
Karna asik sigadis langsung memasuki kelas dengan menghalangi kedua mata dengan buku catatannya agar semua siswa tak melihat.
Disamping Aira ada Annisa yang masih memperhatikan sahabat nya yang hari ini berlagat sangat aneh.karna keingintahuan nya kenapa Aira menutupi wajahnya dengan buku.Annisa menepuk pundak nya Aira,BUKKK!!
Aira sangat terkejut sampai hampir jantungan,"Gila ya lo,hampir aja gue jantungan"
"Maaf,salah siapa jalan kok menutupi wajah pakai buku.Kan mencurigakan"
Annisa yang masih tak engah dengan mata Aira,akhir nya ia mengetahui juga sungguh terkejut dibuatnya.
Karna Aira tipe cewek yang tak bisa menahan sendiri masalahnya,kemudian ia ceritakan kejadian waktu malam yang bersama Yohan.
"Omg!!kenapa lo tolak,kan itu berharga"teriak Annisa yang membuat 1 kantin menatap wajah nya.
Aira dengan cepat menarik tangan Annisa,"Nis kalau bicara jangan keras-keras kan nanti gue nya yang malu."
"Aira kenapa lo tolak,secara kan Yohan kasih itu dengan setulus hati nya.Gila kamu ra"
"Ya...iya sih.Tapi kan aku juga bingung mau terima apa nggak"
Annisa hanya menggidik mendengar perkataan wanita itu yang masih diambang kegelisahan.
"Terus sekarang cincinya dikemain sama Yohan?"
__ADS_1
"Cincin nya dia buang kesemak-semak,kan gila."
Annisa membuka mulut lebar-lebar karena terkejut dengan apa yang dilakukan Yohan.
"Omg hello,itu anak gila.Buang-buang diamond gara-gara sicewe nya gak suk--"
teriak Annisa yang terus menerus mengundang tatapan aneh.
"Ih lo dari tadi gue bilang jangan besar-besar bicara nya!!"ujar Aira sambil menutup mulut Annisa yang cerewet.
"Ya maaf"
"iya..."
"Sudahlah kita come back kekelas lagi"
Kedua gadis itu berjalan menuju kelas mereka pada saat yang bersamaan Yohan dan Meliya melintasi jalan yang sama.
Dari kejauhan Aira sudah mengetahui jika yang didepan nya adalah pria yang dia suka sedang bergandengan tangan dengan Meliya sibiang kerok kelas,tatapan yang tajam dilontarkan Meliya yang memandang rendah Aira dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Ra itu kan...Yohan.Kok dia sama Meliya lebih akrab bener?"
Aira yang tak menggubris pembicaraan Annisa tatapan nya masih pokus melihat kedepan.
__ADS_1
Meliya yang melihat Aira sedang berjalan yang berlawanan dengan nya sengaja ingin membuat Aira cemburu.
"Eh ada lo"
Lagi-lagi Aira hanya memadang wajah Yohan yang memaling kan wajah nya dari Aira,"Han gue minta maaf soal kejadian kemarin!"
Tetap saja Yohan tak ingin bicara kepada Aira walaupun dengan berat hati karna sudah berjanji,Yohan bukan tipe cowok ingkar janji.
"Kak Yohan ingat kan janji waktu kemarin"
"Iya gue ingat!apa yang lo mau"
"Aku ingin kakak jauhi Aira"
"Maksud kamu?"
"Iya aku ingin kakak jauhi Aira jika kakak menolak berarti kakak ingkar janji"
Dengan berat hati Yohan menerima apa yang diinginkan Meliya.
"Jangan ganggu gue!!"
Itulah yang terdengar ditelinga Aira,laki-laki yang tidak pernah berbicara kasar kepada nya sekarang berbicara begitu,sakit rasa nya mendengar perkataan Yohan ingin sekali meluap kan kekesalan nya.
__ADS_1
"Lo denger kan yang dikatakan kak Yohan jadinya lo minggir dari jalan kita"cibir Meliya yang berjalan pergi,dan dengan sengaja menabrak tubuh Aira.Aira yang kehilangan konsentrasinya seketika terjatuh karna dorongan dari Meliya.