
"iya"balas Wira senyum tipis padahal hatinya dongkol liat Amara.
Ya walaupun Amara memiliki wajah yang cantik tapi gaya dan tingkah lakunya menyebalkan apa lagi hoby nya gosip ditambah suaranya yang cempreng kaya kaleng rombeng.
"Ya allah mengapa kau pertemukan aku dengan wanita yang super duper aneh nih"gumam Wira yang menangisi nasib.
"hei...pak aku boleh ngomong sesuatu gak!"tanya Amara yang menunjukkan wajah yang menyebalkan.
"Gk boleh"jawab Wira singkat.
"Whatt"balas Amara yang bingung mendengar kata-kata Wira barusan.
"Eeh maaf saya cuma bergurau saja!iya apa?"ujar Wira yang gugup.
"Syukurlah"ujar Amara yang merasa lega mengelus-elus dadanya.
"eh..anu..aku boleh panggil pak Wira kakak gak?"ujar Amara yang lebay.
"Iya boleh,kamu masuk kelas ya jangan lupa jadi anak yang pintar!saya mau pergi dulu ya.."balas Wira yang mengelu-elus kepala Amara.
"iya kak"ujar Amara yang salting dielus-elus kepalanya bahkan terpaku menatap langkah Wira pergi.
"Gue gak mimpikan,ini nyata kan!"ujar Amara kepada teman-teman bigos nya.
__ADS_1
"Gak kok ini nyata,Mara lo setidaknya gak dapet Yohan tapi lo harus dapetin pak Wira"ujar teman bigos nya.
"iyalah secara kan gue itu cantik, tajir mana ada cowok yang gak melirik gue!"balas Amara yang membanggakan diri.
"Iya lo harus dapetin Wiratama"sahut salah teman Bigos nya.
***
kelas yang ribut kaya pasar gak bisa dibayangin tapi kalo mau bayangin juga gak apa-apa kok,Ada yang gosip ada juga yang cengengesan.
"*kalian tau gak?gue tadi ketemu kaka Wira dia senyum sama gue terus udah gitu dia elus-elus kepala gue.emm....romantis bukan!"
"amazing deh lo,jangan dilepasin"
Begitulah suara-suara ratu bigos yang membuat kelas jadi ambyar bah pasar.
"Ampun deh gue liat lo semua jijik"ujar Aira yang menimbulkan semua pandangan beralih kepadanya.
"Lo sirik kan?"Sahut Meliya dari kerumunan orang banyak.
"iya lo sirik kan"sahut Amara yang membuat kelas tambah Ambyar.
Tanpa mereka sadari ternyata ada bu Dewi yang lain guru terkiller disekolah,beliau memegang mata pelajaran Matematika.Dan lagi dia juga wali murid kelas ini.
__ADS_1
"*ada bu Dewi..bu Dewi.."
"Ada induk macan datang"
"Ada mama garang...mamah*..."
Suara teriakan para murid laki-laki maupun murid perempuan.
Bu Dewi yang marah langsung mengebrak meja guru,BRAKKK!!
Semua siswa terdiam dan tak berkutik apa lagi para Bigos yang mulutnya doang kaya toa tapi pas dimarahin Bu Dewi langsung diem-diem bae bahkan sampe berkeringat dingin.
Bu Dewi yang melotot hampir matanya keluar berdiri tegak dan menompangkan tangannya dipinggang pandangan pokus ke arah semua siswanya.
"Kalian ini udah gede tapi kelakuan kaya preman,berandalan.mikir!!! jadi orang jangan BAHENOL(badan hebat otak nol),gak malu tah kalian ini kelas udah banyak,tapi kaya orang gila cengengesan aja kerjaannya."bentak Bu Dewi.
"Busyet dah baru kali ini Bu Dewi marah besar bikin mati berdiri ngedengerin ocehannya"gumam Aira dalam hati.
Gembrakan yang dilakukan Bu Dewi kemeja,BRAKK!!
"Denger gak kalian!!awas ya saya dengar lagi kelakuan kalian yang cengengesan"bentak Bu Dewi.
"Iya bu"ujar semua siswa yang terpaku diam mengakui kesalahan yang diperbuat mereka.
__ADS_1