
Perkataan Yohan tidak meminta persetujuan lagi dari Meliya.membuat Meliya kesal :(
"Tapi kak,aku gak mau pulang sama Padil,secara dia gak level sama aku!"ujar Meliya yang menjauh dari Padil.Dia seketika menggunakan tatapan sinis nan tajam kepada pria itu.
Kemudian Yohan mendekati Meliya sambil membujuknya setuju pulang dengan padil.Dengan susah payah akhirnya gadis egois itu setuju.
"Apa yang mereka bicarakan?"tanya Annisa.
Aira juga yang kepo betul apa yang sebenarnya dibicarakn oleh Yohan dan Meliya.Tapi karna gengsi Aira lebih memilih banyak diam dengan menyaksikan mereka berdua dari kejauhan.
Selang beberapa menit Yohan kembali menuju Aira dan akhirnya Meliya setuju pulang dengan Padil.
"Tadi lo bilang apa sama Meliya sampai dia setuju gitu!"ujar Annisa.
"Bukan apa-apa!ayok Aira kita pulang!"balas Yohan.
"Nis aku pulang ya..!"ujar Aira yang langsung menyusul Yohan yang sudah menunggu didekat dimobil.
*MEMORY RECALL*
Meliya : "Tapi kak aku tetap gak mau pulang sama Padil"
Yohan : "Sekali ini saja,gue janji bakal turuti kemauan kamu selama dua hari!bagaimana?"
Meliya sambil berfikir sejenak kemudian menyetujui tawaran Yohan
"Setuju!!"
Aira yang sudah duduk sedari tadi didalam mobil,karena kesal menunggu lama,"Woy....Jadi gak anterin gue pulang?"teriak Aira.
__ADS_1
Teriakan Aira membuat Yohan terbangun dari lamunan yang berdiri bengong diluar mobil. dengan gerak cepat Yohan masuk kedalam mobilnya.
"Iya!Aira kapan lo masuk mobil gue?"tanya Yohan.
Aira hanya mendengus sesaat,"Buruan gue ada kerjaan dirumah!jangan banyak tanya!"bentak Aira.
Yohan langsung menyalakan mesin mobil kemudian pergi dari lingkungan sekolah,Didalam perjalanan suasana sangat canggung Aira hanya sibuk memanikan Handphone nya sedang Yohan pokus melihat kedepan.Akhirnya perbincangan dimulai Yohan.
"Aira lo liatin apa di handphone?kaya nya serius bener!"tanya Yohan.
"Kepo lo,udah lo pokus aja bawa mobilnya!"balas Aira dingin.
Karena sangat pokus memainkan handphone, Aira sampai tak sadar jika Yohan membawa mobil bukan arah jalan pulang kerumah Aira.
Aira yang melihat kesamping jendela mobil ia mulai sadar jika yang dilalui oleh Yohan bukanlah arah menuju jalan pulang,"Hei ini bukan arah jalan kerumah gue?"ujar Aira.
"......!"
Yohan hanya diam tak bergeming pandangannya lurus kedepan hanya pokus melihat jalan,sampai Aira berbicara tak didengarnya.
Karena sangat panik Aira berteriak berkali-kali.
"Tolong...."
"Tolong yang diluar saya diculik..tolong...tolong..."teriak Aira sambil memukul-mukul kaca mobil,BRAKK...BRAKK!!
"Aira lo itu lebay banget sih,siapa kali yang mau nyulik cewek kaya lo!"ujar Yohan.
"Yudah gue mau turun!!kalau lo nolak gue bakal teriak terus nih...satu..dua!!t--"ujar Aira.
__ADS_1
"Tiga...itu kan lanjutannya!"ujar Yohan yang memotong pembicaraan Aira dengan menolehkan wajahnya kearah wanita itu.
"Ih lo itu nyebelin banget sih!!"ujar Aira dengan memanyunkan bibirnya yang sudah dibuat bedmood oleh Yohan.
"Kita mau kemana sih?udah mau sore lho!"tanya Aira.
"Lo liat aja nanti!!"balas Yohan yang pandangannya lurus kedepan.
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya tempat yang dituju oleh Yohan sudah didepan mata dengan segera dihentikan laju mobilnya,Segera Yohan keluar dari mobil,BRUKK!!suara banting pintu mobil.
"Mau keluar gak?"ujar Yohan diluar mobil.
Kemudian Aira turun dari mobil dengan cepat Pria itu menutup mata Aira dari belakang.
"Kamu mau apa?"tanya Aira yang bingung karna tiba-tiba saja Yohan menutup matanya.
"Kamu diam saja!"balas Yohan yang masih menutup mata Aira.
"Tapi gue gak bisa lihat!nanti kalau gue jatuh gimana?"ujar Aira.
"Tenang aja!anggap gue sebagai lentera lo dalam kegelapan dan lagi ketika lo jatuh gue akan siap sedia jadi penolong lo!"balas Yohan.
"Tapi gue takut gelap!"ujar Aira gemetaran.
"Tenang aja gue akan tuntun lo dan bayangkan kegelapan itu adalah cahaya!"ujar Yohan.
"Tapi--"
__ADS_1
"Lo harus percaya sama gue!"ujar Yohan yang memotong pembicaraan Aira.
Kemudian Pria itu membawa Aira dengan menuntun lembut tangan Aira yang ketakutan terjatuh, sesekali Aira hampir terjatuh untung ada Si Yohan yang sigap menolong nya.