
Didalam Kamar Yohan melampiaskan semua emosinya dengan memukul tembok kamar berkali-kali hingga tangannya memar.
Nafasnya memburu,Air mata menetes dengan isakan kecil tapi sungguh menyakitkan.
Dia kemudian membuka Diary Hitam Putih itu,perlahan tangannya membuka lembaran pertama.
Dear Nathan,ehh...salah maksudnya Dear Yohan.
Mungkin saat lo baca Diary ini,gue udah gak ada disamping lo dan gue udah pergi jauh,Jauhh banget.
Gue boleh jujur sama lo,iyalah pastinya boleh.Hee... canda.
Gue itu sayang banget sama lo,tapi sifat lo itu suka misterius.Sifat lo yang berubah-ubah bikin gue makin bingung.Siapa lo sebenarnya?.
gue kaya orang bodoh saat itu,Difikiran gue tuh,Lo sayang gak sama gue.
Tapi jujur lo adalah cowok pertama yang bikin gue nyaman dan gak bisa berpaling dari yang lain.Hee... mulai bucin.
Gue sedih baget,hati gue sakit pas denger lo dijodohkan sama Meliya,dan mama lo benci banget sama gue.
Ooh ya tetap jadi cowok yang cool,yang gak pernah nangis dan jangan lupa tatapan pembunuh lo pertahankan,hee... canda.
Jangan pernah menyalahkan takdir,jalani hidup dengan bahagia dan tetap tersenyum.
__ADS_1
Gue gak tahu apakah ini akhir dari cerita kita,gue harap jika suatu hari nanti takdir kembali mempertemukan kita lagi,dan harap lo gak bakalan lupa sama gue.
Keinginan gue adalah bisa hidup dengan lo sampai akhir hayat nanti :)
Dari Aira untuk Yohan devil ;)
Ada bekas jejak tetesan Air mata mengering,Yohan mengusap polaroid kecil yang tertempel menampilkan Foto Yohan dengan wajah datarnya dan Aira dengan senyuman bodohnya.Polaroid itu basah oleh tetesan Air mata Yohan.
Krmudian dari belakang ada yang mengelus pundak Yohan."Maafin mamah."Ucap Maryana.
"Yohan sayang Aira mah."Lirih Yohan.
Keesokan harinya~~~
Dua orang paruh baya yang masih setia duduk menanti dengan perasaan yang khawatir memikirkan putri mereka yang masih berbaring melawan semua itu.
"Pah,mengapa Dokter belum keluar?."Ucap Sandra panik.
"Sabar,Dokter sedang berusaha."Balas Andika sebari mengelus pundak istrinya.
Tak lama kemudian Yohan datang bersama dengan Andy dan Padil.Dan disusul Wira.
"Om,Tante gimana Aira?."Tanya Annisa.
__ADS_1
Andika hanya menggeleng.
Tatapan mata Yohan terpokus pada ruangan didepannya,gadis yang sekarang sedang berjuang dengan hidupnya.
Pria itu mengusap kasar wajahnya,Padil dan Andy hanya menepuk pundak sahabatnya.
"Sabar broo."Ucap keduanya.
Beberapa jam berlalu,kemudian seorang Dokter keluar dari Ruangan UGD.Sontak semua orang teralih kepada Dokter tersebut,mereka berdiri dan menatap dengan banyak sekali pertanyaan difikiran mereka.
"Dokter bagaiman putri saya?"Tanya Andika.
Dokter melepas jas dan juga mastkernya,dia menghela nafasnya.
Semua orang yang disana menatap wajah dengan saksama dan jantung yang berdegup cepat.
"Jawab Dok!!"Kesal Yohan,Padil menahan Yohan yang sedang emosi.
"Maaf pak,bu,kami sudah berusaha sebaik mungkin,sekarang hanya do'a yang bisa kita lakukan."Ucap sang Dokter.
"Dikarenakan ada luka dalam dan juga pendarahan pada kepalanya."Jelas Sang Dokter.
Sandra menggeleng tak percaya dengan yang dikatakan Dokter."Dokter jangan bohong,saya akan bayar berapapun aslakan putri saya selamat!!Hiks... Hikss.."Teriak Sandra.
__ADS_1
Andika menenangkan istrinya yang semakin histeris dan membawanya menjauh.