
Sepertinya gadis itu telah melupakkan kejadian kemarin,dia tak ingin masalah kemarin di ingat-ingatnya hanya akan menggores luka yang telah kering.sangat lega yang ia rasakan saat ini apalagi ia tak ingin terus-menerus membohongi orang lain dan juga dirinya sendiri.Gadis itu terlahir kembali dengan identitas aslinya dan membuang jauh masa lalu dengan identitas lalu.
selama tiga hari berada dirumah,gadis itu mulai tak sabar dan juga rindu yang membara ingin bertemu teman-temannya terutama My Heart-nya Yohan.gadis itu mulai membuka mulutnya dan langsung membicarakan unek-eneknya yang sangat menggangu Fikirannya.
"Ma,pa...ada yang mau Aira bicarakan,tapi...jangan marah ya..?"ucap Aira yang juga duduk bersama keluarga diruang makan,tentu saja Aira sangat senang apalagi ia sudah lama tak makan malam bersama keluarganya.
"Apa apa sayang"balas Sandra bernada lemah lembut diiringi senyuman nan lembut.
Sedangkan Andika tak sedikit pun menoleh apalagi bersuara,dia pokus menyantap hidangan makan malam dengan tenang.
"Sebenarnya Aira mulai bosan berada dirumah mulu,Aira ingin kembali bersekolah.mama papa mengijin kan?"tanya Aira sebari menatap kedua orang tua diahadapannya.
Gadis itu yakin bila mamanya akan setuju hanya saja sangat sulit meyakinkan papanya yang sedingin bongkahan es dikutub utara,butuh proses mencaikan hati Andika.
Pria yang bungkam sedari tadi akhirnya membuka suara,hanya saja perkataanya sangat menyakitkan bagi Aira.
"Papa nggak setuju,apalagi kamu balik kesekolah itu!!"cetus Andika diiringi tatapan yang tajam nan dingin.
"Ayolah pa,Aira juga bosan dirumah mulu"ucap Sandra yang ikut membela putrinya.
"Nggak setuju,yaa..nggak setuju!!"balas Andika bernada keras dan sangat dingin.
Sandra hanya menggidik mendengar perkaatan suaminya yang sangat keras kepala,dia memilih diam dan membiarkan putrinya berusaha sendiri.
"Tapi Aira sudah baikan!Aira juga ingin bertemu teman-teman Aira dan Y--"
"Yohan!papa nggak setuju kamu menjalin hubungan dengan anggota keluarga MU,besok papa akan check-in Jerman untuk kirim kamu sekolah disana,papa harap tak ada penolakkan!!"balas Andika datar sedikit menekan,entah apa yang terjadi Andika sangat menolak hubungan putrinya bersama pria yang bernama Yohan.
"Papa...!"ucap Sandra menolehkan wajah kearah suaminya,sesekali dia menoleh kearah putrinya yang masih terdiam.Sandra akan menerima keputusan Aira karna dalam hubungan ini putrinya lah pemeran utamanya.
Kata-kata papanya berusan membuat gadis itu kecewa,dia beranjak dari kursinya dan dia pergi meninggalkan makan malam bersama keluarga,tetesan cairan bening tumpah begitu saja di pipi gadis itu,karna tak tahan menahan semua itu.
Walaupun putrinya sudah meneteskan air mata,tetap saja Andika tak akan bergeming dengan keputusan yang telah ia ambil.
Gadis itu berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya diiringin dengan isak tangis.
****
Dimalam hari yang gelap gulita,terdengar suara hembusan angin dan hanya terdengar isakan tangis seorang gadis didalam kamar,gadis itu berdiri dibalkon kamarnya.
"Yohan,papa nggak setuju kamu menjalin hubungan dengan anggota keluarga MU,besok papa akan check-in Jerman untuk kirim kamu sekolah disana,papa harap tak ada penolakan."
Kata-kata itulah yang saat itu mengahantui gadis itu,dia mulai diambang kebingungan,etah apa yang akan dia ambil hari esok,mengikuti kata hatinya atau mengikuti kemauan papa nya.
"Mengapa cinta ku sial sekali,yaa...Allah berilah jalan keluarnya,....hiks...hiks...aku bi-bingung."ucap Aira terputus-putus karna isak tangisnya.
Sesekali dia melontarkan pandangan melihat langit yang gelap yang dihiasi bulan dan bintang yang bertaburan bak dedaunan.
*****
__ADS_1
Sedangkan dikediaman MU,bediri pria di balkon kamarnya sambil memandang langit.etah apa yang pria itu fikirkan,banyak sekali masalah yang ia hadapi.tetap saja raut wajahnya tetap tenang.
Sedang Meliya membawa Maryana kerumah sakit terdekat,saat sudah sampai Maryana langsung dibawa keruangan pasien didampingi oleh Meliya.
Karna akan diperiksa Meliya diharuskan meninggalkan ruangan tersebut,dia keluar ruangan mondar mandir didepan pintu itu.Tak lama kemudian seorang dokter dan perawat keluar.
"Bagaimana keadaan tante saya dok?"tanya Meliya seraya dia terlihat panik.
"Tenang saja,tante mu baik-baik saja.Ia hanya menderita darah tinggi,sebaiknya dia tak boleh memikirkan hal-hal yang tidak penting demi kesehatannya."jawab dokter.Setelah itu dia pergi meninggalkan gadis itu.
Mendengar perkataan dokter,gadis itu sedikit lega.Dia kemudian masuk kedalam ruangan Maryana yang sedang berbaring.
Tak lama kemudian pasang mata Maryana terbuka,dia mengedarkan mata didapati gadis itu disampingnya,"Meliya."ucap Maryana sedikit serak.
Meliya yang sedari tadi menunduk sambil menggenggam tangan milik wanita paru baya itu,kemudian dia mendongak kearah Maryana.
"Tante sudah siuman,Alhamdulillah yaa Allah."ucap Meliya puji syukur.
Wanita paruh baya itu masih mengedarkan mata,dia mencari seseorang yang mungkin tak kan datang.
"Yohan dimana?"
"Hmm...kak Yohan katanya dia sedang sibuk,nanti akan menemui tante kok."ucap Meliya kikuk,karna ia tak tahu harus memberikan jawaban apa kepada wanita dihadapannya.
"Hm,kamu jangan bohong!tante tahu anak tante itu bagaimana."ucap Maryana lemas.
"Hmm"
"Sebenarnya Meliya itu nggak sayang sama kak Yohan,hanya saja Meliya enggan melihat tante sedih jad--"
"Sudah tante paham,memang tantenya yang egois memaksakan kehendak tante saja,tanpa memikirkan pihak yang terkait."potong Maryana sebari menggengam tangan milik Meliya yang masih menundukkan wajah.
"Jadi tante sudah setuju membatalkan pertunangan ini?"
"Iya."
"Aku harus memberikan kabar baik ini kepada Kak Yohan."ucap Meliya,baru saja ia akan menelpon Yohan.Tangannya sudah ditarik lebih dulu oleh Maryana dan menghentikannya.
❄❄❄
Ternyata dokter sudah mengijinkan Maryana pulang,dari ia masuk rumah sakit sampai pulang,tak ada batang hidung Yohan kerumah sakit.
Maryana pulang bersama Meliya tanpa ada Yohan disisinya.
Yohan POV~~
Karna fikirannya selalu gundah dan hanya tertuju kepada Aira saja,beberapa kali ia menelpon Aira namun tak ada jawaban.
Dia berjalan mondar mandir dikamar dengan jalan tak bersemangat,niatannya untuk menenangkan fikiran.
__ADS_1
"Yohan."
Yohan menoleh kala ada yang memanggil namanya,Wajahnya mengeras,tatapan seperti ingin membunuh.Demi apapun jika didepannya laki-laki,dia akan membunuh saat ini juga.
"Mama,minta maaf"
Yohan mendengus dan sesekali manaik turunkan alisnya,"Cih,setelah rencana mama berhasil memisahkan aku dan Aira,mama minta maaf!."
Maryana seketika menangis mendengar perkataan putranya,"Mama benar-benar meminta maaf.Yaa memang benar mama adalah mama paling buruk didunia ini."ucap Maryana tersedu-sedu.
"Kak Yohan,tante Maryana kan sudah meminta maaf.Ayolah kak ja--"lerai Meliya langsung dipotong oleh Yohan.
"Hebat!Hebat!Lo juga seneng kan lihat gue sama Aira pisah?!Dan untuk lo gue gak akan pernah terima pertunangan busuk ini!! hmm kalian berdua memang manusia berbisa."potong Yohan,tatapannya tajam dan juga sinis.
"Kak denge--"
"Cukup!gue nggak butuh ocehan lo."
Yohan berkali-kali memarahi Meliya sedang Maryana hanya bisa menangis dan terus menangis.
"Cukup Yohan!!"bentak Maryana meleraikan mereka berdua yang masih beradu mulut.
Tentu saja Yohan menolehkan wajahnya menuju Maryana,tatapan yang dingin selalu ia lontarkan kepada siapa pun.
"Mau apa ma?mama gak terima aku menolak bertunangan dengan dia?Hah jawab!!"sinis Yohan seraya menunjuk wajah Meliya.
"Dengarkan mama dulu,kamu jangan salahkan Meliya,hiks...hiks...dia gak salah,kamu jangan potong omongan mama dulu mama mohon."ucap Maryana terisak tangis sampai tangannya ia telungkupkan memohon kepada Yohan.
Yohan hanya terdiam dan membiarkan mamanya berbicara.
Keesokan harinya~~~
Semua siswa di SMAN GARDEN X11 yang mengetahui berita trending topik disemua media berita,mereka dibuat tercengang mengetahaui jika gadis yang selalu mereka hina tentang status kini berada diatas mereka semua.Tentu saja ada kekhawatiran dihati mereka jika Aira akan membalas mereka.
"Waduh,gimana nih Mara?!."ucap Mimin ketakutan setelah membaca media sosial.
"Iya gimana nih."
"Mana gue tahu yang penting kita harus minta maaf sama Aira,kita juga sih suka merendahkan dia."rajuk Amara.
Tak lama Annisa melintasi ketiga wanita yang masih diambang ketakutan.
"Rasain lo semua,salah siapa bikin ulah ama Aira."cetus Annisa yang melanjutkan langkahnya.
Sekolah seperti biasa,Yohan berangkat pagi-pagi menuju kelas Aira,dia menunggu didepan kelas sampai semua siswa masuk.Tak ada tanda-tanda kedatangan Aira.
Dia melihat Annisa berjalan menuju kelas sendirian tanpa Aira,saat Yohan hendak bertanya tapi dengan cepat Annisa masuk dan menutup pintu.
"Gue harus cari informasi."gumam Yohan sambil mengacak-ngacak rambutnya.
__ADS_1