
Meliya yang pergi mencari yohan dan menemukan yohan sedang mengobrol bersama teman-temannya,ia yang tak sabar langsung berlari menuju yohan.
Tap...tap...tap..!
"Han!ada yang mau aku bicarakan!"ujar meliya menepuk pundak yohan.
".....,penting gak!"sahutnya singkat.
"Penting banget!!"ujar meliya
Padil yang terus memperhatikan meliya yang berbicara sangat serius,"liya kamu imut ya!"ujar padil.
Meliya yang mendengar kata-kata padil barusan membuatnya sangat jijik,"Walaupun gue imut tetap gue gak suka sama lo!lagian gue sama lo beda status."ujarnya mencemooh.
Sontak saja andy tertawa mendengar kata-kata meliya barusan,"Hhh,padil padil yang sabar ya dil"terkekeh andy.
"Ayo katakan!gue gak ada waktu!"ujar yohan sangat dingin.
"Kamu pasti bahagia mendengarnya!"ujar meliya mengulur-ulur waktu.
Yohan yang mendengar perkataan meliya yang sengaja mengulur-ulur waktu"cukup"bentak yohan.
"Iya,iya lo dengerin baik baik rekaman ini pastinya sangat membuat lo semua terkejut apalagi kamu!"ujar meliya sebari menyodorkan rekaman kepada yohan.
__ADS_1
Yohan mengambil rekaman itu tetapi wajahnya biasa saja,"Apa ini?!."
"Kamu itu dengerin dulu lho!"ujar meliya yang kemudian memutarkan rekaman itu.
aira :'wira gue mau tanya sama lo,kenapa lo tiba tiba jadi guru bk yang baru disisni?'
wira :'mau tau apa mau tau banget'
aira :'jawab'
wira :'alasan gue kesini adalah lo!"
"****** mati lo aira!"desis meliya dalam hati kemudian mengambil rekaman dari tangan yohan.
"Busyett!yang bener aja"ujar andy terkejut.
Meliya yang melihat yohan biasa saja bahkan gak marah dia sangat terkejut,"Whatt!kamu gak marah gitu!"teriak meliya.
Kemudian yohan langsung memainkan rencananya,"Ngapain gue marah kan ada lo!"ujarnya sebari mengelur-elus rambut meliya.
Mendengar kata-kata yohan pipi meliya berubah merah merona karena malu-malu"Oh my god,gue gak mimpi kan!ini nyata kan!"ujarnya linglung.
"Gak kok aku serius!yaudah kamu pergi kekelas aja,belajar yang baik jadi anak pintar!"perintah yohan sebari mendorong tubuh meliya.
__ADS_1
"Oke deh,tapi kak yohan janji ya,jangan deketin aira lagi!"pinta meliya.
Yohan kemudian menyambutnya dengan senyuman yang lembut,"Iya."
Setelah meliya pergi,padil dan andy saling memandang karena bingung yang barusan dikatakan yohan,"gue gak mimpi kan?"tanya andy sebari menolehkan wajahnya kearah yohan.
"Cubut pipi gue dil!"
Padil yang diberi kesempatan emas mencubit pipi andy sekalian balas dendam.
"auwww!sakit tau!"ujar andy meringis kesakitan sambil memegang pipinya yang agak merah.
"Hhh,kalian berdua lucu tau gak,gue itu sudah merencanakan sesuatu jadinya untuk apa gue marah sama aira!"ujarnya sebari tersenyum aneh.
Andy yang kepo langsung menanyakan kepada padil,"Dil,lo tau gak rencana siyohan?!"tanya andy.
Kemudian padil mengangakat bahunya sambil berkata,"Mana gue tau,lo itu cewek apa cowok sih?kepo mulu!"jawab andy.
"Takk!"sebuah jitakan yang dilontarkan yohan kepada andy.
"Sakit anjirr!"teriak andy meringis kesakitan sambil memengang kepalanya yang memerah.
Padil yang nyengir melihat andy yang meringis.
__ADS_1
Disisi lain aira yang bengong,kemudian annisa dan wira mengerjain dia,"dorrr!!"teriak annisa dan wira sebari memegang pundaknya.
"Anjirr!untung gua gak punya riwayat penyakit jantung,kalo gue mati yang pertama kali gue hantui lo berdua!"ujar aira sebari memanyunkan bibirnya.