The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Aira(*)


__ADS_3

Tak terasa bel pulang berbunyi,semua siswa berbondong-bondong keluar dari kelas,untuk segera sampai dirumah dan kasur yang memanggil-manggil mereka.


"Aira bangun ihh,ayok pulang"


"Duluan aja lo"Ucap Aira masih menenggelamkan wajahnya dilipatan tangannya.


"Iih,Lo kenapa,sakit?"Tanya Mira diangguki Annisa.


"Sumpah Mir,jangan buat gue bedmood,pulang duluan aja"Kesal Aira,entah moodnya terasa hancur,dia ingin sekali mengamuk.


"...."


"Oke oke,kalau ada apa-apa hubungi kita ya?"


"Hmm"


Mira. dan Annisa keluar dari kelas,teman Aira satu persatu meninggalkan kelas menyisakan Aira.


"Arghh,perut gue..."Ringis Aira meremas perutnya.


Mengingat sesuatu Aira melotot,menengok kearah roknya.


"WHAT THE..."


"AAAA MAMA..."


"****** nih gue,ya kali naik bis dalam keadaan kaya gini"


"Telpon Annisa sama Mira,tapi kasihan dia kan tinggal diasrama"Gumam Aira menelungkupkan wajahnya.


"Aira..."


Aira mendongak dan terlihat terkejut dengan siapa yang baru datang.


"Lo kok disini?"Tanya Aira kaget.


"Kata Annisa lo sakit?"Ucap Yohan.


"Annisa"Geram Aira.

__ADS_1


"Duh gimana gue ngomongnya"Batin Aira was-was.


Pria itu menaikkan satu alisnya bingung menatap gadis itu.


Yohan menggerakkan kepala,mengajak Aira segera keluar dari kelas.


Aira menggeleng.


Yohan mengerutkan alisnya.


Aira mencebik dan menggeleng lagi.


Yohan melotot menyadari Aira yang mulai pucat.


Aira menghela nafas,"Kenapa jadi bahasa isyarat sih!"


Pria itu mengedikkan bahunya.


"Gue bilang aja kali ya,cuma ada dia doang disini"Batin Aira sambil menggigit bibirnya.


"Han,sini geh gue mau ngomong"Ucap Aira pelan.


"Itu tuhh,yang biasa dialami wanita setiap bulannya"Ucap Aira


"Apa"Bingung Yohan.


"Ahhh Yohannn gimana sih"Ucap Aira frustasi yang masih memegangi perutnya.


Sebenarnya Yohan paham dengan isyarat yang diberikan Aira,hanya saja dia lucu mengerjai Aira.


"Datang bulan?"Tanya Yohan dengan santainya.


Aira melotot mendengar perkataan Yohan,pipinya mulai merah.


Tiba-tiba ada tangan yang mengulurkan jaket,Aira mendongak."Beneran gak apa-apa?"Tanya Aira.


Yohan mengangguk.


Aira kemudian mengikatkan jaket dan menutupi bagian belakang,Yohan menarik tangan Aira keluar dari kelas dan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Aira yang masuk beberapa detik dia memunculkan kepalanya disela pintu sambil tersenyum lebar.


"Apa?"Tanya Yohan.


"Anu gue boleh minta tolong gak"


Kini perasaan Yohan mulai tak enak.


"Beliin Roti Jepang"


Yohan melotot,"Nggak!"


"Yahh gimana dong"Ucap Aira dengan tatapan memohon.


"Yaudah lo duluan aja,gue bakal telpon Annisa"Ucap Aira lesu.


"Tunggu bentar"Ucap Yohan datar dan meninggalkan Aira.


Gadis itu tersenyum lebar dengan jantung yang berdebar-debar.


"Gak salah gue suka cowok itu"Batin Aira,dia sangat bahagia.


Sesuai permintaan Aira,Yohan sekarang tengah berada di supermarket dekat sekolah.


Sekarang dihadapan Yohan ada beberapa macam roti,dia tak mengerti semua itu.


"Anjrr Aira nggak ngomong jenis roti apa?"Gumam Yohan.


"Sayap?bisa terbang tah?"Ucap Yohan bingung.


Dia mengambil keranjang dan beberapa roti jepang,tapi Yohan masih keliling dan mengambil beberapa Snack untuk menutupi itu semua.


Yohan mengecek kasir,dia takutnya ramai tante-tante girang biasa habis dia.


Karena sepi Yohan berjalan cepat menuju kasir,untung saja penjaga kasir pria.


Awalnya penjaga kasir dengan santai menjumlah harga snack Yohan,dan terhenti pada barang terakhir.


Penjaga kasir menatap wajah Yohan tak yakin,tetapi Yohan menatap tajam penjaga kasir.

__ADS_1


Penjaga kasir tersenyum terpaksa,"Rp.385,000,00"Ucap penjaga kasir.


__ADS_2