja?"tanya Mira yang seketika langsung membuyarkan lamunan gadis itu.
Kemudian dia memutar mata bulatnya menatap wajah gadis itu yang masih penasaran dengan mulut agak terbuka.
"Baju ini?"jawab Aira yang balik nanya kepada Mira dengan mencubit pakaian olahraga yang saat ini ia kenakan.
"Iya..."Sahut Mira gregat melihat gadis disampingnya yang makin hari maikin telmi.dengan mengapit pipi Aira menggunakan kedua tangannya.
"Hee... gue gak bisa ngomong kalau diapin begini Mira"Keluh Aira.
Kedua tangan Mira langsung terlepas dari pipi Aira,dia masih mempertanyakan pertanyaan awal yang belum sempat Aira jelaskan.
Saat mulut Aira terbuka dan hendak mengeluarkan suara,tiba-tiba...
"Itu baju gue!"Sahut Harby datang dari belakang lalu menghampiri keduannya,dia menoleh sekilas pada Aira,yang kemudian menatap tajam gadis disampingnya Aira.
Mata bulat Aira terbelalak mendengar perkataan pria didepannya yang datang kek jelangkung,dan sangat tidak senang dengan apa yang dikatakan pria itu.
"Tapi itu kan--"Sangkalnya.
"Ooh jadi punya ini toh"Sahut Mira memotong pembicaraan Aira dengan tersenyum jahil dan menyentuh dagu milik sahabatnya itu,dengan cepat ia percaya tanpa mendengarkan penjelasan Aira.
Sedangkan Aira sendiri hanya bisa pasrah dengan mendengus kesal pada keduannya,ingin sekali ia pergi dari dunia ini dan tak bertemu makhluk yang sukanya membuatnya kesal.
"Aira gue cabut dulu yaa,lo pacaran aja."bisik Mira pada Aira.yang kemudian dia beranjak dari duduknya dan melenggang pergi meninggalkan keduannya,senyum jahil masih saja dilontarkan pada gadis yang kini tengah frustasi.
"Apa sih!!"
"Kak aku pergi dulu yaa..."Pamit Mira pada pria yang masih berdiri tanpa merubah posisinya,tetap saja matanya tertuju pada gadis itu.
Setelah itu Harby berjalan menghampiri Aira,dia duduk dibangku yang sama dan bersampingan dengan Aira.
Sedang gadis itu tak menggubris keberadaan Harby,tatapan kesal masih saja tak hilang dari raut wajahnya,hanya terdengan gigi yang beradu.
"Maaf gue dah lancang bilang ke gitu"Lirih Harby.
Tetap saja Aira tak merespon malahan dia mengukir jarak duduknya dengan pria itu.
Harby pun ikut menggeser,tapi diinterupsi oleh Aira.
"Gak usah ikut geser!"Ketus Aira.
Harby hanya mengangguk kecil dan menghela nafas pasrah,unek-unek yang telah mengganggu fikirannya setelah bertemu dengan gadis yang entah apa bisa menyejukkan hatinya itu.
Dia menghela nafas dan mengaturnya sebaik mungkin,dan kini dia menolehkan wajah kearah Aira,tatapan keduanya bertemu.
"Gue boleh ngomong sesuatu yang penting gak"Ucap Harby.
"Hmm"
"Ini serius gak becanda"
"Yaudah apaan"
"Sebenarnya gue itu suka sama lo"Jelas Harby dan menatap manik mata gadis itu.
Mata Aira terbuka lebar setelah mendengar ucapan pria disampingnya itu,gadis itu mulai diterpa kekhawatiran,dugaannya selama ini benar,dia tak ingin menyakiti hati orang lain dengan apa yang akan dia jawab saat ini juga.
Gadis itu mengatur nafas dan menatap manik mata si pria,memegang kedua tangannya.
Sedang disebrang sana Mira memperhatikan keduannya,bahkan dia baper sendiri dengan apa yang Harby ucapkan
"Waduh diterima gak ya?"Gumam Mira sibuk sendiri.
"Kok gue yang deg degan ya"
__ADS_1
"Aira lo itu banyak benget sih yang suka"
Ya begitulan ocehan yang dilontarkan oleh Mira yang sangat rempong.
"Gimana?"Tanya lagi Harby yang mulau diterpa kekhawatiran.
"Kayanya Aira gak suka sama gue"Batin Harby.
"Jadi gini kak aku--"
"Udah jangan dilanjutin gue tahu jawaban lo,gue ngerti tentang perasaan lo tapi gue bolehkan jadi teman lo?"Potong Harby balik menggengam tangan Aira
Aira mengangguk dan tersenyum manis pada Harby,dia sangat kagum mendengar ucapan pria itu.Jika saja hatinya untuk Harby tanpa fikir panjang Aira akan terima cinta Harby,tapi...
"Yaudah kamu masuk gih kedalam kelas ntar terlmabat lho"Ucap Harby sambil mengacak rambut Aira.
"Aku seneng deh punya kakak kaya kak Harby yang baik"Ucap Aira,lalu ia melenggang pergi meninggalkan tempat itu.
"Lo selalu anggap gue sebagai kakak tapi gue ingin lebih dari kakak"Gumam Harby menggeleng dan menatap punggung Aira yang sudah pergi jauh.
***
Gosip tentang Aira dan Harby memang seperti angin yang berhembus cepat dan menerpa telinga-telinga menikmatnya,disanalah semua siswa menggosipkan keduannya.
"Aira sok jual mahal banget sih"
"Dasar cewek ganjen!"
"Baru masuk udah banyak yang ngelike"
Begitulan gosipan semua elemen siswa disekolah.
"Han,lo denger gosip nggak?"tanya Andy,teman Yohan yang paling biang rusuh dan nggak ada takut-takutnya.
"Gosip apa?"ucap Padil yang mulai ketularan kaya Andy.
Pletakk....
"Lo fikir gue cowok apa,suka gosip sana-sini!"balas Yohan savege.
"Ya elah,lo kalau gue ngomong aja main kasar mulu dah,ngambek nih,ngambek..."ucap Andy yang mulai kaya chilidish.
"Jijik banget sih Dy,gue lihatnya jadi pingin nampol muka lo lagi"cetus Padil yang sudah mengepalkan tangan diwajah Andy.
"Iya...sih,jadi gue denger katanya Si Harby nembak Aira!"ucap Andy.
"WHAT HARBY NEMBAK AIRA"ucap Padil sungguh terkejut dan sumpah deh wajahnya menyebalkan.
"Biasa aja kali ngomongnya nggak usah terkejut gitu..."ucap Andy.
"..."tak ada responan dari Yohan,dia memang balok es mau seserius apapun itu cerita Yohan akan menampangkan muka sedatar-datarnya dan fokus membuka lembaran demi lembaran dan mencerna setiap materi didalam buku sejarah.
"Han,lo nggak cemburu gitu?"tanya Padil diangguki Andy setuju.
Pria itu menoleh kearah wajah kedua temannya yang masih menunjukkan wajah lugu nan polos,"Nggak!"Datar Yohan dan hanya itu yang dikeluarkan dari mulut sexi Yohan.
"Ya elah jawabannya savege bat dah,dasar kuda laut.!"cetus Andy yang nggak ada takut-takutnya.
Pletakk....
Jitakan yang diberikan oleh Yohan didahi Andy,sedang Andy hanya meringis kesakitan sebari mengusap-usap yang telah dijitak Yohan.
Padil hanya terkekeh melihat Andy yang meringis kesakitan.
Halaman belakang~~~
Aira yang cuek mendengar ocehan semua siswa/i disekolah,dia yang langgsung pergi menuju halaman belakang sekolah.Karna suasana yang tenang,cocok untuk gadis itu menjernihkan fikirannya.
__ADS_1
"Nggak yangka ternyata Harby deketin gue ada maksud...haduuhh gue pusing.Kasihan juga yaaa...lihatnya."batin Aira yang langsung menuju pohon bringin itu.Kemudian dia duduk dibangku dekat pohon bringin.
Saat sedang berdiam diri sambil menatap langit yang biru dan beberapa burung melintas diudara,tiba-tiba...
Pukk...!
Sontak saja gadis itu terkejut dan langsung menoleh kearah siapa yang menepuknya.Dia sedikit refleks dan langsung menampar wajah pria itu.
Plakk...!
"Lo..."
"Aduh...muka tampan gue.Aw...aw...dosa apa gue?"
"Sorry ya...eh Yohan?Ok gue nggak jadi minta maaf."ucap Aira memasang wajah datar.Awal-awalnya panik karna reflek nampar orang sembarangan.
Pria itu langsung duduk disamping gadis yang masih memasang wajah sejuta. pertanyaan.
"Tunggu!Tunggu!Lo ngapain disini?!Lo ngikutin gue yaa?!"tanya Aira penuh selidik.
"Enak aja,kan ini tempat umum.Siapa aja boleh kan gue juga siswa disini bukan lo aja!"ucap Yohan.
"Pokoknya gue nggak mau lo ada disini,pergi aja gihh...."
"Nggak mau"
"pergi"
"Nggak mau"
"Pergi"
"Nggak mau"
Ok sekarang Aira pasrah,dia membiarkan Yohan berada disini.Kemudian Yohan mencari topik pembicaraan.
"Lo seharusnya bersyukur,karna gue mau duduk disamping cewek bawel kaya lo...!"ucap Yohan.
"Herman gue sama lo,percaya dirinya selangit,sombongnya segudang dan lagi cewek banyak!"cetus Aira.
"Haduuhhh,gue datang kesini mau minta tuh baju,tapi gue mau dicuci sampai bersih."ucap Yohan.
"Ok"
"Hmm..."
"Iya"
"Ok"
"Udahlah gue capeek ngomong sama lo,bikin keributan aja."
"Iya gue juga sama"
"Gue bosen ngomong sama lo!"
"Iya gue juga"
"Ishh...."
"Ishh...ishh,Aira coba aja lo salah satu penggemar berat gue?!"
"Ogah"
"Kenapa?"
"Males aja"
__ADS_1
"Yaa...kenapa males?secara gue itu Handsomenya nggak ada yang nandingi."
"Iya lo dimata cewek yang Handsome tapi dimata gue lo itu kaya curutt..."ucap Aira savege bat dah,tapi tetap cantik kok.